31 December 2015

Antara Maskara & Eye Shadow (Kegiatan Di Akhir Tahun)

Apa yang saya lakukan di tanggal 31 Desember 2015 ini tidak ada yang spesial,  hanya dirumah saja. Rencana kongkow sama teman-teman saja engga ada. Pergi menghabiskan dengan keluarga, sepertinya mereka punya aktifitas masing-masing. Jadi untuk menghabiskan waktu membunuh kebosanan, saya praktekin aja ilmu-ilmu make up yang selama ini selalu saya pelajari dari instagram. Kegemaran saya nonton tutorial make-up karena saya tidah lihai memulaskan eye shadow. Bagaimana membaurkan warna-warna sehingga membaur di pelupuk mata menghasilkan mata yang lebih cerah ceria. 

Selama ini make-up andalan saya paling-paling hanya maskara saja. Bagi saya maskara adalah cinta sejati di dunia permake-upan . Kalau keluar rumah tidak pakai maskara kayanya gimanaa gitu. Kalau hanya pergi sebentar biasanya tetap saya pakai walau hanya tipis saja, agar terlihat lebih natural. Tapi kalau untuk pergi jauh dan lama, biasanya saya pulas berkali-kali. Maskara juga menyelamatkan bulu mata saya yang lurus nan panjang ini agar tidak menyentuh kacamata. Lagipula mata kita jadi lebih hidup dan bersinar gitu hehehe.

Balik lagi di kegiatan hari ini. Jadi hari ini saya mempraktekkan sendiri ilmu-ilmu tutorial itu. Kumpulin make-up mama, make-up zyzy (adik saya) dan make-up saya sendiri. Selama ini saya selalu memulaskan eye shadow dengan jari, dan ternyata kurang bagus dan tidak membuat warna membaur sempurna. Dan tentu saja membutuhkan waktu yang cukup lama untuk merapikannya. Kali ini saya pakai brush untuk eye shadow (postingan berikutnya saya sertakan fotonya) dan ternyata gampang menyapukan eye shadow di lekukan mata. 

Hasil Akhir Sesi Make-Up
Saya juga belajar kasih shading di bagian hidung (harapannya biar keliatan lebih "ada") itu juga dapat dikatakan berhasil. Untuk alis saya gunakan maskara yang biasa saja, agar lebih tegas (saya tidak bentuk lagi karena sudah cukup terbentuk dan tidak memakai pinsil alis karena memang sudah tebal).

Dan ini lah dia hasil karya saya hari ini:

Make-up by Desy Yusnita

Pelajaran hari ini adalah make-up lah di cahaya yang cukup terang, jangan nanggung agar hasil bisa maksimal dan lebih cepat. Praktek akan berlanjut, berikutnya mau coba Contour Effect. 


SELAMAT MEMASUKI TAHUN 2016

BISMILLAH......

28 December 2015

Tidur Berkualitas Untuk Si Kecil & Foto Kontes Pampers

Bersama Emak-Emak Blogger & Anak-Anak
Moms, pernah mengalami situasi saat si kecil rasanya sudah memiliki jam tidur yang lama tapi begitu bangun masih juga rewel? Bingung? Sama saya juga. Dulu waktu Naeema kecil hal-hal seperti ini tidak bisa dihindari. Sekarang begitu punya keponakan (kebetulan tinggal disebelah rumah) juga begitu, sering kali rewel padahal tidurnya sudah 2-3 jam. 

Sewaktu saya hadir di acara Pampers tanggal 19 Desember 2015 yang lalu, Dr. dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi yang menjadi salah satu narasumber saat itu menuturkan bahwa rentang waktu tidur anak (khususnya bayi) itu tidak menjamin anak tersebut memiliki tidur yang berkualitas. Kenyamanan tidur pada bayi itu dipengaruhi oleh kondisi fisik dari anak itu sendiri. Sementara kondisi fisik bayi banyak dipengaruhi oleh kodisi lingkungan, seperti: suhu ruangan, sirkulasi udara, cahaya, suara, alas tidur dan pakaian yang melekat pada bayi. Sementara itu, kualitas tidur anak sangat perlu untuk dijaga karena berpengaruh pada pertumbuhan fisik dan perkembangan emosi-kognitif.

