29 February 2016

Ngobrol Cantik Bareng Blogger Perempuan Network

Sudah pernah dengar tentang  Blogger Perempuan Network?

Apa sih itu? 

Blogger Perempuan Network adalah suatu wadah yang memberikan pengetahuan seputar dunia blog dan social media. Bukan hanya yang bersifat teknis namun juga networking, iyalah....namanya sudah pakai networking. Melalui wadah ini diharapkan bisa merangsang para blogger perempuan untuk belajar menjadi blogger yang profesional. Jadi bisa memanfaatkan blog sebagai suatu hal yang bisa menghasilkan bukan hanya dari segi materiil maupun non-materiil. Dan yang perlu diingat, Blogger Perempuan bukanlah suatu komunitas melainkan hanya wadah bagi blogger untuk bersosialisasi dan belajar menjadi profesional. 

Belum 1 tahun wadah ini berdiri namun sudah memiliki ratusan atau mungkin sekarang sudah ribuan member dengan usia yang bervariasi.  dan niche yang juga bervariasi. Forum di Fanpage Facebook pun memiliki tema yang berbeda ditiap harinya. Jadi....jangan sembarangan menposting link blog kita yang tidak sesuai tema kalau tidak mau ditegur halus oleh Mba Alaika sang admint forum. Tapi tenang....tidak begitu menyeramkan koq, dan justru lebih tertib dan menjadi tema menenangkan tiap harinya. 

Bulan Desember yang lalu Blogger Perempuan melaunch kegiatan offline yang pertama yaitu Ngobrol Cantik atau #NgobCan. Saya berkesempatan hadir pada waktu itu. Narasumbernya adalah Mas Toro atau yang lebih dikenal dengan cumilebay (travel blogger) Mba Nunik Rahmawati (perwakilan agency) mereka masing-masing buka-bukaan tentang pengalaman mereka tentang bagaimana agara agency melirik blog kita. Biar apa....? Ya biar bisa jadi blogger yang menghasilkan dong. Dan tips-tips yang diberikan agar blog kita menarik banyak pengunjung. Poin yang saya dapat di sesi itu adalah walau kita blogger juga harus punya attitude yang baik, rajin blogwalking, konsisten update dan tentu saja berinteraksi dengan pengunjung blog kita. Kalau mau dijabarin itu banyak sekali selama hampir kurang lebih 3 jam kupas tuntas hal-hal yang tidak kita perhatikan sebelumnya.
Ngobrol Cantik Blogger Perempuan Network & Oppo


Bulan Maret 2016 ini Blogger Perempuan Network akan mengadakan lagi Ngobrol Cantik dimana kali ini bekerjasama dengan OPPO (#NgobCanOppo). Ngobrol Cantik bareng Oppo ini akan membahas bagaimana meningkatkan pembaca blog dan media sosial kita. Narasumbernya sendiri adalah Mba Linda Kayhz seorang Vlogger yang sering sekali saya contek tutorial make-up nya dan Mba Lulu Elhasbu seorang Fashion Blogger yang juga selalu saya intip style kesehariannya untuk menjadi refrensi gaya berpakaian  sehari-hari. Kenapa saya antusias dengan #NgobCanOppo ini ya karena Fashion adalah hal yang ingin saya dalami, dan Make-Up adalah hal yang belakangan ini sedang .-gencarnya saya pwlajari. Plus ditambah tema acara yang benar-benar saya ingin tahu terlebih saat ini saya menginginkan blog sebagai tambahan penghasilan ketika saya tak lagi bekerja kantoran. Kamu sudah daftar? Kalau belum bisa dilihat informasi lebih lanjut di Blogger Perempuan.

Berharap banget bisa hadir diacara tersebut. Karena saya setuju banget dengan suatu kuotes klasik yang mengatakan bahwa "belajar dari pengalaman orang yang sudah menjalani adalah guru terbaik" 

Mudah-mudahan masih rejeki saya mendapatkan email undangan dari Blogger Perempuan di Ngobrol Cantik yang ke dua ini. 

24 February 2016

Telisik Jalur Naga Bersama Jakarta Corners - Part 1




Tahun baru Imlek....perayaan itu baru akrab di telinga saya baru beberapa tahun belakangan ini. Bahkan ketika saya kecil rasanya tidak pernah punya ingatan nonton barongsai, atau sekedar mendapatkan dodol keranjang saja saya tidak tahu. Hal ini disebabkan karena pelarangan oleh pemerintah order baru pada saat itu. Pemerintah Orde Baru melarang etnis Tionghoa merayakan hal-hal yang berhubungan dengan keyakinannya. Alasan yang pernah saya baca adalah agar mempermudah proses asimilasi. 
Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok.-wikipedia
Sampai kemudian di era kepemimpinan Gus Dur dikeluarkan kebijakan baru bahwa etnis Tionghoa boleh merayakan hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan mereka bahkan perayaan Hari Raya Imlek dinyatakan sebagai hari libur nasional. Hal itu kemudian berlangsung sampai dengan sekarang. Mungkin itulah sebabnya saya baru mendengar gaung perayaan Imlek 15 tahun terakhir ini. Kini lambat laun etnis Tionghoa mulai percaya diri menunjukkan aktifitas kebudayaan mereka, yang menurut saya cukup unik dan luar biasa meriah. Tentu saja hal seperti ini menjadi wisata budaya yang tidak boleh untuk dilewatkan.

