05 May 2016

Bicara Entrepreneurship Bersama Jesicca Iskandar

www.desyyusnita.com

Siapa yang tidak kenal Jessica Iskandar alias Jedar, sebagai public figure yang sering muncul di televisi membuatnya dikenal tidak hanya di Indonesia tapi juga di luar negeri. Wanita kelahiran 20 Januari 1988 ini memulai karir nya ditahun 2000-an. Dulu saya sendiri mengenalnya dari beberapa tayangan FTV yang diputar disalah satu saluran televisi swasta. Image yang muncul dari setiap perannya di FTV biasanya adalah gadis belia yang manja, hal ini diperkuat dengan intonasi bicaranya yang memberikan kesan manja. Image ini yang kemudian mungkin terbawa sampai sekarang.

04 May 2016

RJ Facial Cleanser Untuk Semua

www.desyyusnita.com


Sehari-hari saya jarang menggunakan make up yang tebal, cukup sunblock, bedak tipis (kadang-kadang), maskara dan lipstick. Kulit wajah saya sendiri bukan termasuk kulit yang sensitif, justru cenderung kering. Tapi bukan berarti saya jadi malas membersihkan wajah. Iya….. mencuci wajah itu harus, tentu saja demi menjaga kebersihan dan juga merawat kulit wajah yang sudah seharian disiksa dengan paparan polusi, sinar matahari, keringat, debu, ditambah keluar masuk ruangan ber AC membuat kulit wajah saya menjadi berminyak.

03 May 2016

Kesan Menggoda Dari Hygiea

www.desyyusnita.com


Tiap kali mandi pakai Hygiea dan lihat warna nya emas kecoklatan yang dihasilkan dari madu propolis, membuat aku seperti diva deh. Ditambah harumnya yang lembut jadi memperkuat kesan eksklusif, hahaha…. Iya, saya lebay. Itulah yang saya rasakan di moment-moment mandi saya bersama Hygiea.

Kamu belum tahu apa itu Hygiea? 

28 April 2016

Terra Nova, Fashion Show by Muse 101

Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saya menghadiri Fashion Show di acara Indonesia Fashion Week yang berlangsung pada 10-13 Maret 2016 yang lalu. Undangan ini saya dapatkan dari komunitas Indonesia Hijab Blogger (IHB). Sebagai perempuan penyuka Fashion, kesempatan seperti ini tidak akan saya lewatkan. Fashion dianggap sebagai penunjang penampilan kita agar selalu tampil percaya diri. Saya sendiri suka sekali mix & match baju sehari-hari, tujuannya sih supaya tidak bosan dan terkesan memiliki koleksi baju yang banyak padahal tidak, ini memang trik saya hehehe. Pakaian saya itu tidak harus mahal, yang penting pantas, bersih dan wangi.

21 April 2016

Smesco Digipreneur Day - Untuk Kemajuan UKM Indonesia

www.desyyusnita.com


Sebagai seseorang yang sedang belajar menjadi Enterpreneur, datang ke acara Smesco Digipreneur Day kemarin sangatlah berguna bagi saya. Smesco Digipreneur Day adalah acara yang diselenggarakan hasil kerjasama Smesco Rumahku, Digipreneur dan Mitra Branding atau yang biasa dikenal dengan Indoblognet. Dilaksanakan selama 2 hari yaitu 19-20 April 2016, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para UKM agar lebih sadar dan memahami peran penting dunia digital untuk kemajuan usaha mereka.

17 April 2016

Be Smart Mom With Naqiyyah Syam

Ibu adalah inspirasi bagi anak-anaknya. Menjadi Ibu adalah cahaya bagi keluarganya. 

Kalimat itu yang menarik perhatian saya ketika berkunjung ke blog milik seorang perempuan bernama Naqiyyah Syam. Naqiyyah Syam bukanlah nama sebenarnya, melainkan nama pena. Tapi justru nama pena itulah yang melambungkan namanya sebagai penulis. Naqiyyah berarti bersih, dan jernih, diharapkan melalui tulisan-tulisannya bisa memberikan penjelasan yang bebas dan jernih tentang suatu hal, sedangkan Syam adalah nama ayahnya yaitu Syamsil Sanoer.

15 April 2016

Kini CNI Bisa di Beli Online

Tau kan cerita drama saya di hari minggu pagi? Ceritanya belum selesai sampai disitu, sesi drama  itu kemudian berubah menjadi sesi peluang bisnis dan banyak pengetahuan, loooh. Kenapa begitu? Karena ada Mas Marcelinus Ferdinand, Head of Marketing Manager CNI ikut bergabung bersama rombongan kami siang itu dan menjelaskan tentang geraiCNI.com. Bukan hanya menjelaskan tentang website itu sendiri namun juga menjelaskan peluang-peluang apa saja sih yang bisa kita dapatkan di website tersebut?

09 April 2016

Nostalgia di Kantor CNI

www.desyyusnita.com

Beberapa minggu ini nama CNI lumayan sering terlihat di  timeline sosial media teman-teman. Terus terang saya baru dengar lagi tentang produknya setelah beberapa tahun ini tidak lagi mendengar tentang produk-produk CNI , ternyata masih ada ya. Ketika minggu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke kantor CNI, awalnya hanya antusias dengan materi-materi yang diberikan oleh narasumber dibanding dengan main dikantornya. Tapi begitu sampai disana, yang ada saya justru nostalgia masa-masa kuliah dulu.

04 April 2016

Sore di Taman Lembang



Taman adalah suatu tempat yang saya dambakan bisa dimiliki oleh Kota Depok tercinta. Suatu tempat yang bisa digunakan untuk rekreasi, piknik, berkumpul, beraktivitas seperti berolahraga, refleksi, jogging dan lain sebagainya.  Dapat dijadikan tempat untuk sekedar duduk menenangkan diri, melihat indahnya langit dan hijaunya rerumputan. Sayangnya tempat seperti itu tidak ditemukan ditempat saya *puk puk desy. Ada sih tapi itu hanya di Kampus UI. Jadi itu Kampus atau Taman? Sudahlah.

02 April 2016

Blogger vs Dunia Nyata



Sejak saya memutuskan untuk berhenti dari dunia kerja kantoran. Saya memutuskan untuk aktif kembal untuk ng-blog. Paling tidak dengan nge-blog membangu saya untuk mengatasi semacam post power syndrom. Menjadi blogger bukanlah hal yang baru sekali bagi saya. Nge-blog sudah sejak 2007, namun sebatas curhatan dan disimpen untuk sendiri. Nama blog saja saya buat yang sulit namun tetap cute *kemudian dilempar sandal oleh pembaca. Beberapa bulan lalu saya berniat untuk merevolusi blog saya. Banyak hal yang saya ubah termasuk sosial media juga kena imbasnya. Semua demi karya dan tetap produktif bahkan dari hobi sekalipun. Yaa....ibaratnya sambil menyelam minum air.

Sebagai blogger yang baru bangun dari mati suri, sudah pasti saya perlu upgrade skill saya dalam banyak hal. Misalnya kemanpuan menulis, menentukan niche blog dan technical skill. Duh....ternyata jadi blogger yang mau menghasilkan saja perlu effort yang juga besar. Gak masalah....saya akan lalui itu. Menjadi blogger saat ini bisa dibilang memiliki peluang yang cukup baik juga untuk menjadi rekan brand dalam memasarkan produknya. Karena itu banyak acara launching, awareness atau sekedar gathering yang melibatkan blogger. 

Datang ke acara yang diadakan suatu brand pasti merupakan kesempatan yang luar biasa bagi saya seorang blogger pendatang baru ini. Dengan datang ke event yang saya harapkan adalah networking. Ibaratnya saya melakukan observasi deh *psikolog gagal. Melihat bagaimana suatu event berjalan *obsesi jadi EO, mendapatkan ilmu yang berguna bagi saya atau paling tidak saya bisa bagikan informasinya di postingan blog saya yang sesuai dengan niche saya tentu saja. Datang ke event itu otomatis menjadi orang yang lebih dulu tahu daripada masyarakat luas, itu kalau acaranya launching. Bisa kopdar dengan teman-teman sesama blogger, silaturahmi kan memperpanjang rejeki ya.

Jika hadir disuatu acara tidak slelau harus ada kompensasi berupa materi atau uang tranport. Kebanyakan hanya diundang datang saja, alhamdulillah pulang bawa goodie bag terkadang lumayan loh, ya kan ya kan. Bukan berarti tidak ada uang transport membuat saya urung datang, tetap datang tapi ya itu dengan kompensasi hal-hal diatas yang sudah saya jelaskan.

