28 April 2016

Terra Nova, Fashion Show by Muse 101

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya menghadiri Fashion Show di acara Indonesia Fashion Week yang berlangsung pada 10-13 Maret 2016 yang lalu. Undangan ini saya dapatkan dari komunitas Indonesia Hijab Blogger (IHB). Sebagai perempuan penyuka Fashion, kesempatan seperti ini tidak akan saya lewatkan. Fashion dianggap sebagai penunjang penampilan kita agar selalu tampil percaya diri. Saya sendiri suka sekali mix & match baju sehari-hari, tujuannya sih supaya tidak bosan dan terkesan memiliki koleksi baju yang banyak padahal tidak, ini memang trik saya hehehe. Pakaian saya itu tidak harus mahal, yang penting pantas, bersih dan wangi.

21 April 2016

Smesco Digipreneur Day - Untuk Kemajuan UKM Indonesia

www.desyyusnita.com


Sebagai seseorang yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, datang ke acara Smesco Digipreneur Day kemarin sangatlah berguna bagi saya. Smesco Digipreneur Day adalah acara yang diselenggarakan hasil kerjasama Smesco Rumahku, Digipreneur dan Mitra Branding atau yang biasa dikenal dengan Indoblognet. Dilaksanakan selama 2 hari yaitu 19-20 April 2016, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para UKM agar lebih sadar dan memahami peran penting dunia digital untuk kemajuan usaha mereka.

17 April 2016

Be Smart Mom With Naqiyyah Syam

Ibu adalah inspirasi bagi anak-anaknya. Menjadi Ibu adalah cahaya bagi keluarganya. 

Kalimat itu yang menarik perhatian saya ketika berkunjung ke blog milik seorang perempuan bernama Naqiyyah Syam. Naqiyyah Syam bukanlah nama sebenarnya, melainkan nama pena. Tapi justru nama pena itulah yang melambungkan namanya sebagai penulis. Naqiyyah berarti bersih, dan jernih, diharapkan melalui tulisan-tulisannya bisa memberikan penjelasan yang bebas dan jernih tentang suatu hal, sedangkan Syam adalah nama ayahnya yaitu Syamsil Sanoer.

15 April 2016

Kini CNI Bisa di Beli Online

Tau kan cerita drama saya di hari minggu pagi? Ceritanya belum selesai sampai disitu, sesi drama  itu kemudian berubah menjadi sesi peluang bisnis dan banyak pengetahuan, loooh. Kenapa begitu? Karena ada Mas Marcelinus Ferdinand, Head of Marketing Manager CNI ikut bergabung bersama rombongan kami siang itu dan menjelaskan tentang geraiCNI.com. Bukan hanya menjelaskan tentang website itu sendiri namun juga menjelaskan peluang-peluang apa saja sih yang bisa kita dapatkan di website tersebut?

09 April 2016

Nostalgia di Kantor CNI

www.desyyusnita.com

Beberapa minggu ini nama CNI lumayan sering terlihat di  timeline sosial media teman-teman. Terus terang saya baru dengar lagi tentang produknya setelah beberapa tahun ini tidak lagi mendengar tentang produk-produk CNI , ternyata masih ada ya. Ketika minggu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke kantor CNI, awalnya hanya antusias dengan materi-materi yang diberikan oleh narasumber dibanding dengan main dikantornya. Tapi begitu sampai disana, yang ada saya justru nostalgia masa-masa kuliah dulu.

04 April 2016

Sore di Taman Lembang



Taman adalah suatu tempat yang saya dambakan bisa dimiliki oleh Kota Depok tercinta. Suatu tempat yang bisa digunakan untuk rekreasi, piknik, berkumpul, beraktivitas seperti berolahraga, refleksi, jogging dan lain sebagainya.  Dapat dijadikan tempat untuk sekedar duduk menenangkan diri, melihat indahnya langit dan hijaunya rerumputan. Sayangnya tempat seperti itu tidak ditemukan ditempat saya *puk puk desy. Ada sih tapi itu hanya di Kampus UI. Jadi itu Kampus atau Taman? Sudahlah.