Kalau biasanya saat perayaan Imlek hanya saya habiskan dengan melanglang buana dari mall ke mall menikmati diskonan atau sekedar bersantai ria dirumah karena menikmati harpitnas atau long weekend, namun tidak demikian di tahun ini. Tahun ini saya ikut bergabung dalam acara Jakarta Corners yang akan menyambangi klenteng-klenteng yang ada di Bogor dan melihat persiapan yang mereka lakukan. Kaya apa ya?? Melihat tema acaranya saja sudah membuat saya antusias. Kalau bukan karena rombongan rasanya tidak mungkin saya bisa masuk klenteng deh?

Istilah klenteng berasal dari bunyi klenting-klenting yang berasal dari genta-genta kecil yang dibunyikan didalam Vihara.


Bogor yang cerah ceria

Sabtu, 6 Februari 2016

Bogor pagi itu tampak cerah berawan. Bersahabat dengan saya yang akan jalan-jalan menyusuri sudut Bogor yang sama sekali belum pernah saya lakukan. Bukannya saya belum pernah kebogor, jalan Surya Kencana juga bukan kali pertama saya lalui. Tapi jujur ratusan kali melewati jalan ini belum pernah saya turun dan mampir menyusuri dengan berjalan kaki. Inilah indahnya berkumpul dengan teman-teman yang suka travelling bahkan jalan kaki dan mendapati sudut foto yang instagramable saja sungguh luar biasa. 

Setelah peserta sudah berkumpul di depan stasiun Bogor maka selanjutnya kami menumpang angkot 02 menuju ke tujuan yang pertama yaitu Klenteng Dhanagun atau Vihara Dhanagun. Vihara Dhanagun terletak di Jl. Surya Kencana  No. 10 Kelurahan Babakan Pasar. Vihara yang dibangun pada tahun 1746 ini memiliki nama lain yaitu Hok Tek Bio. Hok artinya rejeki, Tek artinya kebajikan dan Hok Tek Bio berarti rumah ibadah, rejeki dan kebajikan. Vihara Dhanagun merupakan Vihara pertama yang ada di kota Bogor sehingga merupakan salah satu cagar budaya yang harus dijaga kelestariannya.

Gerbang Vihara Dhanagun

Vihara Dhanagun pagi itu sudah mulai bersiap-siap menyambut umat yang akan beribadah. Tenda sudah dipasang, siap menyambut umat yang akan beribadah pada malam harinya.  Jujur saja, pagi itu saya sedikit takut memasuki area klenteng, kenapa? Saya takut hijab saya mengganggu ibadah mereka. Tapi ternyata.....ketakutan saya sungguh tidak terbukti. Pengurus Vihara menyambut baik kehadiran kami. Mungkin ini karena Tim Jakarta Corners sudah ijin sebelumnya. Kalau tidak ijin rasanya mungkin tidak akan diterima seterbuka ini. Bapak Ayung adalah pengurus Vihara yang pagi itu menjawab pertanyaan kami yang memang kurang paham tentang agama Budha dan khususnya tradisi imlek itu sendiri. Bahkan bersedia menjawab berapa harga lilin besar-besar yang ada disekeliling vihara tersebut.

Bau hio semakin merebak karena ada beberapa umat yang sudah mulai beribadah pagi itu. Mereka membawa hidangan yang akan disajikan kepada para dewa. Oh iya setiap vihara ternyata memiliki dewa utama yang berbeda. Di Vihara ini yang menjadi dewa utama adalah Dewa Bumi, sementara 2 dewa yang lainnya saya tidak ingat karena ejaan china yang menurut saya sulit untuk diingat. Dan karena aroma hio yang sudah cukup memenuhi ruangan vihara, saya pun memilih menunggu diluar saja sambil melihat dari jauh cara peribadatan umat budha.

Intinya begitu masuk, mereka akan beribadah membelakangi pintu masuk ruangan utama untuk berdoa terlebih dahulu kepada Tuhan YME. Baru kemudian mereka akan masuk kedalam untuk mendoakan para dewa-dewa. Altar pun ada 2 macam, altar polos dan altar yang penuh dengan hidangan persembahan. Altar polos digunakan untuk sembahyang kepada Tuhan YME sedangkan altar yang penuh dengan hidangan persembahan untuk sembahyang kepada para dewa. Setidaknya itu yang saya tangkap dari penjelasan Bapak Ayung pagi itu.