Naah....karena sekarang hanya berbekal uang saku dari suami *kadang-kadang alhamdulillah masih bisa punya uang dari usaha sendiri sih, harus bisa atur strategi supaya pengeluaran jajan dan lain-lain tetap kondusif.

Saya lebih banyak menggunakan transportasi umum seperti commuter line (kereta) dan ojek online daripada taxi. Jika makan sudah disediakan oleh penyelenggara acara, diusahakan banget saya tidak jajan lagi tuh. Ketergantungan saya akan kopi masih belum berubah, kalau biasanya dikantor udah ada coffee machine, sekarang saya buat sendiri, dan sebisa mungkin minum kopi dirumah dibanding mampir ke coffee shop amerika itu *kalo dibayarin sih ga nolak.

Dan kalau harus kesuatu acara, daripada cuma datang untuk acara itu saja, biasanya saya sempatkan janjian sama teman-teman kantor untuk silaturahmi. Jadi semakin banyak keuntungan yang didapatkan, bisa kangen-kangenan, refreshing dan tetap jaga silaturahmi. Jadi merasa lebih efektif aja dan setimpal dengan timbal balik yang diterima. 

Yah begitulah, kalau di foto suka terlihat seneng karena bisa datang ke suatu acara itu benar koq, serius deh. Walau pada kenyataannya kadang harus ada pengorbanan. Tapi saya yakin, niat silaturahmi itu pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik koq. Seperti ajaran mertua di postingan sebelumnya. 

01 April 2016

Mengenal Lebih Dekat Tentang Alergi Protein Susu Sapi Pada Anak


Alergi adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. -wikipedia (diakses tanggal 1 April 2015)-
Dulu saya tidak pernah perduli dengan alergi. Bukan tidak mau peduli, tapi bertemu kasus alergi saja rasanya tidak pernah. Tapi sejak menikah dengan suami saya, saya jadi akrab dengan kata alergi. Pasalnya suami saya memiliki alergi terhadap beberapa hal, seperti: debu, cuaca dingin dan mint. Debu dan udara dingin akan merangsangnya untuk bersin-bersin, sementara mint akan merangsang asma nya kambuh. Pengalaman suami saya itu tidak membuat saya belajar atau mencari tahu tentang alergi. Pengetahuan saya hanya sebatas, yang penting jangan sampai suami saya terpapar makanan/minuman yang membuat alerginya muncul. 

Dulu saya tidak paham kalau alergi itu menurun. Ketika Naeema berusia 9 bulan dan terkena penyakit HMFD (Hand, Mouth, Feet Disease) atau biasa disebut flu singapur dan hampir mengalami dehidrasi namun asi saya tidak mencukupi karena sudah jarang memompa asi di kantor, maka atas saran dokter akhirnya saya mulai memberikan susu formula. Saat itu saya memberikan Naeema susu formula biasa. Tetapi beberapa menit setelah pemberian susu formula tersebut muka Naeema keluar bintik-bintik merah disekitar wajahnya. Setelah berkonsultasi dengan dokter anak barulah saya paham kalau Naeema memiliki alergi protein susu sapi. 

Alergi ternyata menurun ke anak. Dan saya tidak menyadari hal itu. Setelah berkonsultasi kembali dengan dokter akhirnya saya mengikuti saran dokter untuk mengganti susu formula yang mengandung protein susu sapi dengan susu soya. Naeema tidak hanya alergi terhadap protein susu sapi yang membuat wajahnya bermunculan bintik merah, tapi juga tiap kali makan ayam atau udang pasti kulitnya akan mengalami dermatitis. Akhirnya saya memutuskan untuk memberikan ayam dan udang secara berkala, sedikit demi sedikit sampai tubuh nya resisten. Alhamdulillah sekarang sudah bisa makan ayam dan udang, dan dermatitis nya sudah tidak muncul. 

www.desyyusnita.com
Dr. Lula Kamal membuka acara 

Itulah yang menyebabkan saya tertarik hadir di acara yang diadakan oleh Sari Husada #NutriTalk yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2016 di Hotel Double Tree Cikini. Acara #NutriTalk yang dipandu oleh Dr. Lula Kamal, siang itu akan membahas tentang alergi protein susu sapi pada anak. Cocok sekali dengan pengalaman saya sewaktu Naeema kecil dulu. Penasaran membawa berkah, alhasil saya mendapat banyak hal baru terkait dengan alergi tersebut dan tumbuh kembang. Diskusi siang itu menghadirkan pembicara yang memang ahli di bidang tumbuh kembang anak yaitu DR. Dr. Rini Sekartini, SpA(K), beliau adalah Konsultan Tumbuh Kembang Anak di RSCM Jakarta dan Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes yang adalah Konsultan Alergi Imunologi Anak Fakultas Kedokteran di Universitas Padjadjaran.

1000 Hari Pertama Kehidupan
Melalui paparan yang disampaikan oleh Dokter Rini, saya jadi tahu bahwa 1000 hari pertama (0 - 2 tahun) merupakan fase yang sangat penting dalam tumbuh kembang manusia. Oleh sebab itu pada fase ini sebaiknya kebutuhan dasar tumbuh kembang baik secara biologis, kasih sayang dan stimulasi dapat dipenuhi. 

Pemberian makan pada bayi juga perlu diperhatikan, seperti:
  • 0 – 6 bulan pemberian ASI Eksklusif
  • > 6 bulan pemberian ASI dan MPASI (Makanan Pendamping ASI)
  • Pemberian makanan keluarga
Dan tentu saja asupan ibu pada saat hamil juga tidak kalah pentingnya. 

Fakta Alergi
Saya baru tahu jika salah satu orangtua (ayah atau ibu) memiliki riwayat alergi maka anak akan memiliki alergi walaupun hanya 20% - 30%. Ini persis seperti kasusnya Naeema, dimana suami saya memiliki riwayat alergi dan saya tidak. Pada orangtua yang tidak memiliki risiko alergi pun tetap memberikan peluang kepada anak memiliki risiko alergi sebesar 5% - 15%. Tidak heran jika ada suatu penelitian yang mengatakan bahwa 1 dari 12 anak memiliki risiko alergi protein susu sapi. 

Risiko Alergi Anak
Risiko Alergi Anak Berdasarkan Genetika

Pembahasan alergi yang dipaparkan oleh Dokter Budi memang lebih menitik beratkan pada alergi protein susu sapi. Karena susu sapi merupakan alergen yang banyak dilaporkan pada tahun pertama kehidupan. Menurut data World Allergy Organization (WAO) anak-anak di dunia yang memiliki alergi pretein susu sapi adalah sebesar 1,9% - 4,9%. Selain susu sapi juga ada telur, kacang-kacangan, makanan laut, gandum dan ikan yang juga menjadi alergen pada tahun pertama kehidupan.
Alergen adalah bahan-bahan yang bisa menyebabkan hipersensitivitas.
Gejala-gejala yang muncul pada anak yang alergi protein susu sapi adalah:
- Gejala pada kulit
- Gejala pada saluran napas
- Gejala pada saluran cerna

Gejala Alergi
Gejala yang muncul pada anak yang alergi protein susu sapi

Dari masing-masing gejala tersebut tidak sepenuhnya muncul secara bersamaan diusia yang sama, bahkan alergen nya bisa juga berbeda. Misalnya saja pada usia 0 – 3 tahun anak memiliki alergi terhadap makanan sehingga muncul gejala pada kulit, namun saat usia > 3 tahun alergi terhadap makanan tersebut hilang dan berganti menjadi alergi terhadap debu dan menyebabkan munculnya gejala pernapasan.

Meminimalkan Risiko Alergi
Jangan sampai informasi yang saya berikan diatas membuat kamu takut menikah dengan pasangan yang memiliki alergi ya. Tenang…..semua itu ada solusi atau pencegahannya.

Alergi memang tidak bisa dihindari sih ya, tapi paling tidak, bisa kita minimalisir dampaknya jika kita tahu sejak awal kalau anak yang akan kita lahirkan memiliki risiko alergi.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk meminimalisir dampak dari risiko alergi tersebut dimulai dari:
  • Sebelum kehamilan itu terjadi. Dengan cara menghindari paparan dengan asap rokok secara langsung.
  • Di masa kehamilan. Diet yang sehat dan seimbang, penuhi asupan vitamin yang diperlukan saat kehamilan. Risiko kekurangan gizi dan protein akan merugikan bagi janin. 
  • Saat persalinan. Informasikan kepada Dokter anak anda bahwa anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, sehingga Dokter anak akan langsung tahu apa yang harus dilakukan jika suatu hal terjadi. 
  • Usia 1 tahun. Berikan ASI Ekslusif sampai dengan 6 bulan. Pengenalan makanan padat di usia 4-6 tahun pada kelompok yang memiliki risiko alergi akan menurunkan kejadian alergi itu sendiri.
  • Usia > 2 tahun. Berikan anak makan-makanan yang bergizi, makanan rumah dan bukan makanan cepat saji.
Bagaimana jika ibu tidak bisa memberikan ASI pada bayi yang memiliki risiko tidak toleran terhadap protein susu sapi?. Pemberian nutrisi tetap harus diberikan dengan cara memberikan nutrisi dengan protein terhidrolisasi parsial. 