02 April 2016

Blogger vs Dunia Nyata



Sejak saya memutuskan untuk berhenti dari dunia kerja kantoran. Saya memutuskan untuk aktif kembal untuk ng-blog. Paling tidak dengan nge-blog membangu saya untuk mengatasi semacam post power syndrom. Menjadi blogger bukanlah hal yang baru sekali bagi saya. Nge-blog sudah sejak 2007, namun sebatas curhatan dan disimpen untuk sendiri. Nama blog saja saya buat yang sulit namun tetap cute *kemudian dilempar sandal oleh pembaca. Beberapa bulan lalu saya berniat untuk merevolusi blog saya. Banyak hal yang saya ubah termasuk sosial media juga kena imbasnya. Semua demi karya dan tetap produktif bahkan dari hobi sekalipun. Yaa....ibaratnya sambil menyelam minum air.

Sebagai blogger yang baru bangun dari mati suri, sudah pasti saya perlu upgrade skill saya dalam banyak hal. Misalnya kemanpuan menulis, menentukan niche blog dan technical skill. Duh....ternyata jadi blogger yang mau menghasilkan saja perlu effort yang juga besar. Gak masalah....saya akan lalui itu. Menjadi blogger saat ini bisa dibilang memiliki peluang yang cukup baik juga untuk menjadi rekan brand dalam memasarkan produknya. Karena itu banyak acara launching, awareness atau sekedar gathering yang melibatkan blogger. 

Datang ke acara yang diadakan suatu brand pasti merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya seorang blogger pendatang baru ini. Dengan datang ke event yang saya harapkan adalah networking. Ibaratnya saya melakukan observasi deh *psikolog gagal. Melihat bagaimana suatu event berjalan *obsesi jadi EO, mendapatkan ilmu yang berguna bagi saya atau paling tidak saya bisa bagikan informasinya di postingan blog saya yang sesuai dengan niche saya tentu saja. Datang ke event itu otomatis menjadi orang yang lebih dulu tahu daripada masyarakat luas, itu kalau acaranya launching. Bisa kopdar dengan teman-teman sesama blogger, silaturahmi kan memperpanjang rejeki ya.

Jika hadir disuatu acara tidak slelau harus ada kompensasi berupa materi atau uang tranport. Kebanyakan hanya diundang datang saja, alhamdulillah pulang bawa goodie bag terkadang lumayan loh, ya kan ya kan. Bukan berarti tidak ada uang transport membuat saya urung datang, tetap datang tapi ya itu dengan kompensasi hal-hal diatas yang sudah saya jelaskan.

Naah....karena sekarang hanya berbekal uang saku dari suami *kadang-kadang alhamdulillah masih bisa punya uang dari usaha sendiri sih, harus bisa atur strategi supaya pengeluaran jajan dan lain-lain tetap kondusif.

Saya lebih banyak menggunakan transportasi umum seperti commuter line (kereta) dan ojek online daripada taxi. Jika makan sudah disediakan oleh penyelenggara acara, diusahakan banget saya tidak jajan lagi tuh. Ketergantungan saya akan kopi masih belum berubah, kalau biasanya dikantor udah ada coffee machine, sekarang saya buat sendiri, dan sebisa mungkin minum kopi dirumah dibanding mampir ke coffee shop amerika itu *kalo dibayarin sih ga nolak.

Dan kalau harus kesuatu acara, daripada cuma datang untuk acara itu saja, biasanya saya sempatkan janjian sama teman-teman kantor untuk silaturahmi. Jadi semakin banyak keuntungan yang didapatkan, bisa kangen-kangenan, refreshing dan tetap jaga silaturahmi. Jadi merasa lebih efektif aja dan setimpal dengan timbal balik yang diterima. 

Yah begitulah, kalau di foto suka terlihat seneng karena bisa datang ke suatu acara itu benar koq, serius deh. Walau pada kenyataannya kadang harus ada pengorbanan. Tapi saya yakin, niat silaturahmi itu pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik koq. Seperti ajaran mertua di postingan sebelumnya. 