Sudah hampir 1 jam kami di Vihara itu dan bersiap untuk menuju ketempat berikutnya dengan berjalan kaki. Iya.....beneran jalan kaki masuk pasar dan menyusuri jalan yang belum pernah saya lalui selama bertahun-tahun main di Bogor. Sungguh pengalaman pertama saya masuk ke Vihara di Indonesia dan tahu bagaimana cara umat budha beribadah. Postingan ini akan berlanjut ke postingan berikutnya ya......

Selengkapnya tentang sudut di Vihara Dhanagun bisa dilihat video dibawah ini:



Tulisan ini dikutsertakan dalam Telisik Imlek Blog Competition JakartaCorners yang di sponsori oleh Batiqa Hotels

Perawatan Alami Dengan Gizi Super Cream



Kalau pernah baca postingan saya sebelumnya tentang perawatan secara natural, saya memang lebih senang dengan perawatan yang sifatnya alami, bahkan untuk obat-obatan yang diminum pun saya lebih suka jamu atau obat herbal dibanding dengan obat dokter, apalagi perawatan kulit wajah yang menurut saya cukup penting. Begitu ditawari oleh Kawai Beauty Japan untuk nyobain Gizi Super Cream, saya cukup antusias. Kenapa? Karena namanya yang sudah familiar dan bahan dasarnya yang berasal dari alam yaitu rumput laut.  Ditambah lagi, Gizi Super Cream merupakan produk local yang sudah 40 tahun melanglangbuana di dunia kecantikan Indonesia. Wooow…..lebih dulu eksis sebelum saya lahir, HEBAT!!

Awal mula kenal Gizi Super Cream dari tante saya, produk ini adalah perawatan wajah andalan beliau. Tante Lina (nama tante saya) selalu memakai produk ini sehabis mandi, waktu itu bentuknya masih yang didalam jar. Saya ingat kalimat tante saya ketika ditanya kenapa pakai Gizi Super Cream, “Ini bagus loh, udah gitu murah”. Saya hanya menjawab, “ooh”. Tentu saja sebagai anak SD pada saat itu saya tidak terlalu paham akan manfaat dari perawatan kulit wajah.


Tentang Gizi Super Cream

Sebenarnya saya hampir lupa akan keberadaan produk ini, mungkin karena saya jarang melihat iklannya di media baik cetak maupun eletronik. Ketika kini saya berkesempatan mencoba produk ini, saya baru tahu kalau ternyata produk ini merupakan produk yang 100% terbuat dari ekstrak bahan alami. Ditambah lagi dengan teknologi Nano yang semakin melengkapi rangkaian perawatan Gizi Super Cream. Bahan-bahan alami yang terkandung dalam produk ini adalah:

Bahan-bahan alami yang terkandung dalam Gizi Super Cream
  1. Rumput Laut (Eucherma spinosum): kaya akan vitamin dan mineral, membantu menutrisi, melembabkan kulit lebih lama, dan membantu meremajakan kulit secara alami.
  2. Beras (Oryza sativa): membantu melindungi kulit dari efek sinar buruk sinar Ultraviolet.
  3. Bligo (Benincasa cerifera): memiliki kandungan yang dapat membantu mencegah timbulnya jerawat dan mengurangi peradangan akibat jerawat.
  4. Kedelai (Glycine max): membantu mencegah dan mengurangi efek penuaan dini seperti flek hitam di wajah.
  5. Lidah Buaya (Aloe barbadensis): membantu melembabkan kulit lebih lama, menyejukkan kulit dan membantu mencerahkan kulit.
  6. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia): kandungan Flavanoid dan vitamin C pada jeruk nipis berfungsi sebagai antioksidan alami yang baik untuk membantu mencegah penuaan dini.
  7. Pepaya (Carica papaya): Membantu mengangkat sel kulit mati dan meremajakan sel kulit. Pepaya juga sangat baik untuk melembutkan dan mencerahkan kulit.
Ditambah dengan Teknologi Nano menyempurnakan semua rangkaian tersebut, membuat cream menjadi partikel-partikel kecil sehingga lebih mudah terserap oleh kulit wajah.




Gizi Super Cream kini hadir dengan kemasan tube. Dengan  kemasan tube membuat produk ini lebih mudah dibawa kemana-mana, lebih aman dan tidak mudah tumpah. Ada beberapa macam produk perawatan, yaitu:



Menurut Saya, Gizi Super Cream itu……

Alasan kenapa pilih Gizi Super Cream
Kulit saya termasuk kulit kombinasi (berminyak di daerah T dan kering di daerah lainnya). Saya sendiri sudah menggunakan produk ini selama 7 hari. Favorit saya adalah Gizi Daily Natural Lightening Foam (Facial Foam) yang membuat kulit lebih kencang setelah menggunakannya tapi tidak membuat kulit saya kering, saya merasa produk ini mampu mengangkat kotoran-kotoran yang menempel di wajah.  Aroma nya sih seperti sabun pembersih muka kebanyakan, hampir mirip.