Protein terhidrolisasi parsial adalah sebuah teknologi yang memotong panjang rantai protein menjadi lebih pendek dan memperkecil ukuran massa molekul protein sehingga protein akan lebih mudah dicerna dan diterima oleh anak. - Prof. DR. Dr. Budi Setiabudiawan, SpA(K), MKes-

Tapi jika kasusnya seperti Naeema, yang memang sudah jelas alergi terhadap protein susu sapi, maka pemberian susu yang mengandung isolat protein kedelai merupakan cara terbaik. Berdasarkan penilitian susu ini dapat dijadikan pilihan yang aman bagi anak yang memiliki alergi protein susu sapi karena dapat ditoleransi dengan baik. Jadi, bukan berarti anak alergi protein susu sapi tidak diberikan susu ya. Penggantian nutrisi tersebut bisa digantikan dengan formula kedelai. 

Bagaimana, sudah cukup berkenalannya dengan alergi? Semoga informasi ini bermanfaat sehingga Bunda menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan jika memiliki anak dengan risiko alergi.

31 March 2016

Masih Umur Belasan

Akibat dari saya mengunduh aplikasi musik Spotify yang baru launching tanggal 30 Maret 2016 di apps store, kemudian menemukan banyak folder-folder keren yang berisi playlist sesuai keinginan dan mood kita sampai akhirnya saya memilih untuk membuka folder 90’s Smash Hits. Folder lagu itu membuat saya flashback ke tahun 1995-1998, saat saya masih berusia belasan.

Saat itu saya masih duduk dibangku SMP di daerah pinggiran Jakarta yang dikenal dengan Kota Depok. Tahun pertama sebagai anak SMP merupakan masa saya melakukan observasi dan penyesuaian sana-sini. Main sama siapa saja, tidak terlibat atau terbatas dengan salah satu geng mana pun. Iya…jaman itu kami pun sudah mengenal yang namanya geng. Cukup aktif di beberapa ekstrakulikuler seperti Pramuka dan Paskibraka walaupun awalnya adalah paksaan, tapi lama-lama seneng juga. Dari pramuka saya beberapa kali ikut kegiatan Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) yang diadakan disekolah. Kemudian menjadi tim pembawa bendera selama 2 tahun berturut-turut dalam rangka merayakan HUT Republik Indonesia. Masuk ke tim ini saja bukan hal yang mudah, latihannya pasti dilakukan setelah pulang sekolah dibawah terik matahari. Kegiatan yang lebih banyak di outdoor itu yang kemudian membuat kulit saya semakin hitam manis tidak eksotik. 


Spice Girls - Wannabe


Kenangan itu semakin merajalela diingatan saya ketika aplikasi music Spotify memutar lagu Spice Girls yang judulnya Wannabe. Lagu itu adalah lagu legendaris bagi saya dan teman-teman yang tergabung dalam tim cheerleader. Iya, selain kegiatan ekskul Pramuka dan Paskibraka, di kelas 2 saya mulai bergabung dengan tim cheerleader. Sebenarnya sih cheerleader “ala-ala” saja, soalnya lebih banyak battle dance nya dibanding menyemangati dalam suatu pertandingan, hahahaha. Berat badan saat itu mungkin masih kurang dari 35kg, kurus banget atau mungkin terlihat kurang gizi. Mungkin karena itu kemudian saya dijadikan sebagai flyer (posisi atas dalam suatu formasi). 

Cheerleader pada jaman itu memang sedang booming. Kami sampai membayar (secara urunan) guru untuk mengajarkan kami teknik-teknik dasar cheerleaders. Guru itu tak lain adalah Kaka dari teman saya sendiri. Kaka itu bukan guru professional tetapi merupakan anggota cheerleader di salah satu SMK terkemuka di Jakarta yang seringkali memenangkan kejuaraan. 

Tim Cheerleaders kami mungkin hanya tim “mainan”, tim yang tidak pernah benar-benar tampil sebagai cheerleader, tapi keringat yang kami keluarkan saat latihan, galaknya pelatih kami sampai gerakan-gerakan seperti split, kayang itu bukan lah main-main . Semua itu benar-benar kami lakukan demi untuk latihan dan impian siapa tahu suatu hari bisa ikut kejuaraan. Meminjam ruang serba guna di SMP sehabis pulang sekolah, sampai kaki kapalan pun tidak masalah. Keringat membasahi baju kami, debu menempel di kaki pun kami abaikan. Demi aktualisasi diri menjadi seorang pemandu sorak, hahaha. Baru pemanasan saja sudah tidak bisa dibilang enteng, gerakan push up, skot jump, sit up dan gerakan yang lainnya dilakukan 20 kali atau lebih. Saat itu dengan menari saja bisa menghilangkan kepenatan loh.


Jump Around - House of Pain

Jump Around dari House of Pain juga merupakan lagu legendaris bagi kami. Lagu ini lebih banyak digunakan sebagai lagu battle, dimana yang menjadi lawan kami adalah kaka kelas yang memang mahir sekali break dance. Lagu ini seakan memberikan kekuatan bahwa perempuan dan laki-laki setara dan layak menang, pada masa itu. 

Tim Cheerleaders
Tim Cheerleaders - ABG 
www.desyyusnita.com
Tim Cheerleader - Dewasa
21 tahun sudah berlalu, tapi kenangan jaman kami ABG (Anak Baru Gede) itu masih saja menyenangkan untuk diingat. Meskipun tidak semua nya adalah kenangan indah, tapi saya bersyukur paling tidak kami semua berhasil melewati masa-masa kritis nya pubertas dengan baik, bertahan ditengah cobaan hidup yang pasti. Berusaha menjadi seseorang yang lebih baik. You Rock Girls......!!!

Belajar Passion, Fokus dan Komitmen Dari Ernawaty Lilys


Passion, Fokus, Komitmen


Apa yang terjadi pada perempuan setelah menikah? 

Perempuan setelah menikah bisa saja berhenti bekerja, menjadi Ibu Rumah Tangga, mengurus suami, mengurus anak, dan kemudian berhenti berkarya. Alih-alih menjalankan fungsi istri dengan baik bahkan hanya menunggu pemberian nafkah dari suami, sampai kehilangan motivasi untuk berkarya setelah menikah. Mereka rela melepas demi pengabdian bahkan ada saja mereka yang membatasi diri, tenggelam dalam dunia nya sendiri (hanya antara anak dan rumah saja) sehingga akhirnya enggan meningkatkan kemampuan diri. Apakah kamu menemukan hal-hal seperti itu di lingkungan sekitar? Tetapi hal itu tidak saya temukan di sosok seorang Ernawati Lilys

Ernawati Lilys
Ernawati Lilys Bersama 2 Putra nya


Ada beberapa hal penting yang saya pelajari dari Mba Ernawati adalah tentang Passion, Fokus dan Komitmen. 


Passion


Menganggap menulis sudah menjadi bagian dalam hidupnya bahkan disetiap helaan nafas. Mencoba mengisi setiap waktu luangnya dengan menulis. Semua media dia gunakan untuk menuangkan ide-ide yang selalu datang bahkan kadang tidak tepat waktu. Ketika harus menjalankan peran ibu, tepatnya ketika salah satu anaknya harus dirawat di rumah sakit, Mba Ernawati tidak membiarkan itu menjadi peluang untuk meratap atau bersedih, dia alihkan dengan kegiatan yang menghasilkan energy positif yaitu menulis. Menulis ide-ide langsung di laptop atau secara konvensional di buku tulis. Tentu saja dari ide-ide itu akan berkembang lagi menjadi suatu karya. Luar biasa bukan, ketika kita sudah melakukan sesuatu dengan passion maka yang dihasilkan adalah kreatifitas.

Passion nya dalam menulis tidak hanya sekedar menulis buku dan cerpen. Kini hasil tarian jari jemarinya merangkai kalimat juga bisa dinikmati di blognya. Melalui blognya dia pun berusaha menorehkan sebuah prestasi. Ini bisa dilihat dari beberapa tulisannya yang dibuat karena ingin mengikuti kompetisi blog. 