Tips-tips dari dr. Soedjatmiko untuk memperoleh tidur anak yang berkualitas adalah sbb:
  1. Jauhkan mainan anak dari tempat tidur ketika waktu tidur tiba
  2. Matikan lampu 
  3. Pakai popok sekali pakai agar anak tidur dengan nyaman, jadi tidak perlu harus bangun berkali-kali karena ngompol.
Popok sekali pakai pun jangan sembarangan. Jangan sampai kita salah memilih popok, justru membuat kulit anak menjadi merah. Akibatnya akan menimbulkan gatal dan akhirnya jadi tambah rewel. Benar ga sih, anak kurang tidur itu rewelnya bisa 2 kali lipat biasanya? Ampun deh.

Sewaktu Naeema bayi,  frekuensi minum ASI nya cukup banyak  dan otomatis BAK nya pun banyak, untuk mengantisipasi agar kulit Naeema yang sensitif tidak merah karena diapers yang lembab maka saya selalu mengganti diapersnya setiap  3 jam sekali. Apalagi kalau menjelang mau tidur, bersih-bersih dan ganti popok itu harus dilakukan agar tidur ibu dan anak nyenyak.  Lebih baik antisipasi sedari awal bukan?. 

Hal serupa pun diutarakan oleh Mba Artika Sari Devi yang pagi itu juga datang menjadi narasumber. Mba Artika juga selalu mengganti popok anak-anaknya menjelang waktu tidur. Beliau memilih Pampers untuk kedua buah hatinya karena tidak teknologi Pampers yang sudah teruji lebih dari 50 tahun.Salah satu keunggulan Pampers adalah dapat mengunci kebasahan sampai dengan 99,9%. Ditambah dengan lembaran belakang yang dilengkapi pori sehingga membantu sirkulasi  udara. Kandungan lotion yang ada di produk pampers juga melindungi kulit bayi yang sensitif.

Peragaan Pampers Memiliki Daya Serap Tinggi Dan
Memiliki Sirkulasi Udara Sehingga Tidak Lembab
Menurut Mba Fernita Herlambang (Communication Manager P&G), Pampers selalu berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman untuk menjadi teman bagi para Ibu. Salah satunya adalah dengan merubah diapers dari bentuk konvensional menjadi bentuk celana seperti saat ini. Inovasi ini merupakan dukungan Pampers untuk para Ibu yang memiliki anak aktif. 

Sebagai ekspresi cinta Pampers untuk para Ibu, Pampers mengadakan Kontes Foto Tidur Nyenyak #PakaiPampers sebagai perayaan hari Ibu. Kontes ini berlangsung dari tanggal 22 Desember 2015 - 22 Januari 2015. Masih banyak waktu kan Moms? Yuk...sekarang mulai cari-cari ekpresi tidur Si Kecil dan ikut partisipasi dalam kontes ini. Hadiahnya, Si Kecil akan berkesempatan menjadi model majalah, loh.

Sumber: Fanpage Pampers
Caranya cukup unggah foto tidur nyenyak Si Kecil yang terbaik di wall fanpage Pampers dan ceritakan pengalaman tidur nyenyak Si Kecil. Mudahkan....? Untuk informasi lengkapnya bisa langsung ke Fanpage nya Pampers. Kapan lagi melihat Si Kecil menjadi bintang iklan Pampers. Pengalaman yang akan diingatnya sampai dia besar kan.

Jadi Moms, mulai sekarang jangan remehkan tidur Si Kecil ya. Karena itu tidak kalah penting dengan menjaga kesehatan Si Kecil. 

22 December 2015

Quality Time Bersama Si Kecil




Berhubung hari ini adalah hari Ibu, jadi postingan saya berikut ini masih akan membahas tentang peran Ibu. Kalau sebelumnya disini saya membahas tentang ibu dan teknologi. Kali ini saya akan membahas tentang Quality Time Ibu bersama keluarga khususnya si kecil. Kalau ibu-ibu, biasanya apa sih yang dilakukan untuk membangun waktu-waktu berkualitas bersama si kecil?. Kalau saya biasanya jalan-jalan di taman, melukis atau mewarnai dan tidak jauh-jauh pasti ujung-ujungnya pergi ke mall. Kayanya klasik banget ya aktifitas nya. Butuh ide lain nih, aktifitas apalagi sih yang berkualitas untuk bisa dilakukan bersama Naeema, apalagi di musim liburan seperti sekarang ini.