Awalnya saya bingung akan perbedaan antara Gizi Super Cream Daily Nutrition Non SPF dan  Gizi Super Cream Daily Nutrition With SPF 18, selain kepada kandungan SPF. Dan bingung juga kenapa Gizi Super Cream tidak memiliki cream malam. Ternyata oh ternyata……. Gizi Super Cream Daily Nutrition Non SPF bisa digunakan pagi dan malam hari, sedangkan Gizi Super Cream Daily Nutrition With SPF 18 digunakan hanya pada siang hari saja apalagi kalau kita memiliki aktifitas yang lebih banyak diluar ruangan.

Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan Gizi Super Cream Daily Nutrition Non SPF jika memang tidak ada rencana keluar rumah, cukup ringan ketika dipakai namun memang sedikit lebih berminyak, mungkin ini yang dinamakan menjaga kelembapan kali yah…..entahlah  Untuk pemakaian dirumah sih saya rasa tidak masalah. Hanya saja hati-hati ketika akan menuangkan cream ini di telapak tangan, tekstur cream nya yang cair cenderung mengeluarkan cream lebih banyak dari yang kita butuhkan, sayangkan kalau terlalu banyak jadi mubazir. 

Sedangkan Gizi Super Cream Daily Nutrition With SPF 18 saya gunakan ketika harus melakukan kegiatan outdoor. Selama beberapa kali pemakaian saya belum merasakan benar fungsi SPF 18 nya karena memang kondisi cuaca yang saat ini lebih sering mendung atau hujan. Sementara untuk fungsi mencerahkan juga belum terlihat karena saya baru menggunakan selama 7 hari ini. Perlu diperhatikan agak lama jangka waktu pemakaiannya, biasanya kalau tidak cocok dengan suatu jenis cream, kulit wajah saya akan terlihat lebih kusam, tapi semoga saja tidak yah.

Itulah kesan saya selama 7 hari menggunakan Gizi Super Cream. Oh iya, selain itu Gizi Super Cream ini tidak mengandung silicone, paraben, hydroquinone, mineral oil dan colorant. Jadi benar-benar herbal dan tradisional khas Indonesia sekali.  Intinya kondisi wajah setiap orang pasti berbeda, jadi efeknya juga pasti berbeda. Gimana, kamu mau coba juga? Gizi Super Cream bisa didapatkan di minimarket seperti alfamart, selain itu juga bisa dibeli online cukup dengan klik Gizi Super Cream ini.

Untuk informasi lebih lengkap bisa langsung klik:

17 February 2016

Membuat Jurnal Kesehatan Dengan Medictrust

Pernah periksa ke dokter dan mengharuskan kita untuk cek lab?. 
Atau hanya kurang enak badan dan perlu cek ke klinik dan diberikan obat-obatan?. 
Atau sekedar minum obat warung?. 

Apa yang kamu lakukan kalau harus kontrol berkali-kali ke dokter? Biasanya kamu pasti akan membawa hasil tes sebelumnya atau riwayat kesehatan kamu yang dituangkan di kertas atau beberapa dokumen. Kalau kamu termasuk orang yang rapih mungkin tidak mengganggu. Tapi kalau tidak dan kebetulan tidak kontrol di rumah sakit yang sama pasti akan repot. Atau ketika jadwalnya kontrol justru dokumen pendukungnya lupa dibawa. Akibatnya sesi kontrol tersebut bisa jadi kurang efektif karena kita tidak punya data penunjang. Dokter pun akhirnya mendapat data yang kurang akurat.

Pernah terbayang kah teman-teman, kalau misalnya semua riwayat kesehatan kamu tersimpan secara softcopy? Iya sih enak, tinggal simpan di flashdisk, cuma ga mungkin kita buka laptop kalo didepan dokter kan? Yang simple sebenarnya adalah di handphone. Tapi....bagaimana caranya?

Melalui postingan ini saya mau kasih tau ke teman-teman, bahwa sering atau tidaknya kita cek kesehatan ternyata memiliki jurnal kesehatan pribadi itu penting. Kenapa? Agar semua hal yang terkecil atau perubahan apapun bisa kita pantau. Kalau bukan kita yang perduli dengan diri kita lalu siapa lagi? Minum obat apa waktu sakit maag misalnya, atau sakit kepala pergi ke dokter terus dikasih obat apa. Tujuannya sih selain semua tercatat juga bisa menganalisa kondisi badan kita.


MEDICTRUST

Sekarang untuk bisa mencatat semua riwayat kesehatan kita ada aplikasi smartphone yang namanya Medictrust. Aplikasi ini sudah tersedia baik di android maupun iOS. Fungsinya?