Kemudian yang bisa keluar dari mulut saya hanya “WOOOW”. Dan saya pun mulai berpikir,”apakah Mba Erna tidak pernah kehabisan ide ya”. Ini mungkin yang dinamakan work with passion, ya. 

www.desyyusnita.com
Karya Ernawati Lilys


Fokus


Fokus pada hasil akhir walaupun proses nya tidak semudah yang dibayangkan. Ini yang kemudian dijalankan oleh Mba Ernawati. Misalnya ketika mengandung 8 bulan dia harus menjalankan 3 peran sekaligus yaitu karyawati, mahasiswi dan istri yang sedang mengandung. Meskipun akhirnya Mba Ernawati lebih memilih mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja, tapi perjuangan tidak berhenti sampai disitu. Harus tetap survive karena setelah melahirkan, masih harus mengikuti ujian akhir dikampusnya. Stress sih sudah pasti, tapi karena fokus pada tujuannya, Mba Ernawati berhasil melewati itu semua. Bahkan hingga kini, dia juga tetap fokus kepada peranannya masing-masing, baik sebagai penulis, ibu rumah tangga dan pengusaha online shop.

Komitmen

Memiliki komitmen itu penting sekali. Harus bisa membagi waktu antara menjadi istri, penulis dan pengusaha online shop rasanya akan sulit dilakukan jika tidak punya komitmen. Apalagi jika mengharapkan semua itu berjalan seiringan dan tentu saja membuahkan hasil. Belum lagi kalau sewaktu-waktu harus menghadiri acara diluar terkait promosi bukunya atau sosialisasi dengan sesama penulis di forum lingkar pena yang dia ikuti. Harus pintar-pintar membagi waktu dan memiliki strategi agar waktu yang digunakan benar-benar efektif dan efisien.

Keberhasilan dari ke-tiga faktor tersebut tentu saja berkat dukungan dari orang-orang sekitar Mba Ernawati. Dalam hal suami paling berperan penting. Keiklasan suami lah yang menjadikan ke-tiga hal tersebut diatas berjalan seiring dan sukses. 

Kalau kamu masih pengen tahu lebih jelas bagaimana Mba Erna mengkombinasikan antara ke-tiga itu (Passion, Fokus dan Komitmen) bisa langsung berkenalan dengan dia di social media dibawah ini:


30 March 2016

Cara Sederhana Untuk Bahagia

www.desyyusnita.com


Apakah kamu bahagia?. Setiap orang pasti mencari kebahagiaan. Tapi bagaimana sih cara mencapai kebahagiaan itu. Bahagia bagi setiap orang pasti berbeda. Tapi ijinkan saya berbagi tentang cara bahagia yang saya pelajari dari keluarga suami saya.

Bahagia bagi mereka itu sederhana yaitu silaturahmi. Iya…...kata silaturahmi sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi bagi seorang muslim, silaturahmi dipercaya membuka pintu rejeki. Terus terang positifnya silaturahmi baru saya rasakan benar-benar ketika saya menikah dengan suami saya. Dulu silaturahmi hanya sekedar kalimat saja atau hanya kegiatan setahun sekali kalau kumpul di hari raya. Rasanya dulu saya tidak pernah mendapatkan esensi silaturahmi secara utuh selain daripada kegiatan rutin saja. Mungkin karena saya belum matang seperti sekarang *terus sekarang berasa sudah matang, Des (kemudian kibas jilbab).

Keluarga besar saya termasuk keluarga yang dibilang kurang komunikasi antar keluarga inti sehingga intensitas silaturahmi kami hanya setahun sekali. Hal ini berbanding terbalik dengan keluarga besar suami saya. Baik Ibu dan Bapak Mertua saya berasal dari keluarga yang sama-sama memiliki anggota keluarga yang banyak dan budaya silaturahmi pun kental dikeluarga mereka. Dari mereka kemudian saya belajar banyak tentang hikmah silaturahmi itu benar-benar membawa rejeki. Bahkan sampai dengan indahnya memberi walau dalam kondisi pas-pas an sekalipun. Silaturahmi yang mereka jaga tidak hanya sebatas dengan keluarga besar tetapi juga dengan lingkungan sekitar. 

www.desyyusnita.com
Ibu & Bapak Mertua

Contoh-contoh yang mereka lakukan demi menjaga silaturahmi adalah:

- Menengok mereka yang sakit. Baik itu saudara yang masih ada hubungan darah, saudara sekampung atau hanya tetangga. Terutama jika lokasi tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah, kalaupun jauh bisa menanyakan kabar melalui telephone. 

- Melayat jika ada kerabat, saudara atau tetangga yang meninggal dunia. Juga turut membantu dirumah duka.

- Mendatangi rumah kerabat jika mampir kesuatu daerah, dengan catatan tahu tempat tinggal kerabat tersebut. 

- Berusaha untuk selalu hadir di acara syukuran pernikahan, sunatan, dll jika diundang, meski itu diluar kota sekalipun.

- Membantu kerabat yang kesulitan, tidak selalu dalam bentuk materi tetapi bisa juga non-materi.

Selama 7 tahun ini saya selalu melihat mereka melakukan hal itu. Tidak hanya dilakukan saat mereka punya rejeki lebih, namun ketika mereka tidak punya pun mereka selalu berusaha menjaga silaturami itu. Ternyata banyak banget loh positif nya jika kita bersilaturahmi.

Misalnya ketika kami main ke Yogyakarta dalam rangka wisuda adik ipar, banyak sekali kerabat yang menawarkan rumahnya untuk tempat kami menginap, kemudian menawarkan kendaraan untuk kami pakai. Sayangnya waktu itu kami sudah menyewa penginapan, dan menyewa mobil dengan harga yang cukup murah (ini juga hasil silaturahmi). Begitu kami main ke rumah saudara Bapak Mertua, masih di daerah Yogyakarta, kami dibekali salak pondoh 15kg, kebetulan saudara kami itu juga petani salak. Bahkan ketika kami pulang kampong pun, biasanya cukup bilang saja mau menginap dirumah saudara yang mana, mereka dengan senang hati menerima kami sekeluarga. 

Jika keluarga mertua mengadakan hajatan, tidak hanya dari keluarga besar namun tetangga dan kolega juga banyak yang membantu. Membantu itu tidak hanya dalam bentuk materil namun non materil juga. Itulah yang namanya rejeki. Bahkan perhatian saja sudah membuat mereka bahagia.

Bagi kita dijaman sekarang ini, yang mereka lakukan mungkin hanya membuang-buang waktu atau tidak penting karena tidak menguntungkan secara materil. Tapi dengan melihat mereka saya akhirnya sadar bahwa energy positif yang Ibu & Bapak Mertua saya berikan kepada orang-orang yang mereka perhatikan melalui silaturahmi memberikan efek positif juga bagi mereka. Mereka percaya bahwa silaturahmi bisa mendatangkan rejeki bagi mereka. Rejeki itu adalah menjadi bahagia, menjadi lebih iklas dan sabar, bahkan bukan hanya bahagia dunia tetapi juga akhirat. Itulah kemudian yang coba mereka tularkan kepada kami, anak-anak mereka. Bahwa silaturahmi akan membuka pintu rejeki dan membuat bahagia.

Mau coba tips bahagia ala Mertua saya? Yuk kita silaturahmi

29 March 2016

Kunyit, Obat Herbal Untuk Sakit Maag

Sakit Maag

Sakit Maag adalah penyakit yang paling umum diderita oleh semua orang. Sakit maag disebut juga dengan gastritis merupakan penyakit pada pencernaan karena terjadinya pembengkakan, peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. 

Sakit maag disebabkan karena makan tidak teratur, terlalu banyak makan pedas dan asam, minum minuman yang mengandung kafein, soda dan alcohol. Bisa juga disebabkan karena pola tidur yang tidak teratur dan stress, dan merokok. Sakit maag ini ternyata tidak bisa sembuh total loh, namun bisa diantisipasi jika penderita makan secara teratur.
Sakit Maag

Gejala-gejala sakit maag adalah:
- Sakit saat buang air besar
- Mual dan muntah
- Sering merasa lapar
- Asam lambung naik sehingga perut kembung
- Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada 
- Sering bersedawa

Penyakit ini sendiri cukup familiar bagi keluarga saya, entah kenapa walaupun bukan penyakit keturunan tetapi masalah lambung merupakan penyakit yang diderita turun temurun oleh keluarga saya. Mulai dari nenek, mama dan kemudian saya, kami sama-sama bermasalah dengan lambung dan pencernaan. 