17 Desember 2015 kemarin saya hadir di acara Philips Mother Day Cooking Class yang diselenggarakan di Hotel Pullman Thamrin. Bagi Philips, Ibu selalu menjadi fokus mereka dalam mengembangkan inovasi. Karena itulah tujuan acara memasak ini, selain merayakan hari Ibu juga dimaksudkan untuk mengingatkan dan menghimbau kepada para Ibu untuk selalu dapat memberikan nutrisi yang terbaik untuk keluarga. Para Ibu dianggap sebagai KOL (Key Opinion Leader) dalam rumah tangga yang menentukan kesehatan keluarganya. Kalau bukan Ibu yang menyajikan makanan sehat, lalu siapa lagi?. Acara pagi itu menampilkan Bapak Bondan Winarno, Chef Yuda Bustara dan Marketing Manager dari Philips yaitu Ibu Maria.

Ki-Ka: Chef Yuda, Ibu Maria, Pak Bonda, MC
Dari sinilah kemudian saya mendapatkan referensi kegiatan dari Pak Bondan tentang kegiatan yang bisa dilakukan bersama si kecil. Apakah itu....? Kegiatan berkualitas itu adalah mengajak anak ikut terlibat dalam menyiapkan makanan sehat dirumah. Asiknya Pak Bondan memberikan tips-tips untuk kita agar dapat melaksanakan kegiatan memasak bersama anak, ini dia tips nya:
  • Kegiatan ini bisa dimulai dengan pergi ke pasar. Dengan pergi ke pasar bersama-sama kita bisa sekaligus mengenalkan sayur-mayur, buah dan lauk-pauk yang sehat. Lebih enak sih ke pasar tradisional agar anak juga lebih mengenal produk lokal.
  • Jangan lupa untuk minta antar ayah ke pasar. Hal ini dapat meningkatkan bonding anak kepada orangtuanya dan tentu saja nilai-nilai kerjasama dalam keluarga.  
  • Biarkan anak membantu melakukan hal-hal sederhana pada saat didapur, seperti memotong, mengaduk atau mencetak.
  • Gunakan peralatan dapur yang aman untuk anak, seperti pisau yang terbuat dari plastik dan aman digunakan untuk anak-anak.
Sebuah penelitian dari suatu Universitas di Kanada mengungkapkan bahwa anak-anak yang diajak terlibat dalam kegiatan memasak dirumah maka ada kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Selain itu dengan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan rumah tangga juga bisa membuat mereka lebih percaya diri karena merasa telah melakukan pencapaian tertentu. Jadi jangan ragu untuk mengajak anak masuk ke dapur ya.

Inspirasi membuat makanan sehat juga saya dapatkan di acara ini.  Disini saya jadi tahu bahwa ternyata nasi itu bukan hanya dimakan sebagai menu pokok atau hanya diolah menjadi nasi goreng. Akhh....itu sih saya aja yang gak kreatif. 

Pagi itu, Chef Yuda Bustara mempraktekkan 4 menu yang diolah dari nasi.  Sesi masak pun dimulai. Entah karena dia seorang Chef atau peralatan masak Philips yang sudah canggih, kenapa rasanya masak menjadi mudah kelihatannya pagi itu. Menu yang dimasak Chef Yuda pagi itu adalah:
  • Menu pertama adalah nasi kuning, tinggal cuci beras yang bersih, masukkan bumbu-bumbunya kemudian tanak di rice cooker philips dan biarkan selama 20 menit maka nasi kuning akan siap dihidangkan.
  • Menu kedua adalah puding nasi. Setelah dicampur dengan susu ditambah gula dan diolah sedemikian rupa kemudian ditambahkan toping  mangga yang dihancurkan dengan hand blender philips ini membuat nasi bukan lagi nasi biasa, melainkan makanan manis yang cocok  dijadikan sebagai menu buka puasa. Ini pun disiapkan hanya 20 menit maksimal.
  • Menu ketiga adalah burger nasi. Nasi dicetak menyerupai roti burger kemudian di panggang. Daging cincang dibuat berbentuk daging burger pun juga dipanggang. Disini saya baru tau kalo Philips punya table grill juga yah hehehe.....norak banget deh ah. Jangan lupa ditambahkan keju, sayuran dan sedikit saus tomat. Menu ketiga ini bisa jadi alternatif kalau anak-anak bosan makan nasi dengan cara yang konvensional.
  • Menu keempat adalah lauk yang berbahan dasar ayam yaitu ayam teriyaki. Proses pembuatannya sama seperti resep pada umunya. Tapi ada tips dari Pak Bondan, sebaiknya untuk saus teriyaki dimasukkan pada saat pemasakan bukan pada saat perendaman. Untuk perendaman sebaiknya cukup dengan kecap asin saja. 
1. Nasi Kuning; 2. Puding Nasi; 3. Burger Nasi; 4. Ayam Teriyaki