Sumber: Instagram Medictrust
Aplikasi ini berfungsi untuk mencatat riwayat kesehatan kita . Uniknya, aplikasi ini bisa menyimpan hasil tes kesehatan kita seperti lab, CT Scan, MRI, dan tes lainnya tersebut bisa kita simpan di handphone kita atau di cloud nya apps tersebut, caranya dengan memfoto dan disimpan dala aplikasi tersebut. Bisa juga mencatat alergi apa saja yang kita punya (jika ada). Melalui aplikasi ini kita juga bisa mencatat obat-obatan yang sudah kita minum ketika kita sedang dalam proses penyembuhan suatu penyakit. Jadi semua benar-benar terdokumentasi hanya dengan membuka aplikasi di handphone kita. Sehingga kalau kita mau kontrol ke dokter tidak perlu repot membawa dokumen-dokumen lagi. Canggih kan....

Tidak hanya berfungsi mencatat jurnal kesehatan kita, tetapi kita juga bisa mencatatkan jurnal kesehatan anggota keluarga yang lain sampai maksimal 4 orang. Untuk bisa mencatat riwayat kesehatan anggota keluarga kita, kita harus mengumpulkan 250 poin terlebih dahulu. Caranya dengan mengundang teman kita untuk mengunduh aplikasi ini. 1 orang yang menerima undangan kita maka akan mendapatkan 50 poin, mudahkan? 

Sumber: Instagram Medictrust

Bisa Melampirkan Hasil Lab
Sejak kenal aplikasi ini saya berusaha mencatat tentang riwayat kesehatan saya. Dimulai dari historical saya dibulan November yang lalu ketika terkena Typhoid. Pelan-pelan nanti akan mulai mencatatkan riwayat kesehatan suami yang kebetulan rutin cek darah per 6 bulan sekali, kalau ini saya sering lupa kalau ditanya hasil tes terakhir dia berapa hehehe, makanya aplikasi ini membantu saya banget sebagai COO (Chief Operational Officer) keluarga kecil saya.

Ada satu lagi nih, di Fitur Medhub kamu bisa pilih mau bertanya oleh dokter gigi, dokter jantung, THT, atau dokter anak yang ada dikota mu. Memang belum semua dokter Rumah Sakit merupakan mitra dari Medictrust, tapi setiap minggu ada saja tambahan database dokter yang bermitra denga Medictrust. Dengan demikian akan semakin banyak juga dokter yang paham akan aplikasi ini, sehingga kalau mau berobat cukup tunjukin riwayat kesehatan yang ada di medictrust. Terus kita juga bisa bertanya kepada dokter tersebut loh....insyaallah dibalas koq. Mungkin ini salah satu komunikasi therapeutic yang dibangun oleh dokter kepada pasiennya ya. 

Jadi mulai sekarang tidak perlu khawatir lagi kalau lupa membawa dokumen kesehatan kita jika harus periksa ke lain dokter. Semua sudah tercatat di aplikasi medictrust. Coba deh download, kemudian pelajari, siapa tau berguna buat kamu. Dan siapa tau dokter kamu sudah bermitra dengan Medictrust sehingga komunikasi jadi tambah lancar kan. Selamat mencatat riwayat kesehatan ya......Kalau bukan kita yang peduli kesehatan kita, lalu siapa lagi?

14 February 2016

Mempererat Hubungan Ibu & Anak Dengan Pijatan


Sejak Bayi Naeema sudah terbiasa dengan pijat. Berawal dari mama saya yang selalu membiasakan Naeema untuk dipijat setelah melakukan perjalanan jauh. Alasannya sih supaya tidak masuk angin, supaya badannya tidak pegel karena seharian digendong atau didalam mobil dan lain-lain. Pijat yang dilakukan olah mama sederhana saja, hanya dengan minyak sayur dan bawang. Tradisional kan? 

Berawal dari hanya pijat setelah kembali dari bepergian, ketika sedang tidak enak badan sampai kemudian semakin Naeema besar berubah menjadi kegiatan sebelum tidur. Sewaktu saya masih kerja dulu, kalau saya sampai dirumah tetapi Naeema belum bisa tidur, biasanya saya akan melakukan pijatan ringan pada punggungnya dan lama kelamaan pasti dia tertidur. Jika badannya panas pun demikian, misalnya rewel, tidak bisa tidur, ya sudah deh.....langsung dipijat saja dari punggung, kaki, tangan dan lama-kelama dia akan tertidur. 

Pijat memang sengaja saya jadikan aktifitas bonding saya dengan Naeema. Karena dulu saya hanya punya sedikit waktu untuk Naeema. Aktifitas kantoran dan macetnya Jakarta membuat kebersamaan dengan dia tidak lebih hanya 5 Jam sehari. Karena itu saya merasa aktifitas ini adalah salah satu cara yang bisa saya lakukan agar Naeema tetap merasakan kasih sayang dan perhatian dari saya, agar dia merasa aman dan nyaman.  Jika waktu bayi bisa dilakukan dengan menyusui maka ketika dia sudah makin besar pijatan ini lah yang menjadi jurus saya untuk meningkatkan kedekatan saya dengan Naeema. Memijat saya nggap quality time yang bisa mempererat hubungan saya dengan Naeema. Sambil memijatnya biasanya kami akan membicarakan hal-hal yang ringan, atau sekedar mendengar ocehannya, baru kemudian dia akan tertidur. Indah.......