Dulu Nenek saya bisa sampai pingsan jika sakit maag ini menyerang. Sementara Mama, hingga sekarang harus makan tepat waktu dan pantangan makan-makanan yang mengandung gas seperti kopi dan kol, kalau tidak rasa perih akan menyerang dan bisa berhari-hari menghantui ulu hatinya. Dan saya, alhamdulillah masih belum separah Nenek dan Mama saya, tapi kalau sudah perih saya perlu bed rest seharian sambal perut ini di kompres. Perut ini rasanya perih sampai hampir sulit berdiri tegak dan berjalan.

Keluarga kami termasuk orang-orang yang suka pengobatan herbal daripada ke dokter. Walaupun sesekali perlu juga ke dokter jika membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Tet api untuk pertolongan pertama kami biasa meminum ramuan herbal yang dibuat sendiri dirumah. Ramuan herbal yang kami minum biasanya terbuat dari kunyit. Ada 2 macam kunyit yang biasa kami gunakan sebagai ramuan herbal untuk mengobati sakit maag, yaitu:

Khasiat Kunyit Kuning
Kunyit Kuning

Khasiat Kunyit Putih
Kunyit Putih

1. Kunyit yang berwarna kuning, yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur
2. Kunyit putih, sejenis umbi.

Kunyit kuning biasa digunakan sebagai langkah awal pengobatan, jadi misalnya sakit maag baru saja menyerang kita, maka biasanya mama akan membuat ramuan kunyit kuning terlebih dahulu. Baru kemudian jika dalam 2 atau 3 hari belum sembuh biasanya mama saya akan membuatkan ramuan kunyit putih. Jujur saja saya juga kurang paham kenapa mama saya melakukan tingkatan pengobatan seperti itu, namun kunyit tersebut sama-sama memiliki manfaat untuk pengobatan sakit maag. 

Ada beberapa kelebihan dari Kunyit putih yang tidak dimiliki oleh kunyit kuning yaitu sebagai pengendali gejala kanker karena mampu menahan peradangan dan pembengkakan jaringan tubuh. Kunyit putih juga dapat mengatasi keputihan untuk menghindarkan terjadinya masalah seperti gejala kanker servik.

Kunyit memiliki senyawa yang disebut dengan kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin, bisdesmitoksikurmunin, dan zat bermanfaat lainnya seperti lemak dan kandungan minyak atsiri.

Cara membuat ramuan kunyit baik yang kuning maupun putih adalah sebagai berikut:

- Ambil beberapa buah kunyit (2-3 buah)
- Kupas dan bersihkan hingga bersih
- Parut kunyit dan kemudian peras
- Minum perasan air kunyit tersebut pada pagi dan sore

Ramuan kunyit ini khususnya kunyit putih tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, karena bisa membahayakan janin. Sebaiknya tidak di minum bersamaan dengan obat dari dokter karena akan mempengaruhi efektifitas obat yang diberikan oleh dokter. Meminum ramuan kunyit putih juga bisa memberikan efek samping yaitu penurunan gula darah. Jadi perlu diingat juga, jangan minum ramuan ini terlalu banyak. Cukup diminum pagi dan sore saja.

Bagaimana, apakah kamu berminat mencoba ramuan herbal yang berasal dari harta kekayaan alam Indonesia?Sakit Maag adalah penyakit yang paling umum diderita oleh semua orang. Sakit maag disebut juga dengan gastritis merupakan penyakit pada pencernaan karena terjadinya pembengkakan, peradangan atau iritasi pada lapisan lambung. 

Sakit maag disebabkan karena makan tidak teratur, terlalu banyak makan pedas dan asam, minum minuman yang mengandung kafein, soda dan alcohol. Bisa juga disebabkan karena pola tidur yang tidak teratur dan stress, dan merokok. Sakit maag ini ternyata tidak bisa sembuh total loh, namun bisa diantisipasi jika penderita makan secara teratur. 

Gejala-gejala sakit maag adalah: 
- Sakit saat buang air besar 
- Mual dan muntah 
- Sering merasa lapar 
- Asam lambung naik sehingga perut kembung 
- Nyeri yang terasa perih pada perut dan dada 
- Sering bersedawa 

Penyakit ini sendiri cukup familiar bagi keluarga saya, entah kenapa walaupun bukan penyakit keturunan tetapi masalah lambung merupakan penyakit yang diderita turun temurun oleh keluarga saya. Mulai dari nenek, mama dan kemudian saya, kami sama-sama bermasalah dengan lambung dan pencernaan. 

Dulu Nenek saya bisa sampai pingsan jika sakit maag ini menyerang. Sementara Mama, hingga sekarang harus makan tepat waktu dan pantangan makan-makanan yang mengandung gas seperti kopi dan kol, kalau tidak rasa perih akan menyerang dan bisa berhari-hari menghantui ulu hatinya. Dan saya, alhamdulillah masih belum separah Nenek dan Mama saya, tapi kalau sudah perih saya perlu bed rest seharian sambal perut ini di kompres. Perut ini rasanya perih sampai hampir sulit berdiri tegak dan berjalan. 

Keluarga kami termasuk orang-orang yang suka pengobatan herbal daripada ke dokter. Walaupun sesekali perlu juga ke dokter jika membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Tet api untuk pertolongan pertama kami biasa meminum ramuan herbal yang dibuat sendiri dirumah. Ramuan herbal yang kami minum biasanya terbuat dari kunyit. Ada 2 macam kunyit yang biasa kami gunakan sebagai ramuan herbal untuk mengobati sakit maag, yaitu: 

1. Kunyit yang berwarna kuning, yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur 
2. Kunyit putih, sejenis umbi. 

Kunyit kuning biasa digunakan sebagai langkah awal pengobatan, jadi misalnya sakit maag baru saja menyerang kita, maka biasanya mama akan membuat ramuan kunyit kuning terlebih dahulu. Baru kemudian jika dalam 2 atau 3 hari belum sembuh biasanya mama saya akan membuatkan ramuan kunyit putih. Jujur saja saya juga kurang paham kenapa mama saya melakukan tingkatan pengobatan seperti itu, namun kunyit tersebut sama-sama memiliki manfaat untuk pengobatan sakit maag. 

Aada beberapa kelebihan dari Kunyit putih yang tidak dimiliki oleh kunyit kuning yaitu sebagai pengendali gejala kanker karena mampu menahan peradangan dan pembengkakan jaringan tubuh. Kunyit putih juga dapat mengatasi keputihan untuk menghindarkan terjadinya masalah seperti gejala kanker servik. 

Kunyit memiliki senyawa yang disebut dengan kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin, bisdesmitoksikurmunin, dan zat bermanfaat lainnya seperti lemak dan kandungan minyak atsiri. 

Cara membuat ramuan kunyit baik yang kuning maupun putih adalah sebagai berikut: 
- Ambil beberapa buah kunyit (2-3 buah) 
- Kupas dan bersihkan hingga bersih 
- Parut kunyit dan kemudian peras 
- Minum perasan air kunyit tersebut pada pagi dan sore 

Ramuan kunyit ini khususnya kunyit putih tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil, karena bisa membahayakan janin. Sebaiknya tidak di minum bersamaan dengan obat dari dokter karena akan mempengaruhi efektifitas obat yang diberikan oleh dokter. Meminum ramuan kunyit putih juga bisa memberikan efek samping yaitu penurunan gula darah. Jadi perlu diingat juga, jangan minum ramuan ini terlalu banyak. Cukup diminum pagi dan sore saja. 

Bagaimana, apakah kamu berminat mencoba ramuan herbal yang berasal dari harta kekayaan alam Indonesia?





*Sumber Refrensi
http://manfaat.co.id/ - diakses tanggal 28 Maret 2016
http://wikipedia.com/ - diakses tanggal 28 Maret 2016


*Gambar:
http://penyakitmaag.net/
http://www.katasiputri.com/
http://saransehat.com/
https://farm1.staticflickr.com/

27 March 2016

Jurus Jitu Menghadapi MEA Bagi Freelancer (di Dunia Digital)


Freelance & MEA


Akhir-akhir ini kamu pastilah sudah sangat akrab dengan istilah MEA. MEA bukanlah nama orang apalagi nama makanan. MEA adalah kepanjangan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang merupakan bentuk integrasi ekonomi ASEAN dengan cara membentuk perdagangan bebas antar sesama negara ASEAN. 

Dengan MEA diharapkan bisa membuat pasar ASEAN menjadi lebih dinamis, makmur dan damai. Dapat mengimbangi kesenjangan pembangunan khususnya yang terjadi di Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja sehingga nantinya ASEAN bisa menandingi pasar China dan India. Tujuan lain dengan dibentuknya MEA ini adalah menjalin kerjasama yang efektif dalam bidang pertanian dan perindustrian, memajukan pendidikan masyarakat Asia Tenggara dan tentu saja saling membantu satu sama lain dalam bentuk pengembangan sumber daya manusia.