Menu-menu yang dibuat Chef Yuda diatas itu mudah kan?. Anak kita juga bisa ikut terlibat loh, sekedar mencincang sayuran, mencetak nasi menjadi bentuk roti burger, atau mengaduk. Dengan aktivitas seperti ini bisa lebih mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak serta mengenalkan mereka akan makanan sehat dan bergizi. Kalau sudah begini, hari-hari tidak makan sayur mungkin sudah tak ada lagi. 

Selamat mencoba ya ibu-ibu. Selamat Hari Ibu, tetap bersinar dan cemerlang untuk keluarga tercinta.

19 December 2015

Perempuan Indonesia Harus "Melek" Teknologi ( Diskusi Bersama KPPPA)




Kali ini saya akan membahas tentang perempuan. Ketika kita melahirkan seorang anak, kita pasti memiliki naluri sebagai ibu. Naluri yang menginginkan anak kita mendapatkan yang terbaik. Stress, pastilah tidak bisa dihindari, apalagi kalau anak sudah mulai sakit atau mogok makan. 

Semakin anak besar semakin besar pula tantangan kita sebagai ibu. Bukan lagi memposisikan sebagai orangtua tapi kita harus pintar-pintar memposisikan diri sebagai teman berbagi untuk mereka. Sekarang bukan jamannya lagi menjalankan tugas orangtua dengan gaya yang diktator. Big No!!. Justru yang harus dibangun sekarang adalah komunikasi yang baik dan seimbang, apalagi jika anak sudah beranjak dewasa. Kenapa perlu komunikasi yang baik?. Agar kepercayaan anak terhadap orangtua nya pun menjadi besar. Karena itu  sebagai Ibu kita perlu ikut membekali diri dengan hal-hal yang sedang trend saat ini juga bagian dari usaha kita agar tetap bisa menjalin komunikasi dengan dengan anak. 

Jika bicara trend, saat ini yang sedang trend di masyarakat Indonesia khususnya kota-kota besar adalah internet. Perkembangan internet di Indonesia sungguh luar biasa, sampai dengan akhir tahun 2014 sudah mencapai 88.1 juta penduduk Indonesia atau sama dengan 34,9% penduduk Indonesia yang menggunakan internet (sumber: APJII-PUSKAKOM). Diantara sekian data itu, bisa jadi salah satunya adalah anak-anak kita. Jadi jangan heran jika anak-anak kita sudah akrab dengan Youtube, Facebook, Twitter dan sosial media yang lainnya. Untuk itulah kita perlu paham tentang internet juga.

Menurut data Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), saat ini hanya sedikit kaum perempuan yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan kesempatan untuk memahami tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Hal ini terkait dengan isu gender yang masih menganggap bahwa "ini bukan urusan perempuan". Ditambah dengan penilaian perempuan itu sendiri yang  menganggap bahwa memahami TIK bukan bagian dari hak dan tugas mereka, Tidak heran jika sampai saat ini masih saja ada perempuan yang belum paham bagaimana menggunakan handphone, apalagi surat elektronik, sosial media, dan lain-lain. Kondisi ini khususnya terjadi di pedesaan.

Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan. Disaat segala ilmu justru awalnya datang dari perempuan (baca:ibu) sebagai Madrasah bagi anak-anaknya, tetapi kenapa mereka yang tidak update soal ilmu dan perkembangan jaman khususnya soal TIK. Padahal jika perempuan lebih paham tentang TIK akan membawa banyak perubahan untuk diri sendiri selama digunakan untuk hal yang positif. Mulai dari belajar tentang parenting, belajar atau bahkan mengembangkan usaha dan ikut mengawasi penggunaan internet pada anak.