Saat memijat saya tidak pernah pakai minyak-minyakan saat memijat Naeema. Pernah saya sekali menggunakan baby oil biasa, tapi ternyata Naeema kurang suka karena lengket, apalagi jika ternyata saya terlalu banyak memakaikannya. Maksud hati sih ingin memanfaatkan aktifitas memijat sebagai treatment untuk kulit keringnya Naeema pada bagian kakitapi tetapi ternyata Naeema kurang suka baby oil biasa karena lengketnya. Alhasil maksud terselubung untuk treatment pun gagal.

Grapeseed Natural Oil
Beberapa hari yang lalu saya mencoba produk Belli To Baby. Produk ini merupakan produk skin care & baby care yang memiliki berapa varian. Salah satu variannya adalah Grapeseed Natural Oil yang dihasilkan dari biji buah anggur. Grapeseed Natural Oil ini mengandung asam linoleat, vitamin A, C dan E yang cukup tinggi, mengandung kolagen sebagai anti aging dan OPC (Oligomeric Proanthocyanidins) yang merupakan senyawa yang tinggi dalam antioksidan.

Manfaat dari Grapeseed oil ini adalah:

  • Mejaga kelembaban kulit jika dipakai secara teratur
  • Mengobati jerawat dan dermatitis
  • Merangsang regenerasi jaringan kulit
  • Sebagai antioksidan
  • Membersihkan kulit kering pada kepala bayi, biasanya pada bayi yang baru lahir (cradle crap)
  • Untuk pijat

Dilihat dari aturan pakainya Grapeseed Natural Oil ini bisa digunakan dengan 2 cara, yaitu:

  • Digunakan saat mandi dengan cara dicampur dengan air hangat.
  • Diusapkan di badan secara langsung sambil di pijat dengan lembut.

Pijatan Meningkatkan Hubungan Ibu & Anak

Saya gunakan Grapeseed Natural Oil ini sebagai minyak ini untuk memijat Naeema sekaligus merawat kulitnya yang kering. Awalnya menolak, sepertinya dia masih ingat efek dari baby oil biasa. Setelah dirayu akhirnya Naeema mau coba. Cukup satu tetes saja dan usapkan di bagian yang kering sambil diberikan pijatan lembut. Hasilnya.....? Naeema suka pakai minyak ini. Karena ternyata mudah meresap kedalam kulit sehingga tidak menimbulkan lengket. Bahkan Naeema selalu minta dipakaikan minyak ini setelah mandi sebagai moizturiser. 

Sayangnya aroma dari Grapeseed oil ini kurang enak itu sih menurut saya, tapi kalo Naeema...suka-suka aja yang penting tidak lengket. Aromanya menurut saya seperti minyak sayur tradisional atau biasa disebut minyak letik. Jika aroma nya lebih enak dicium mungkin akan semakin sering dipakai bahkan untuk sehari-hari. Grapeseed Natural Oil ini hanya punya satu kemasan yaitu 100 ml dijual dengan harga Rp. 198.000, cukup mahal menurut saya. Tetapi jika sekali pemakaian cukup 1-3 tetes untuk satu bagian anggota tubuh rasanya bisa lama habisnya sih. 

Kalo kamu penasaran pengen nyoba produk ini atau ingin tahu varian lainnya bisa diihat dan dibeli secara online di AsiBayi.com. Yuk tingkatkan bonding dengan anak melalui kegiatan ringan seperti memijat ini.   

07 February 2016

Restoran Jejamuran - Yogyakarta, Surga Bagi Si Vegetarian




Yogyakarta selain dikenal sebagai kota pelajar juga merupakan kota yang memiliki nilai budaya yang cukup tinggi. Kesederhanaan yang sarat akan nilai etnik membuat wisatawan baik domestik maupun mancanegara selalu ingin datang kembali. Kali ini saya bukan ingin membahas tentang tempat wisata melainkan tempat makan. 

Berkunjung ke suatu daerah tidak lengkap kalau tidak dibarengi dengan jelajah kuliner rasanya seperti masak sayur kurang garam. Inilah yang saya lakukan sehabis berkunjung ke Gunung Merapi. Setelah lelah off road sambil hujan-hujanan (cerita off-road akan saya posting terpisah) saya dan keluarga beranjak turun kebawah menuju restoran yang dikenal dengan Jejamuran. Restoran Jejamuran terletak di daerah Niron, Pandowoharjo, Sleman-Yogyakarta. Restoran ini bisa jadi adalah surga bagi para vegetarian. Bagaimana tidak, semua makanan yang disajikan disini terbuat dari jamur. Bahkan sate dan daging tongseng saja diolah sedemikian rupa agar bisa serupa dengan ayam. 