01 April 2016

Mengenal Lebih Dekat Tentang Alergi Protein Susu Sapi Pada Anak


Alergi adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. -wikipedia (diakses tanggal 1 April 2015)-
Dulu saya tidak pernah perduli dengan alergi. Bukan tidak mau peduli, tapi bertemu kasus alergi saja rasanya tidak pernah. Tapi sejak menikah dengan suami saya, saya jadi akrab dengan kata alergi. Pasalnya suami saya memiliki alergi terhadap beberapa hal, seperti: debu, cuaca dingin dan mint. Debu dan udara dingin akan merangsangnya untuk bersin-bersin, sementara mint akan merangsang asma nya kambuh. Pengalaman suami saya itu tidak membuat saya belajar atau mencari tahu tentang alergi. Pengetahuan saya hanya sebatas, yang penting jangan sampai suami saya terpapar makanan/minuman yang membuat alerginya muncul. 

Dulu saya tidak paham kalau alergi itu menurun. Ketika Naeema berusia 9 bulan dan terkena penyakit HMFD (Hand, Mouth, Feet Disease) atau biasa disebut flu singapur dan hampir mengalami dehidrasi namun asi saya tidak mencukupi karena sudah jarang memompa asi di kantor, maka atas saran dokter akhirnya saya mulai memberikan susu formula. Saat itu saya memberikan Naeema susu formula biasa. Tetapi beberapa menit setelah pemberian susu formula tersebut muka Naeema keluar bintik-bintik merah disekitar wajahnya. Setelah berkonsultasi dengan dokter anak barulah saya paham kalau Naeema memiliki alergi protein susu sapi. 

Alergi ternyata menurun ke anak. Dan saya tidak menyadari hal itu. Setelah berkonsultasi kembali dengan dokter akhirnya saya mengikuti saran dokter untuk mengganti susu formula yang mengandung protein susu sapi dengan susu soya. Naeema tidak hanya alergi terhadap protein susu sapi yang membuat wajahnya bermunculan bintik merah, tapi juga tiap kali makan ayam atau udang pasti kulitnya akan mengalami dermatitis. Akhirnya saya memutuskan untuk memberikan ayam dan udang secara berkala, sedikit demi sedikit sampai tubuh nya resisten. Alhamdulillah sekarang sudah bisa makan ayam dan udang, dan dermatitis nya sudah tidak muncul. 

www.desyyusnita.com
Dr. Lula Kamal membuka acara 

Itulah yang menyebabkan saya tertarik hadir di acara yang diadakan oleh Sari Husada #NutriTalk yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2016 di Hotel Double Tree Cikini. Acara #NutriTalk yang dipandu oleh Dr. Lula Kamal, siang itu akan membahas tentang alergi protein susu sapi pada anak. Cocok sekali dengan pengalaman saya sewaktu Naeema kecil dulu. Penasaran membawa berkah, alhasil saya mendapat banyak hal baru terkait dengan alergi tersebut dan tumbuh kembang. Diskusi siang itu menghadirkan pembicara yang memang ahli di bidang tumbuh kembang anak yaitu DR. Dr. Rini Sekartini, SpA(K), beliau adalah Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RSCM Jakarta dan Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes yang adalah Konsultan Alergi Imunologi Anak Fakultas Kedokteran di Universitas Padjadjaran.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Melalui paparan yang disampaikan oleh Dokter Rini, saya jadi tahu bahwa 1000 hari pertama (0 - 2 tahun) merupakan fase yang sangat penting dalam tumbuh kembang manusia. Oleh sebab itu pada fase ini sebaiknya kebutuhan dasar tumbuh kembang baik secara biologis, kasih sayang dan stimulasi dapat dipenuhi. 

Pemberian makan pada bayi juga perlu diperhatikan, seperti:
  • 0 – 6 bulan pemberian ASI Eksklusif
  • > 6 bulan pemberian ASI dan MPASI (Makanan Pendamping ASI)
  • Pemberian makanan keluarga
Dan tentu saja asupan ibu pada saat hamil juga tidak kalah pentingnya. 

Fakta Alergi
Saya baru tahu jika salah satu orangtua (ayah atau ibu) memiliki riwayat alergi maka anak akan memiliki alergi walaupun hanya 20% - 30%. Ini persis seperti kasusnya Naeema, dimana suami saya memiliki riwayat alergi dan saya tidak. Pada orangtua yang tidak memiliki risiko alergi pun tetap memberikan peluang kepada anak memiliki risiko alergi sebesar 5% - 15%. Tidak heran jika ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa 1 dari 12 anak memiliki risiko alergi protein susu sapi. 