Negara Asean

Mulai dari pemerintah, industri swasta bahkan dunia pendidikan sedang berlomba-lomba mempersiapkan diri dalam rangka memasuki MEA ini. Tujuannya tentu saja untuk bisa bertahan dan setara dengan negara ASEAN yang lainnya. Dengan mulai diberlakukannya MEA maka tenaga asing akan sangat mudah masuk ke Indonesia. Karena itu Tenaga kerja dan Unit Kerja Mandiri (UKM) merupakan komponen yang sangat dipersiapkan dalam menyambut MEA.

Jika kita bicara tentang UKM, menurut DailySocial Indonesia, UKM yang saat ini memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi adalah dari UKM digital yaitu sebanyak 2%. Diperkirakan, pertumbuhan ini akan terus meningkat, sehingga ditargetkan akan mencapai 7% ditahun 2025. Tidak heran jika kini banyak bermunculan bisnis startup yang memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa dikembangkan.

Bisnis startup sangat kental dengan proses adaptasi yang cepat, sehingga cepat juga melakukan inovasi-inovasi demi perkembangan bisnis. Media sosial saat ini banyak dimanfaatkan sebagai media penjualan yang cukup menjanjikan, karena itu dibuatlah Online Marketplace yang diciptakan demi untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Dengan peluang bisnis yang cukup menjanjikan tersebut di UKM digital ini, maka tidak tertutup kemungkinan akan banyak pula dibutuhkan para pekerja lepas (freelance)

Dunia digital adalah dunia blogger. Sehubungan dengan kondisi saat ini yang menuntut kita untuk bisa menciptakan peluang, rasanya perlu juga mengembangkan sayap menjadi seorang freelance professional, tentu saja masih berhubungan dengan tulis menulis. Posisi yang bisa di isi oleh seorang blogger misalnya content writer, kontributor, buzzer, dan masih banyak yang lainnya. 

Kemudian, hal-hal apa saja yang perlu untuk saya pelajari, perbaiki dan sempurnakan untuk mencapai tujuan menjadi seorang freelance di dunia digital ini?. 

Jurus Menjadi Freelancer di era MEA


Jurus ini harus diperhatikan oleh seseorang jika ingin menjadi Freelancer di dunia digital, yaitu:

1. Leadership
Sebagai seorang freelance kita harus bisa menjadi seorang leader paling tidak untuk diri kita sendiri. Sifat ini diperlukan agar kita selalu bertanggungjawab dan disiplin untuk bisa mengerjakan pekerjaan sesuai dengan waktunya. Sifat ini juga diperlukan ketika harus menangani suatu projek yang melibatkan orang banyak.


2. Project Management
Mempunyai kemampuan dan pengetahuan merancang suatu projek dan melakukan koordinasi dengan tim jika diperlukan serta memiliki pemikiran-pemikiran yang inovatif dan kreatif.


3. Negosiasi
Hal ini diperlukan ketika harus melakukan penyamaan persepsi antara kita sebagai freelance dan pihak klien. Tentu saja kemampuan untuk meyakinkan klien itu diperlukan.


4. Networking
Membangun jaringan tidak hanya dari lingkaran pergaulan sehari-hari, namun juga dengan siapa saja. Karena melalui silaturahmi akan terbuka peluang rejeki.


5. Attitude
Sifat rendah hati dan profesionalisme perlu dijunjung tinggi tidak hanya freelancer tapi juga dengan semua orang. Karena dengan rendah hati maka kita akan selalu membuka diri terhadap input-input positif ketika bertemu dengan orang baru sehingga menghasilkan pemikiran yang kreatif dan inovatif. Sementara profesionalisme diperlukan agar klien puas dan yakin bahwa kita adalah orang yang terbaik untuk melakukan pekerjaan itu.

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita ingin menjadi seorang freelance, selain kepada kemampuan bahasa Inggris yang harus terus dilatih dan diperbaiki. 

Kesempatan sudah ada, kemampuan dalam hal ini menulis selalu dilatih, lalu apakah kamu siap keluar dari zona nyaman sebagai seorang blogger dan mulai melangkah menyambut MEA menjadi seorang freelancer?

Siap atau tidak, pilihan ada padamu......



*Sumber Referensi
http://pengertian.website/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
ww.infoidebisnis.com/  - diakses tanggal 27 Maret 2016
https://dailysocial.id/ - diakses tanggal 27 Maret 2016
https://www.getscoop.com/ - diakses tanggal 27 Maret 2016


16 March 2016

Cegah Penyakit Dengan Budaya Cuci Tangan Pakai Sabun

Budaya Cuci Tangan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 oleh Karl Peltzer dan Suppa Pengpid di 4 negara di Asia Tenggara yaitu India, Myanmar, Indonesia, dan Thailand, mengatakan bahwa anak-anak (berusia 13-15 tahun) khususnya di Indonesia masih memiliki kesadaran yang rendah akan pentingnya mencuci tangan sebelum makan dan sehabis dari kamar mandi.

Siapa yang masih malas cuci tangan? 
Siapa yang masih meremehkan cuci tangan?
Hayoo...tunjuk tangan!!

Tahukah kalian bahwa penyakit bisa saja datang dari tangan kita?. Ketika tangan kita berfungsi untuk memegang segalanya maka tangan kita pula yang berfungsi memasukkan makanan kedalam mulut kita. Jika kemudian kita enggan mencuci tangan dan langsung makan, maka diri kita sendirilah yang kemudian memiliki peranan penting kenapa kita sakit. Setuju ga?.

Tangan dianggap sebagai pengantar yang dapat memindahkan kuman dari satu orang ke orang lainnya. Itulah sebabnya kita perlu mencuci tangan. Mencuci tangan menurut wikipedia adalah kegiatan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari, dengan menggunakan air atau cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan menjadi bersih.

Kapan sih kita perlu cuci tangan? Ini lah saat-saat dimana kita perlu mencuci tangan:
  • Sebelum, ketika dan setelah menyiapkan makanan
  • Sebelum makan 
  • Sebelum dan sesudah menyentuh atau merawat orang sakit (pasien)
  • Sebelum dan sesudah merawat luka
  • Sesudah mengganti popok bayi atau membantu anak-anak di kamar kecil (BAB atau BAK) 
  • Setelah membersihkan hidung ketika flu, batuk atau bersin
  • Setelah menyentuh hewan, makanan hewan, dan kotoran hewan
  • Setelah merokok
Cuci Tangan Dengan Sabun
Cuci Tangan Dengan Sabun

Cuci tangan yang benar adalah dengan menggunakan sabun dan dengan air yang mengalir. Beberapa tahun ini Pemerintah Indonesia memang sedang menggalakkan program mencuci tangan dengan sabun. Hal ini berkesinambungan dengan kampanye yang dilakukan oleh PBB guna untuk menekan angka kematian pada balita karena diare dan juga pencegahan terhadap penyakit yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup manusia.

Mencuci tangan dengan sabun dinilai sebagai tindakan pencegahan sederhana yang dilakukan oleh diri kita sendiri agar terhindar dari penyakit. Tindakan ini juga dinilai lebih murah dan efektif dibanding kita meminum obat-obatan. Lalu, penyakit apa sih yang bisa kita hindari?. Penyakit-penyakit yang bisa kita hindari jika kita rajin mencuci tangan dengan sabun adalah :
  1. Diare. 
  2. Infeksi saluran pernapasan
  3. Pnemonia (radang paru)
  4. Infeksi cacing, infeksi mata dan infeksi kulit
Dan ternyata mencuci tangan bukan sekedar membasuh tangan dengan sabun. Pada tahun 2005, WHO telah mengeluarkan 7 langkah  penting yang perlu kita ingat ketika mencuci tangan. 

7 Langkah mencuci tangan yang perlu diingat
7 Langkah mencuci tangan yang perlu diingat
Mencuci tangan dengan sabun memang membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan hanya dengan air, tetapi dengan menggunakan sabun maka cuci tangan akan lebih efektif melepaskan kuman dan kotoran pada saat tangan bergesekan dalam usaha membersihkan sabun dengan gerakan-gerakan diatas.