Kalau begini, bagaimana mereka bisa tetap mengimbangi perkembangan anak-anak yang sudah pasti punya kesadaran akan TIK yang lebih besar. Bisa-bisa tidak ada pengawasan terhadap penggunaan internet pada anak-anak.  Dan jika memang mereka (baca:perempuan)  sudah paham dan kenal tentang sosial media, perlu juga diberikan pemahaman-pemahaman bagaimana ber-etika di dunia maya. Jangan sampai curhatan mereka malah membawa mereka ke hal-hal yang tidak diinginkan karena dianggap melanggar UU ITE, seperti kasus yang menimpa Ibu Prita. Jika kaum perempuan tidak paham, bagaimana bisa mereka mengajarkan kepada anak-anak untuk menggunakan TIK secara arif dan bijaksana. Ironis bukan?

Dari kondisi itulah yang kemudian melatarbelakangi KPPPA untuk membuat Pedoman Pemanfaatan TIK Bagi Perempuan. Dan pada tanggal 7 - 8 Desember 2015 yang lalu kami para blogger di undang oleh KPPPA untuk berdikusi mengenai isi daripada draft dari pedoman tersebut. Terus terang perasaan saya saat itu bangga, walaupun peran saya sekedar memberikan masukan dan diskusi singkat, tetapi jika dari diskusi selama 2 hari ini kemudian disetujui dan diimplementasikan kepada seluruh perempuan Indonesia, itu berarti saya telah ikut berkontribusi dalam mencerdaskan perempuan Indonesia dalam bidang TIK. Semoga saja pedoman ini bisa segera disosialisasikan.

Diskusi Blogger, KPPPA & Menkominfo
Foto: Haya Aliya Zaki


Apa isi dari pedoman tersebut?

Pedoman ini berisi tentang langkah-langkah pembekalan yang akan dilakukan oleh KPPPA untuk menambah pengetahuan perempuan indonesia tentang TIK. Dimulai dari manfaat TIK yang tidak terbatas hanya dapat digunakan oleh wanita bekerja saja, namun juga bisa digunakan oleh perempuan yang berwirausaha dan yang lebih penting lagi adalah menjadi bekal orangtua menjalankan perannya serta bermanfaat dalam kehidupan sosial untuk menyebarkan pesan-pesan sosial kepada masyarakat.

Langkah-langkah pembekalan dimulai dari pengenalan perangkat TIK, pengenalan surat elektronik, bagaimana browsing, mengenal dan menggunakan sosial media, dan tentu saja tidak lupa tentang bagaimana ber-etika di dunia maya. Dari pedoman ini kemudian akan dibuat suatu modul. Dan jika modul edukasi ini selesai dibuat oleh tim KPPPA selanjutnya akan disosialisasikan kepada seluruh perempuan Indonesia. Dari mulai Ibu rumah tangga, guru, pelajar dan mahasiswa, instansi pemerintah dan lembaga masyarakat serta banyak pihak khususnya perempuan yang memang dirasa perlu untuk mengetahui tentang kapasitas TIK ini.

Program KPPPA ini sendiri tentu tidak akan sukses jika tidak dibantu oleh banyak pihak. Perlu dilakukan sosialisasi secara berkala dan intens, sehingga pedoman ini bisa segera dapat diterima oleh mereka yang membutuhkan. Dan yang paling utama adalah keinginan kita sendiri sebagai perempuan untuk menjadi lebih pintar.

Blogger siap berpartisipasi dalam sosialisasi pemanfaatan TIK
Foto: Haya Aliya Zaki
Saya sendiri menyambut positif apa yang dilakukan oleh KPPPA untuk bisa menaikkan derajat perempuan di Indonesia. Bayangkan jika perempuan sudah melek akan teknologi. Berapa puluh ribu UKM yang digerakkan oleh perempuan akan menjadi lebih maju karena mereka paham akan TIK. Jika mereka punya usaha maka akan lebih maju, menjadi lebih mandiri dan tidak lagi tergantung dengan orang lain. Dan tidak hanya itu saja sudah pasti dengan paham TIK ini bisa menjadi wadah komunikasi kita terhadap anak-anak yang kini sudah serba digital.

Perempuan Indonesia harus "melek" teknologi. Semangat!!

12 December 2015

Yuk, Lebih Cerdas Menggunakan Obat!!



Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat

Tanggal 27 November 2015 yang lalu, Kementrian Kesehatan RI telah mencanangkan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Gerakan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih cermat dalam menggunakan obat-obatan. Gerakan yang diresmikan langsung oleh Ibu Menteri Kesehatan Prof. dr. Nila Djuwita F. Moeloek ini juga melibatkan beberapa institusi untuk ikut mensosialisasikan Gerakan ini. Institusi yang terlibat dalam Gema Cermat ini adalah; Dokter, Bidan, Apoteker, Kader-Kader dan juga Blogger. Dari institusi inilah kemudian dipilih perwakilan yang akan menjadi Duta Gema Cermat dan berkesempatan mengikuti workshop pengenalan obat-obatan. Dari Blogger diwakilkan oleh salah satu teman saya Mba Donna Imelda. 


Peresmian Gema Cermat Oleh Ibu Menteri Kesehatan Ibu Nila Moeloek
Pemakaian Rompi Kepada Duta Gema Cermat
Melalui gerakan ini diharapkan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya cermat dalam menggunakan obat. Penggunaan obat haruslah digunakan sesuai dengan indikasinya. Jangan sampai kita memiliki tekanan darah tinggi namun mengkonsumsi obat yang tidak boleh diminum bagi penderita darah tinggi. Kebayangkan efeknya bukan menyelesaikan masalah justru menambah penyakit yang lain. Biasanya hal ini terjadi jika kita beli obat yang dijual bebas. Tapi mudah-mudahan sih hal tersebut tidak terjadi pada kita ya. 

Setelah acara peresmian selesai, acara dilanjutkan dengan talkshow tentang Antibiotik. Suhu ruangan semakin dingin namun acara semakin hangat karena semangat para peserta untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh Dr. Hari Paraton Sp.OG(K) yang menjadi narasumber sore itu. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) Kemenkes RI. 

Ki: Moderator, Ka: Dr. Hari


Apa saja yang dibahas oleh Dokter Hari Paraton?.

Pertama penjelasan soal Bakteri. Bahwa dalam tubuh manusia terdiri dari 90 triliun bakteri yang terdiri dari:
  1. Bakteri Baik atau normal flora, yang berfungsi untuk: memecah protein, mencerna makanan, stimulasi pembentukan antibodi, menghambat pertumbuhan bakteri jahat atau jamur, dan membentuk vitamin K dan B.
  2. Bakteri Jahat atau phatogen, misalnya: Rotavirus dan Shigella.
Bakteri sendiri bisa berkembang hanya dalam waktu 20 menit. Tapi pada umumnya dalam tubuh kita bakteri baik lebih banyak populasinya dibandingkan dengan bakteri jahat. Bayangkan saja kalau bakteri jahatlah yang berkembang lebih cepat dibandingkan bakteri baik. Itu tidak terjadi jika kita mengkonsumsi makanan yang sehat dan bijaksana dalam menggunakan obat-obatan. Jangan sampai salah mengkonsumsi obat justru membunuh bakteri baik dan akibatnya daya tahan tubuh kita pun bisa menurun.

Bahasan kedua yang dibahas sore itu adalah soal Antibiotik. Obat segala macam penyakit, katanya sih begitu, apa benar?

Perkenalan saya dengan antibiotik adalah dari orang-orang di sekitar saya yang sering menggunakannya. Kalau flu berat, dibarengi demam dan kepala pusing, meriang dsb langsung deh ke apotik beli Amoxicillin (salah satu jenis antibiotik) ditambah dengan obat-obatan yang dijual bebas lainnya. Pokoknya kalau badan drop langsung deh AN-TI-BI-O-TIK diminum. Dulu waktu saya terkena radang tenggorokan selalu disarankan beli FG Trocers ke apotik dan ternyata itu mengandung antibiotik, itu pun saya ketahui belakangan ini dari televisi.

Dulu saya kurang paham fungsi sebenarnya dari obat itu. Saya pikir antibiotik itu adalah obat untuk segala jenis penyakit. Biarpun kurang paham akan manfaat dari obat itu namun saya tahu dampak fisik jika kita terlalu banyak mengkonsumsinya, salah satunya adalah warna gigi cenderung menjadi kuning. Hal ini saya ketahui dari teman saya sewaktu di sekolah dasar yang memiliki gigi kuning sehingga tidak enak dipandang. Berdasarkan pengakuan teman saya, hal itu disebabkan karena sewaktu kecil dia terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik. Sejak itu saya mulai hati-hati dengan antibiotik, karena saya menilai bahwa antibiotik merupakan obat yang cukup berat dan bukan obat sembarangan. 
Antibiotik berasal dari bahasa latin yang terdiri dari anti = lawan, bios = hidup. Adalah zat-zat yang dihasilkan oleh mikroba terutama fungi dan bakteri tanah, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain, sedangkan toksisitasnya(racun) terhadap manusia relatif kecil.-www.pmmkarc.or.id-
Fungsi antibiotik adalah membunuh bakteri (bakteriostatik). Ingat ya, antibiotik membunuh bakteri bukan virus. Jadi kalau misalnya kamu terkena penyakit batuk, pilek, cacar air, gondongan, dll yang disebabkan oleh virus maka tidak diperlukan penggunaan antibiotik. Sementara untuk virus sudah ada obat anti virus. Sedari sekarang gunakanlah obat yang sesuai dengan kebutuhan badan kita.