Siang itu kami sungguh beruntung. Kalau dilihat dari layout ruangannya, Jejamuran saat liburan pasti dipenuhi pengunjung. Hal ini tampak  di pintu masuk yang sudah ada tanda "antrian dari sini". Dan jika pramusaji sudah mengarahkan dimana tempat kita duduk, maka kita tidak bisa seenaknya pindah ke tempat duduk yang lain tanpa koordinasi terlebih dahulu. Hal seperti ini bisa bikin berantakan sistem yang sudah mereka buat. Sistemnya seperti apa saya sendiri kurang paham, hehehe. 

Beberapa makanan yang sempat terfoto, sementara yang lainnya
sudah tak tersisa (Sate, Tongseng & Minuman buah apa gitu *maap lupa)

Off road selama 1,5 jam ditambah hujan angin di puncak merapi membuat kami ingin makan yang hangat. Makanan yang kami pesan kemudian adalah tongseng, jamur asam manis, sate, jamur tepung, dan lain-lain yang saya lupa namanya. Yang pasti makanannya cukup memuaskan,enak. Saya baru merasakan lagi tongseng yang enak, bahkan rasa seperti itu jarang saya temukan di Jakarta. Kuahnya bikin seger banget persis rasa tongseng jaman saya kuliah yang enak banget.

Fasilitas Ruang Kesehatan
Ruang menyusui menandakan restoran ini PRO ASI

Fasilitas di restoran ini juga cukup lengkap. Musolla tersedia cukup besar, walaupun tidak dipisahkan ruangannya antara laki-laki dan perempuan, namun tempat wudhunya terpisah. Mereka punya Nursery Room yang cukup besar dengan 3 ruang sekat untuk ibu menyusui dan 3 tempat untuk mengganti popok lengkap dengan AC. Ruangannya bersih dan terawat, ini juga membuat saya salut akan restoran ini, Pro ASI. Ada juga ruangan kesehatan yang lengkap dengan kursi roda, tempat tidur pasien dan meja, yang saya tidak ketahui apakah mereka punya petugas kesehatan atau tidak karena diruangan saat itu kosong. Dan yang terakhir mereka punya sudut terapi ikan, dimana pengunjung bebas melakukan terapi disitu duduk dipinggir kolam dengan catatan pengunjung harus mencuci kaki terlebih dahulu sebelum mencelupkan kakinya. Oh iya ada lagi ternyata.....restoran ini juga punya tempat parkir yang cukup luas, jadi tidak perlu khawatir soal parkir.


Sudut terapi ikan yang bisa dilakukan pengunjung secara Gratis!!
Jadi, kalo ke Yogya jangan lupa mampir ke restoran ini. Apalagi kalau kalian berniat melakukan wisata merapi terlebih dahulu. Harga cukup terjangkau dan kenyang. 

01 February 2016

Merencanakan Masa Depan Si Kecil di Sunlife Edufair 2016


Sunlife Edufair yang berlangsung sejak tanggal 28-31 Januari 2016 di Main Atrium Senayan City, mengajak para orangtua untuk mempersiapkan masa depan anak sesuai dengan minat dan bakat dari masing-masing anak. Jadi merencanakan masa depan disini sangat jauh dari pemaksaan loh. Dan tidak lupa mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan salah satu yang terpenting adalah adalah biaya pendidikannya.

31 januari 2016, akhirnya saya bisa mampir ke Senayan City dan menjelajah di Sunlife Edufair 2016. Semula saya pikir acara ini adalah seperti pameran pendidikan pada umumnya. Hanya berupa booth-booth dimana kita datang ke booth tersebut untuk meminta penjelasan. Ternyata tidak begitu di Sunlife Edufair 2016 ini. Selain orangtua bisa mengetahui jenis-jenis kegiatan yang bisa merangsang minat dan bakat anak, ternyata ada juga kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak saat ada di lokasi tersebut. 

Informasi apa sih yang bisa orangtua dapatkan di Edufair ini? 

Di acara ini saya bisa mendapatkan penjelasan tentang sekolah-sekolah baik itu formil, seperti: High Scope, Binus, Jaya, Al-Fath, SD Kupu-Kupu, dan YPAC, maupun non-formil nya seperti: Dream Dress yang merupakan sekolah jahit untuk anak dan Capoeira yang adalah seni bela diri dari Brazil. Karena Naeema sudah mendapatkan sekolah SD, maka informasi yang saya dapatkan disini sebagai benchmarking saja. Sementara untuk pendidikan non-formil bisa dijadikan refrensi aktifitas tambahan untuk Naeema.

MC Dan Para Narasumber (Ki-Ka: Mba Imesh, Pak Wirasto, dan Mba Ninna)

Mengenal minat pada anak.