Sampai sejauh ini belum ada penelitian yang mengharuskan kita mencuci tangan dengan sabun tertentu. Sabun yang digunakan untuk mencuci tangan bisa saja sabun (mandi) biasa atau sabun yang menggandung antiseptik. Sabun antiseptik adalah sabun yang mengandung triklosan berfungsi untuk membunuh kuman. Tetapi menurut saya apapun sabunnya lebih baik menggunakan sabun cair dibanding dengan sabun batangan karena lebih higienis. Dan sebenarnya mencuci tangan bisa juga menggunakan cairan hand sanitizer yaitu cairan yang mengandung 60% alkohol, namun tetap saja kita harus mencuci tangan terlebih dahulu jika tangan kita kotor. 
Nah teman-teman, jangan lagi menganggap cuci tangan itu sebagai suatu kegiatan sepele ya. Mari kita mulai membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun. Karena dengan begitu kita sudah mulai melindungi diri kita dari penyakit dan tentu saja melindungi orang-orang yang terdekat dengan kita. Kalau bukan kita yang perduli lalu, siapa lagi?


Logo In Harmony Clinic
http://www.inharmonyclinic.com/


*Sumber Referensi:
1. www.mdpi.com; Oral and Hand Hygiene Behaviour and Risk Factors among
In-School Adolescents in Four Southeast Asian Countries; Diakses tanggal 14 Maret 2016
2. http://www.depkes.go.id; Perilaku Mencuci Tangan Dengan Sabun; Diakses tanggal 14 Maret 2016
3. http://www.cdc.gov/handwashing; Diakses tanggal 16 Maret 2016
4. https://id.wikipedia.org/wiki/Mencuci_tangan; Diakses tanggal 16 Maret 2016


*Sumber Gambar:
1. http://www.slideshare.net/vlchung/5-moment-hand-hygiene; Diakses tanggal 16 Maret 2016
2. http://www.cdc.gov/handwashing; Diakses tanggal 16 Maret 2016

11 March 2016

Belajar Menjadi Ibu-Ibu "Tukang Jalan" Dari Seorang Muna Sungkar,


Akhir-akhir ini, tepatnya setelah resign saya menjadi "haus" akan travelling. Kebetulan ada beberapa urusan keluarga yang harus melakukan perjalanan keluar kota ditambah keberhasilan mendapatkan tiket promo hasil hunting promo   2015 kemarin. Dan pertemuan saya dengan beberapa travel blogger dan komunitasnya, membuat saya semakin ingin menikmati liburan murah. "Kehausan" ini mungkin disebabkan waktu saya yang sekarang menjadi ibu rumah tangga memiliki waktu yang cukup fleksible. Tidak hanya keluar kota, sekedar keliling kota dan mendapatkan banyak stok foto saja sudah membuat saya PUAS.

Gayung bersambut, lambat laun saya semakin dipertemukan dengan banyak blog yang membahas tentang travelling. Banyak mengenal tentang tempat-tempat yang cukup worthied untuk didatangi dengan biaya yang cukup murah. Dan sangat memungkinkan membawa serta keluarga. Kemudian saya menjadi lebih semangat mengenalkan Naeema dengan semesta alam. Saya ingin mengenalkan Naeema tentang kebesaran Allah swt. Sampai suatu hari, teman saya  komentar, "jalan-jalan mulu sih". Kemudian saya berpikir apa seorang ibu sudah tidak berhak punya hobi travelling?. 

Sampai kemudian saya berlabuh di blog seorang Muna Sungkar. Seorang Ibu-ibu yang juga "tukang jalan". 


Dari blog seorang Muna Sungkar kemudian saya belajar bahwa seorang ibu haruslah multitasking dan menjalankan perannya dengan passion. Ditengah kesibukannya sebagai seorang ibu, beliau juga memiliki karir sebagai dosen di salah satu Universitas di Semarang, penulis dan memiliki hobi travelling. Bahkan uniknya beliau juga menularkan hobi ini kepada mahasiswa nya. Hobi ini membuat seorang Muna Sungkar mengajar dengan kreatif, mengajar tidak harus selalu didalam ruangan, pengajar janganlah memiliki jarak kepada murid nya, sungguh luar biasa. Karisma yang dimilikinya membuat mahasiswa enggan melanggar aturan-aturan yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Menarik bukan...?? Kemudian saya mengkhayal....seandainya dulu saya punya dosen seperti ini, mungkin saya semakin pintar atau paling tidak lebih kreatif. Ah...sudahlah, tak perlu membicarakan yang sudah lalu.

Hobi Mba Muna ini didukung sepenuhnya oleh suami beliau. Bahkan mereka sekeluarga kompak backpacker sampai ke luar negeri dengan Nadia anak perempuan mereka sejak balita. Dari pantai hingga ke puncak gunung. 

Salah satu alasan Mba Muna mengajak Nadia travelling sejak dini

Ternyata tidak begitu saja Mba Muna mengajak Nadia pergi travelling, sejumlah persiapan juga harus tetap dilakukan. Pada akhirnya seorang ibu pastilah mengutamakan keselamatan anaknya bukan? Persiapan yang dilakukan seperti misalnya: mempelajari dulu apakah lokasi tujuan cukup aman, membawa pakain yang sesuai dengan lokasi tujuan, peralatan mandi, dan lain-lain. Cerita lengkap nya bisa dilihat di blognya Mba Muna ya.

Berhasil mendaki bukit Sikunir
Mengenalkan travelling sejak dini kepada anak bukan hanya tentang kegiatan senang-senang saja looh. Melalui kegiatan ini justru mengajarkan kepada anak tentang ciptaan Tuhan, lebih dekat kepada alam, melatih kemandirian, keberanian dan hal-hal positif lainnya. Saya sangat setuju dengan pemikiran beliau ini. Ini pun saya coba terapkan ke Naeema. Karena belajar sambil praktek dan mengenal langsung itu pasti lebih mudah diingat oleh anak-anak, yang setuju angkat tangan....!!!

Saya cuma ibu-ibu, tugasnya jaga anak, ngurus suami sajalah. 
Sering dengar kalimat seperti itu dari perempuan yang sudah menikah dan menjadi ibu?. Pasti sering kan? Dan itu benar koq, bahwa tugas utama perempuan setelah menikah hakikatnya memang begitu. Tapi bukan alasan bagi kita untuk tidak berkarya. Berkarya bukan selalu memiliki posisi penting disuatu perusahaan loh ya. Berkarya bisa banyak macamnya. Mba Muna pun demikian, kodratnya sebagai perempuan tidak dia tinggalkan begitu saja, namun beliau tidak berhenti bermimpi. Buktinya beliau tetap berkarya dengan tulisan-tulisannya melalui blognya, bahkan sudah menghasilkan beberapa buku. Jangan dijadikan alasan bahwa kehidupan rumah tangga mengukung mimpi kita  (talk to my self, hehehe). Berkarya akan lebih baik, apalagi jika suami mendukung kita.

Salah satu buku karya Mba Muna Sungkar
Sebagai seorang traveller yang cukup pengalaman, bukan berarti perjalanan beliau selalu sesuai rencana. Seperti yang disampaikan Mba Muna, ketika saya tanya 

Adakah perjalanan yang tidak sesuai dengan ekspektasi?
Tentu saja. Begitu jawab beliau. 

Pertama,  ketika mengunjungi Lombok, Mba Muna dan suami mendapati bahwa harga sewa mobil yang ternyata terlalu mahal dan  supir yang tidak bisa diajak kompromi dan terkesan mengulur-ulur waktu. Akhirnya Mba Muna memutuskan mengganti kendaraan dengan motor dan jalan hanya berdua suami. Hal ini sukses bikin nyasar kemana-mana, eh tapi menurut saya justru menambah keromantisan loh, iya ga sih? Hehehe.....mencoba menghibur Mba Muna. 

Kedua, ketika mereka sekeluarga backpacking ke Singapore. Mereka justru ketinggalan kereta menuju Malaysia karena gagal membaca peta dan terlambat menemukan dimana stasiun sleeper train itu berada. Saat-saat seperti ini lah yang kemudian menjaga kekompakan tim diuji. Biar tetap sabar, tidak pakai emosi dan tujuan tercapai.

Namanya juga manusia berencana tapi Tuhan lah yang menentukan ya. Ketika bepegian dengan rombongan pasti ada saja yang tidak sesuai rencana. Tapi kita tetap harus punya alternatif. Seru sih baca-baca blognya Mba Muna. Kamu penasaran? Langsung meluncur ke blog Muna Sungkar dan curi pengalaman beliau supaya perjalanan kita lebih sempurna lagi. Saya jadi tertantang untuk bisa "meracuni" suami saya agar mau backpackeran juga nih tampaknya.

Sampai kemudian saya sampai pada satu kesimpulan being mother doesn't stop you to be yourself. Learn more to complete you.

