27 March 2016

Jurus Jitu Menghadapi MEA Bagi Freelancer (di Dunia Digital)


Freelance & MEA


Akhir-akhir ini kamu pastilah sudah sangat akrab dengan istilah MEA. MEA bukanlah nama orang apalagi nama makanan. MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN dengan cara membentuk perdagangan bebas antar sesama negara ASEAN. 

Dengan MEA diharapkan bisa membuat pasar ASEAN menjadi lebih dinamis, makmur dan damai. Dapat mengimbangi kesenjangan pembangunan khususnya yang terjadi di Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja sehingga nantinya ASEAN bisa menandingi pasar China dan India. Tujuan lain dengan dibentuknya MEA ini adalah menjalin kerjasama yang efektif dalam bidang pertanian dan perindustrian, memajukan pendidikan masyarakat Asia Tenggara dan tentu saja saling membantu satu sama lain dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Negara Asean

Mulai dari pemerintah, industri swasta bahkan dunia pendidikan sedang berlomba-lomba mempersiapkan diri dalam rangka memasuki MEA ini. Tujuannya tentu saja untuk bisa bertahan dan setara dengan negara ASEAN yang lainnya. Dengan mulai diberlakukannya MEA maka tenaga asing akan sangat mudah masuk ke Indonesia. Karena itu Tenaga kerja dan Unit Kerja Mandiri (UKM) merupakan komponen yang sangat dipersiapkan dalam menyambut MEA.

Jika kita bicara tentang UKM, menurut DailySocial Indonesia, UKM yang saat ini memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi adalah dari UKM digital yaitu sebanyak 2%. Diperkirakan, pertumbuhan ini akan terus meningkat, sehingga ditargetkan akan mencapai 7% ditahun 2025. Tidak heran jika kini banyak bermunculan bisnis startup yang memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa dikembangkan.

Bisnis startup sangat kental dengan proses adaptasi yang cepat, sehingga cepat juga melakukan inovasi-inovasi demi perkembangan bisnis. Media sosial saat ini banyak dimanfaatkan sebagai media penjualan yang cukup menjanjikan, karena itu dibuatlah Online Marketplace yang diciptakan demi untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Dengan peluang bisnis yang cukup menjanjikan tersebut di UKM digital ini, maka tidak tertutup kemungkinan akan banyak pula dibutuhkan para pekerja lepas (freelance)

Dunia digital adalah dunia blogger. Sehubungan dengan kondisi saat ini yang menuntut kita untuk bisa menciptakan peluang, rasanya perlu juga mengembangkan sayap menjadi seorang freelance professional, tentu saja masih berhubungan dengan tulis menulis. Posisi yang bisa di isi oleh seorang blogger misalnya content writer, kontributor, buzzer, dan masih banyak yang lainnya. 

Kemudian, hal-hal apa saja yang perlu untuk saya pelajari, perbaiki dan sempurnakan untuk mencapai tujuan menjadi seorang freelance di dunia digital ini?. 

Jurus Menjadi Freelancer di era MEA


Jurus ini harus diperhatikan oleh seseorang jika ingin menjadi Freelancer di dunia digital, yaitu:

1. Leadership
Sebagai seorang freelance kita harus bisa menjadi seorang leader paling tidak untuk diri kita sendiri. Sifat ini diperlukan agar kita selalu bertanggungjawab dan disiplin untuk bisa mengerjakan pekerjaan sesuai dengan waktunya. Sifat ini juga diperlukan ketika harus menangani suatu projek yang melibatkan orang banyak.


2. Project Management
Mempunyai kemampuan dan pengetahuan merancang suatu projek dan melakukan koordinasi dengan tim jika diperlukan serta memiliki pemikiran-pemikiran yang inovatif dan kreatif.


3. Negosiasi
Hal ini diperlukan ketika harus melakukan penyamaan persepsi antara kita sebagai freelance dan pihak klien. Tentu saja kemampuan untuk meyakinkan klien itu diperlukan.


4. Networking
Membangun jaringan tidak hanya dari lingkaran pergaulan sehari-hari, namun juga dengan siapa saja. Karena melalui silaturahmi akan terbuka peluang rejeki.


5. Attitude
Sifat rendah hati dan profesionalisme perlu dijunjung tinggi tidak hanya freelancer tapi juga dengan semua orang. Karena dengan rendah hati maka kita akan selalu membuka diri terhadap input-input positif ketika bertemu dengan orang baru sehingga menghasilkan pemikiran yang kreatif dan inovatif. Sementara profesionalisme diperlukan agar klien puas dan yakin bahwa kita adalah orang yang terbaik untuk melakukan pekerjaan itu.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin menjadi seorang freelance, selain kepada kemampuan bahasa Inggris yang harus terus dilatih dan diperbaiki. 

Kesempatan sudah ada, kemampuan dalam hal ini menulis selalu dilatih, lalu apakah kamu siap keluar dari zona nyaman sebagai seorang blogger dan mulai melangkah menyambut MEA menjadi seorang freelancer?

Siap atau tidak, pilihan ada padamu......



*Sumber Referensi
http://pengertian.website/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
ww.infoidebisnis.com/  - diakses tanggal 27 Maret 2016
https://dailysocial.id/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
https://www.getscoop.com/ - diakses tanggal 27 Maret 2016


48 comments:

  1. Aku mengambil dari sisi seorang blogger desa mba.entah freelancer atau engga, masyarakat di desa harus paham tentang perubahan yang terjadi di luar. Jangan sampai kaget kalau tiba-tiba banyak petani Thailand merangsek ke desa kami

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar setuju tuh, yuk kita bantu mereka untuk lebih paham dan sadar kondisi sekarang.