Sesi talkshow yang diadakan sore itu juga menarik. Membahas tentang bagaimana mengetahui minat anak. Narasumbernya adalah Mba Imesh (Prameswari Sugiri; Chief Community Officer Majalah Ayahbunda), Mba Anna (Anna Surti Ariani; Psikolog Keluarga dan Bapak Wirasto (Wirasto Kusdiantoro; perwakilan dari Sunlife Financial).  Dari sharing ini saya jadi tahu bahwa ternyata ada 8 kecerdasan majemuk yang dimiliki anak, yaitu: musik, gambar, logika, kata, tubuh, orang lain, diri sendiri dan alam. Bisa jadi semua anak memiliki 8 kecerdasan ini, hanya saja yang menonjol biasanya hanya beberapa. Biarkan anak menentukan sendiri keinginannya. Tugas orangtua lah yang kemudian mengamati hal tersebut kemudian mengarahkan.

8 Kecerdasan Manejemuk menurut Gardner
Tidak mahir dalam satu bidang tertentu bukan berarti anak kita kurang cerdas loh, bisa jadi karena memang belum menemukan minatnya saja. Minat itu sendiri bisa saja baru ditemukan ketika si anak sudah besar. Jadi para orangtua jangan langsung kecewa dulu kalau anak kita belum berprestasi, mungkin ini hanya masalah waktu. Terus dukung anak-anak untuk bisa menemukan minatnya. 

Ada yang pernah mengalami masa dimana anak bosan dan akhirnya mogok tidak mau ikut les piano yang  sudah diikutinya? Atau mungkin baru masuk beberapa kali kemudian minta berhenti les tari?. Kalau kejadian ini berulang, ternyata kita bisa loh melakukan negosiasi pada anak. Buat komitmen yang memotivasi agar anak bisa konsisten dengan pilihannya. Dan ada baiknya memanfaatkan sistem trial dari suatu lembaga atau sekolah agar kita bisa melihat apakah anak menikmati saat-saat disana. Lagipula supaya kita juga tidak rugi kalau ternyata anak kita tidak ingin melanjutkan sekolah/kursus, ya kan?

Anak jaman sekarang memiliki banyak keinginan. Benar gak sih? Bisa jadi benar. Anak-anak jaman sekarang memang identik memiliki passion yang cukup besar. Keinginan mereka untuk menemukan minatnya sudah otomatis ada dan tugas orangtua untuk mempersiapkannya. Seperti yang sering kita dengar di media bahwa biaya pendidikan itu selalu naik setiap tahunnya, maka memang sudah seharusnya kita mulai menabung untuk dana pendidikan.

Rasanya sekarang perlu dipertimbangkan untuk mulai menabung sebagai dana pendidikan pastinya untuk masa depan anak yang lebih baik. Nah, kemarin sempat tanya-tanya dengan marketing Sunlife Finansial, ternyata bisa loh mensisihkan minimal 600 ribu per bulan untuk dana pendidikan di Sunlife Finansial ini. Hanya saya lebih cenderung memilih yang hanya dana pendidikan, tidak digabung dengan kesehatan. 

Mencoba mengamati minat anak


Belajar Mendesign Di Booth Dream Dress

Sementara saya sibuk tanya sana-sini di booth-booth sekolah dan mendengarkan talkshow,  Naeema sibuk berpindah dari aktifitas satu ke aktifitas lain yang disediakan oleh panitia. Dari mulai menyusun lego, nail art, mewarnai, membuat gelang dan menjahit. Menjahit, mewarnai, membuat gelang adalah aktifitas yang diminatinya. Oh iya...ada sesi mendongeng yang dibawakan oleh Ka Acid. Di sesi dongeng ini Naeema memberanikan diri untuk naik ke atas panggung mendengarkan dongeng bersama anak-anak yang lain. Dari banyak booth itu Naeema paling suka berlama-lama di booth nya Dream Dress. Sepertinya dia memang suka dengan kegiatan yang membutuhkan ketelatenan dan sisi feminin. Dia sangat menikmati menjahit jelujur disana. Boleh juga mampir ke tempat kursusnya untuk trial.

Di sesi terakhir Naeema ikut bergabung dengan anak-anak lainnya menunggu penampilan dari Naura. Lucunya adalah sebenernya Naeema tidak kenal siapa Naura, pernah lihat instagramnya tapi mungkin tidak ingat, hehehe. Hari itu dia belajar lebih berani dan percaya diri menentukan apa yang dia inginkan. Selamat Naeema, kamu berhasil melewati tantangan hari ini.

Pokoknya saya tidak menyesal deh datang ke Sunlife Edufair ini. Mempelajari hal-hal baru, mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan yang mungkin belum pernah dia temukan sebelumnya dan tentu saja ini gratis. Mudah-mudahan acara seperti ini bisa berlangsung tiap tahun.  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...