Risiko Alergi Anak
Risiko Alergi Anak Berdasarkan Genetika

Pembahasan alergi yang dipaparkan oleh Dokter Budi memang lebih menitik beratkan pada alergi protein susu sapi. Karena susu sapi merupakan alergen yang banyak dilaporkan pada tahun pertama kehidupan. Menurut data World Allergy Organization (WAO) anak-anak di dunia yang memiliki alergi pretein susu sapi adalah sebesar 1,9% - 4,9%. Selain susu sapi juga ada telur, kacang-kacangan, makanan laut, gandum dan ikan yang juga menjadi alergen pada tahun pertama kehidupan.
Alergen adalah bahan-bahan yang bisa menyebabkan hipersensitivitas.
Gejala-gejala yang muncul pada anak yang alergi protein susu sapi adalah:
- Gejala pada kulit
- Gejala pada saluran napas
- Gejala pada saluran cerna

Gejala Alergi
Gejala yang muncul pada anak yang alergi protein susu sapi

Dari masing-masing gejala tersebut tidak sepenuhnya muncul secara bersamaan diusia yang sama, bahkan alergen nya bisa juga berbeda. Misalnya saja pada usia 0 – 3 tahun anak memiliki alergi terhadap makanan sehingga muncul gejala pada kulit, namun saat usia > 3 tahun alergi terhadap makanan tersebut hilang dan berganti menjadi alergi terhadap debu dan menyebabkan munculnya gejala pernapasan.

Meminimalkan Risiko Alergi
Jangan sampai informasi yang saya berikan diatas membuat kamu takut menikah dengan pasangan yang memiliki alergi ya. Tenang…..semua itu ada solusi atau pencegahannya.

Alergi memang tidak bisa dihindari sih ya, tapi paling tidak, bisa kita minimalisir dampaknya jika kita tahu sejak awal kalau anak yang akan kita lahirkan memiliki risiko alergi.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk meminimalisir dampak dari risiko alergi tersebut dimulai dari:
  • Sebelum kehamilan itu terjadi. Dengan cara menghindari paparan dengan asap rokok secara langsung.
  • Di masa kehamilan. Diet yang sehat dan seimbang, penuhi asupan vitamin yang diperlukan saat kehamilan. Risiko kekurangan gizi dan protein akan merugikan bagi janin. 
  • Saat persalinan. Informasikan kepada Dokter anak anda bahwa anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, sehingga Dokter anak akan langsung tahu apa yang harus dilakukan jika suatu hal terjadi. 
  • Usia 1 tahun. Berikan ASI Ekslusif sampai dengan 6 bulan. Pengenalan makanan padat di usia 4-6 tahun pada kelompok yang memiliki risiko alergi akan menurunkan kejadian alergi itu sendiri.
  • Usia > 2 tahun. Berikan anak makan-makanan yang bergizi, makanan rumah dan bukan makanan cepat saji.
Bagaimana jika ibu tidak bisa memberikan ASI pada bayi yang memiliki risiko tidak toleran terhadap protein susu sapi?. Pemberian nutrisi tetap harus diberikan dengan cara memberikan nutrisi dengan protein terhidrolisasi parsial. 

Protein terhidrolisasi parsial adalah sebuah teknologi yang memotong panjang rantai protein menjadi lebih pendek dan memperkecil ukuran massa molekul protein sehingga protein akan lebih mudah dicerna dan diterima oleh anak. - Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes-

Tapi jika kasusnya seperti Naeema, yang memang sudah jelas alergi terhadap protein susu sapi, maka pemberian susu yang mengandung isolat protein kedelai merupakan cara terbaik. Berdasarkan penilitian susu ini dapat dijadikan pilihan yang aman bagi anak yang memiliki alergi protein susu sapi karena dapat ditoleransi dengan baik. Jadi, bukan berarti anak alergi protein susu sapi tidak diberikan susu ya. Penggantian nutrisi tersebut bisa digantikan dengan formula kedelai. 

Bagaimana, sudah cukup berkenalannya dengan alergi? Semoga informasi ini bermanfaat sehingga Bunda menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan jika memiliki anak dengan risiko alergi.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...