      Delete
  2. sebagai ibu rumah tangga juga harus siap menghadapi persaingan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling tidak ibu juga harus paham sehingga tau bagaimana menyiapkan anak-anaknya Mba Lid...hehehehe

      Delete
  3. Yang penting attitude yah, semoga kita bisa bersaing dengan sehat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimana pun kita attitude nomor satu ya mba

      Delete
  4. Masih perlu belajar bahasa inggris. Khusus indonesia timur, blog belum terlalu familiar. Hanya segelintir orang saja yang mengenal blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk Mas kita belajar sama-sama, mengembangkan diri supaya tetap bisa eksis di MEA :)

      Delete
  5. Desyyyy, penting banget nih ya buat kita sesama freelancer :)

    makasih ya tips2nya, gw masih harus banyak belajar di negosiasi nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai seorang freelancer kita bertugas untuk "menjual diri" kita, jadi negosiasi ya perlu diasah tuh. semangat ya mba

      Delete
  6. Siiiip banget tipsnya ini mbaaaak Makasi ya :)

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mba nurul, semoga bermanfaat :)

      Delete
  7. dengan mea, seorang blogger jadi bisa mengerjakan job review dan paid post dari perusahaan di negara lain, eh dari dulu sebelum mea juga sudah biasa ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa bagi yang sudah ekspert mungkin. Sekarang banyak blogger baru termasuk saya yang mulai ingin monetize mas hehehe.

      Delete
  8. Atitude...setuju banget.trims info nya mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dimana pun, attitude sangat penting dimana-mana, bidang apapun.:)

      Delete
  9. Jadi, freelancer juga butuh banyak tahu ya tentang MEA ini. Upgrade diri itu yang paling penting, jangan sampai kita malah kalah sama orang asing yang cari kerja di Indonesia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, Freelance juga harus punya bekal supaya bisa mengikuti pasar nya. :)

      Delete
  10. Freelancer pun harus terus belajar ya. Thanks mbak artikelnya

    ReplyDelete
  11. Kudu belajar lg nih, blogger semangat menuju MEA, raahhh, tengkiu tipsnya ya mbk

    ReplyDelete
  12. Profesional, ini yang memang harus bisa buat blogger pemula seperti saya. Salah satunya nimba ilmu lagi2 dan terus :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga baru mulai belajar lagi nih Mba, yuk semangat belajar biar bisa jadi ibu produktif

      Delete
  13. setuju banget sama tips mbak desy yang simpel namun cukup mudah dilakukan. Insyaallah bisa dipraktekkan ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mba dipraktekkan, untuk diri sendiri :)

      Delete
  14. *catet* Nice post mba desy. Walaupun freelance blogger, ngga boleh cuek bebek ya mba.

    ReplyDelete
  15. terima kasih tipsnya.. semoga para blogger dimanapun berada semoga bisa bersaing dengan sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Positif dalam mencari nafkah Pak hehehe

      Delete
  16. Jangan lupa bahasa juga hehehe
    Sip, pokoknya kita siap bersaing ya
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam dari Depok Pak De
      Bahasa memang yang utama tidak bisa dilupakan.

      Makasih sudah mampir.

      Delete
  17. Di era mea, freelance pun berlomba2 mengupgrade diri ya
    Betul attitude tentunya jadi point plus jika mau bersaing

    ReplyDelete
  18. Suka yang bagian Attitude. Kudu rendah hati dan mau menerima input positif.
    Joos mbak tulisannya

    ReplyDelete
  19. Noted deh buat freelancer macam saya. Thanks for remind me mb Des :)

    ReplyDelete
  20. Yuk Yuk semangat mempertajam skill dan mengedepankan attitude yang kece menyambut MEA.
    Tips nya mantabs Des!

    ReplyDelete
  21. Jurusnya gampang-gampang susah. Asalkan niat, sih. :)

    ReplyDelete
  22. Harus siap bersaing ya mbaa, catet deh tipsnya moga bisa jadi blogger internasional :D

    ReplyDelete
  23. Freelancer yang profesional mampu survive dalam menghadapi tantangan MEA ya. :)

    ReplyDelete
  24. jadi blogger bisa sejak kecil donk kak berarti hehe mantap dah

    ReplyDelete
  25. Hayukkk ah, aku harus siap :D
    jadi semangat lagi baca postinganmu Kak
    <3

    ReplyDelete
  26. Siap2 meningkatkan kemampuan diri agar bisa jadi blogger handal yg go international. Semangaaattt

    ReplyDelete
  27. Semua tipsnya penting ya mba dan bisa di terapkan di profesi lainnya termasuk untuk ibu rumah tangga macam saya...untuk 'mbekeli' anak-anak

    ReplyDelete
  28. jadi semangaaatt... Sebagai blogger pun harus bisa bersaing dengan adanya MEA :)

    ReplyDelete
  29. yup! Pada akhirnya pilihan ada di masing-maisng. Tapi, daripada banyakin mengeluh memang sebaiknya mempersiapkan diri, ya :)

    ReplyDelete

Hai Hai....
Terima Kasih sudah mampir, jangan lupa jejak komen nya.


See You

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...