Penggunaan antibiotik yang bijaksana adalah:
  1. Dikonsumsi setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
  2. Dibeli sesuai dengan resep dokter yang sudah diberikan
  3. Dikonsumsi habis sesuai aturan dari dokter.
Apa dampaknya jika antibiotik digunakan dengan tidak bijaksana?? 

Bukan saja mematikan bakteri jahat namun juga bakteri baik. Jika bakteri baik lebih banyak mati karena penggunaan antibiotik yang berlebih maka kecenderungan untuk bakteri jahat berkembang lebih pesat dan menjadi semakin kuat. Dan kemudian terjadilah Resistensi.
resistansi/re·sis·tan·si/ /rĂ©sistansi/ n ketahanan. - Kamus Besar Bahasa Indonesia-
Dampak dari resistensi ada lagi nih, yaitu: obat yang diminum tidak lagi ampuh mengobati penyakit kita, Kalau sudah begini, mau obat apa lagi yang kita minum? Jadi, dampak dari ketidakcermatan kita dalam mengkonsumsi obat justru akan membuat masalah baru dan bahkan berdampak kurang baik juga untuk orang lain. Karena jika lebih banyak mikroorganisme yang berkembang ditubuh kita karena resistensi (apalagi bakteri jahat) tadi maka akan dengan mudah berpindah ke orang lain dengan hanya melalui: jabat tangan, pelukan, atau hanya sekedar berpapasan.

Bayangkan jika kita menjadi kontributor dalam penularan suatu penyakit, pasti tidak mau kan?. Jangan sampai seperti itu ya. Kalau kamu tidak percaya tentang mudahnya penyebaran bakteri, bisa dibaca nih penelitian terbaru dari Noah Fierer di artikel ini. Oleh karena itu mari kita lebih cerdas dalam menggunakan obat-obatan.

Melalui gerakan ini juga akan diberikan refreshment kembali kepada para praktisi medis (Dokter, Bidan & Apoteker) akan dampak penggunaan antibiotik yang tidak tepat guna. Harapannya mereka akan dapat meningkatkan awareness masyarakat awam akan bahaya resistensi jika penggunaan antibiotik tidak tepat guna. Sehingga tidak lagi sembarangan memberikan antibiotik untuk setiap penyakit. Kemudian apakah Antibiotik itu dilarang?. Penggunaan antibiotik tidak dilarang namun harus sesuai dengan resep dokter dan bukan copy resep.

Saya sendiri menyambut baik adanya gerakan ini. Saat ini sudah saatnya kita memberikan informasi yang netral dan tidak memihak kepada pihak manapun kecuali untuk kemanusiaan. Masyarakat perlu diberikan peringatan dari sekarang demi untuk kelangsungan keturunan kita kelak. Jika resistensi terus meningkat maka dampak negatif pun akan semakin besar. Hal ini bukan hanya tugas pemerintah untuk menjaga tapi juga tugas kita.

Menurut saya kalau bisa untuk pertolongan pertama sebaiknya gunakan saja obat-obatan herbal peninggalan nenek moyang kita. Misalnya untuk sakit maag bisa meminum air kunyit, obat batuk bisa menggunakan perasan lemon dengan kecap, dan masih banyak lagi ramuan yang lain. Ibu Nila Moeloek saja mengatakan bahwa minum jamu itu bagus untuk menjaga stamina tubuh, Dan ingatlah bahwa batuk, pilek tidak perlu obat, cukup makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Jika dalam 3 hari sakit berlanjut segera periksakan diri ke dokter.

Yuk, sama-sama cerdas dalam menggunakan obat. 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...