Mengenal lebih dekat dengan Muna Sungkar melalui sosial media:


--------------------------------

Sumber Foto: Blog Pribadi Muna Sungkar

10 March 2016

Ketika Pesanan Hotel Dibatalkan Agoda, Petaka Menjadi Bahagia (Bangkok Part 1)


Akhir Februari 2016 yang lalu saya membawa rombongan keluarga melakukan perjalanan ke Bangkok (ini benar-benar sebuah tugas negara). Rombongan kami berjumlah 10 orang terdiri dari 8 orang dewasa (3 diantaranya adalah orangtua) dan 2 anak-anak. Ini bukanlah yang pertama kali saya berkunjung ke sana, itulah kenapa saya yang bertugas mengurus semuanya. Dan yang namanya jalan-jalan dengan membawa rombongan haruslah dengan beberapa persiapan. Sejak awal tahun saya sudah mulai hunting hotel yang representatif.

Kali ini saya memilih hotel didaerah Sukhumvit dan dekat dengan stasiun kereta. Cari-cari di website OTA akhirnya saya memutuskan booking di agoda. Memutuskan untuk memesan kamar di 41 Suites, adalah hotel bintang 3 dengan harga kamar saat itu 669,921 rupiah per malam. Alasan kami memilih hotel ini, agar biayanya bisa untuk yang kebutuhan yang lain, seperti oleh-oleh misalnya. Pembayaran seperti biasa menggunakan kartu kredit, saat itu tidak langsung dikurangi melainkan 5 hari sebelum waktu check in. Urusan hotel pun beres karena saya sudah mendapat kode voucher atas pesanan saya itu.

Langkah selanjutnya adalah menyusun itinerary selama di Bangkok beserta dengan biayanya. Karena kali ini membawa orangtua dan anak-anak, maka saya juga harus memikirkan dimana warung makan halal yang terdekat dengan tempat yang kita kunjungi atau yang akan kita kunjungi. Kalau hanya saya dan suami atau dengan teman-teman sih biasanya makan mie instan saja sudah beres. Makan buah sepanjang siang saja rasanya sudah cukup bagi saya, yang penting jangan sampai dehidrasi. Itinerary dan akomodasi sudah saya sosialisasikan juga ke peserta rombongan saya.

Waktu keberangkatan pun tiba, cobaan pertama kami adalah jadwal penerbangan kami terkena delay. Ini efek dari ditutupnya bandara Yogyakarta selama beberapa jam karena Lion Air tergelincir. Untungnya kami sudah mendapat informasi melalui sms, sehingga kami juga tidak perlu terburu-buru untuk tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan Soetta - Don Muang alhamdulillah berjalan lancar.

Setelah diskusi bersama kami akhirnya memutuskan menyewa van di bandara untuk mengantarkan kami ke penginapan, daripada sewa uber yang pasti membutuhkan 2 mobil, masih lebih baik ini sepertinya. Toh ternyata sama biayanya dengan sewa uber. Percaya diri kami meluncur ke hotel 41 Suite di Sukhumvit, hotel yang sudah saya booking sebelumnya di agoda sebulan sebelumnya.

Naik Van nan gemerlap, didalamnya penuh lampu dah terkesan mewah
Waktu menunjukkan jam 08:30 malam kami pun tiba di hotel 41 Suite. Dengan percaya diri, saya menghampiri Resepsionis untuk mengkonfirmasi pesanan saya. Ada sedikit kecurigaan ketika saya melihat Mba Resepsionis sepertinya tidak menemukan nama saya di list tamu yang dia catat secara manual. Sampai akhirnya Managernya membantu untuk mencarinya. Entah sudah berapa data yang dia buka untuk memastikan bookingan saya malam itu. Melihat rombongan saya yang sedang duduk di lobby hotel, sepertinya orangtua saya dan anak-anak sudah mulai lelah atau mungkin lapar. Entahlah.....Dan kemudian Ibu Manager mengatakan:
Maaf bookingan anda dicancel oleh agoda....
Apa....? Koq bisa, sambil saya cek email kalau-kalau agoda menginformasikan hal ini ke email saya. Dan hasilnya nihil. Saya tidak menerima email tentang pembatalan pesanan saya. Malas rasanya malam itu memikirkan kenapa....kenapa...pesanan saya dibatalkan. Pihak hotel pun sudah menghubungi agoda namun jawabannya hanya dicancel saja tanpa ada alasan lain. Hmmppffhh.....Kami akhirnya menanyakan ketersediaan kamar di hotel tersebut, hanya 3 kamar yang kami butuhkan. Dan kata mereka
Maaf, hotel kami sudah penuh. Karena ini weekend. Jadi sayang sekali kami tidak bisa membantu menyewakan kamar kami.
Teruuuuss........mau dibawa kemana dong rombongan saya malam ini? Cari hotel lain, apa masih ada hotel kosong disekitar sini? Karena tidak mungkin rasanya kalau kami harus cari hotel lain dengan jumlah rombongan seperti ini. Mau mikir mencari solusi eh malah gagal fokus saya malam itu. Untung Si Ibu Manager baik banget. Dia paham kepanikan saya, dia bantu saya cari hotel lain yang masih sekitar sini. Dia bilang:
Tenang, saya bantu carikan hotel lain. Karena pasti kamu memang tidak tahu kalau bookingan kamu sudah dibatalkan.
Setelah 1 kali telephon, entah apa yang dia katakan oleh pihak hotel lain itu karena pembicaraan menggunakan bahasa Thailand. Telephon pun ditutup dan akhirnya saya diinformasikan bahwa 3 kamar tersedia untuk kami, namun rate yang ditawarkan diatas dari rate 41 Suites. Dia bilang, hotelnya lebih besar, kamarpun besar. Okelah.....masalah harga kamar masih masuk hitungan kami. Dalam bayangan saya mungkin hotelnya tidak jauh seperti hotel ini, namun lebih besar saja. Ibu Manager mengatakan bahwa akan ada tuk-tuk yang menjemput kami, karena bawaan kami cukup banyak maka tuk-tuk akan mengangkut dua kali. Dan yang lebih happy tuk-tuk nya ternyata gratis, sudah termasuk failitas hotel tersebut. 

Hotel Adelphi Grande adalah hotel pengganti yang direkomendasikan oleh pihak hotel 41 Suites kepada kami. Harganya ternyata lebih mahal dari hotel sebelumnya yaitu 855.000 rupiah per malam, lebih tinggi 185.000 rupiah dari bookingan kami di agoda, tidak masalah yang penting rombonganku bisa istirahat.  Dan begitu kami masuk pelataran hotel kami pun terkesima. 2 kali lebih besar dari yang kami pesan di agoda. Kamar pun lebih besar, fasilitas juga lebih lengkap. Benar-benar diluar dari ekspektasi kami. Lokasinya sekitar 500 meter dari hotel sebelumnya. Cukup lumayan jaraknya dari jalan utama, namun mengingat hotel ini punya layanan tuk-tuk yang siap mengantar sampai dengan jalan utama rasanya jarak tidaklah menjadi masalah. 

Lobby Utama Adelphia Grande

Kemudian tanpa kami meminta, kami diberikan kamar yang 1 lantai dan salah satu kamar kami memiliki pintu penghubung maka nikmat mana lagi yang aku dustakan. Ditambah begitu masuk kamar rombongan puas dengan kamarnya, bahkan mungkin sepertinya mereka mau lebih banyak leyeh-leyeh dibanding mengikuti jadwal perjalanan saya hehehe. 

Inilah ketika petaka itu menjadi bahagia.

Saya dipertemukan dengan Ibu Manager dari hotel 41 Suites yang saya lupa menanyakan namanya, karena saya tahu jika saya tanya pun sepertinya saya tidak ingat karena sedang gagal fokus. Sangat membantu kami, ketika perjalanan ini nyaris gagal memberikan kesan karena insiden hotel. Bahkan dia menghibur, menenangkan saya dan menegaskan bahwa "liburan kami akan lebih menyenangkan koq, tenang saja". 

Bantuan Ibu Manager malam itu benar-benar sampai jelas. Terlebih bahasa Inggrisnya yang baik membuat kami  mudah memahaminya. Dia juga membantu urusan dengan agoda sampai selesai dan memastikan agar kartu kredit kami tidak dikenakan charge apapun. Dia sampai rela mendatangi kami ke hotel pengganti untuk mengkonfirmasi tentang email klarifikasi dari agoda dan mencetak email tersebut untuk kami.  Beruntung sekali kami bertemu Ibu Manager malam itu. Bantuan mu tidak akan pernah kami lupakan. 

Oh iya sampai sekarang saya belum tahu kenapa bookingan saya dibatalkan tanpa konfirmasi sebelumnya. Kalaupun gagal mendeduct dari kartu kredit bukahkah sebaiknya ada konfirmasi kembali ya? Dua kali menggunakan agoda untuk booking di luar negeri baru sekarang tidak menyenangkan. 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...