11 October 2015

Buka Kaleng Susu Tanpa Repot, Cukup #KlikTarikTuang

Sejak saya sapih Naeema untuk tidak lagi pakai botol sejak 2,5 tahun yang lalu menyebabkan Naeema tidak mau minum susu. Mungkin minum susu dengan botol bagi anak kecil seperti Naeema yang saat itu masih berusia 3 tahun bisa membuat rilek sampai akhirnya ngantuk dan tertidur. Dan semenjak tidak mau minum susu itu berat badan Naeema pun tidak naik secara significant. Dokter Anak Naeema memberikan masukan supaya tetap diusahakan minum susu sebagai pelengkap. Karena pada dasarnya Naeema bukan anak yang susah makan.

Dalam proses merayu dan tetap berusaha agar Naeema mau minum susu lagi maka berbagai macam merk dan jenis susu pun dicoba. Mulai dari susu bubuk, susu UHT sampai susu kental manis. Dan  pencarian pun berbuah manis. Tanpa sengaja Naeema mencicipi susu bendera Frisian Flag oyang diberikan Eyang Mami, kebetulan ini memang susu idamannya Eyang Mami. Alhamdulillah Naeema mau. Naeema kemudian minum susu pake gelas dan saya pun senang. Jingle iklan Susu Bendera pun sering dilantunkan oleh Naeema "susu saya susu bendera". 

Naeema & Susu Kental Manis Bendera Frisian Flag
Minum susu lancar dan Ibu (baca:saya) pun senang. Tapi ternyata ada masalah kecil lain. Biar kecil tapi cukup bikin saya malas dan menegangkan. Saya paling tidak suka buka tutup kaleng susu itu. Pakai pembuka botol  justru sulit terbuka. Alternatif lain pakai pisau, diketok-ketok, diengkek-engkek , saya juga pakai alat bantu tambahan yaitu batu cobek. Pisau pun jadi korban, pasti sedikit penyok dibagian ujungnya. Hati was-was karena takut terluka, tambahan lagi kalau ketiban cobek yang bisa saja terlepas dari tangan dan melukai kaki oh sungguh ini menjadi moment yang paling bikin deg-degan. Demi Naeema mau minum susu, saya rela.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Sepertinya Frisian Flag paham sekali jeritan ibu-ibu seperti saya. Kini membuka kaleng susu bendera untuk Naeema tidak lagi jadi hal yang menegangkan. Kini Frisian Flag berinovasi dengan kemasan kalengnya. Kini kemasan kaleng itu tidak lagi yang tertutup rapat itu sehingga tidak lagi menyeramkan seperti dulu.

Dengan kemasan baru ini sungguh bikin nyaman, aman dan lebih praktis dalam menyajikan susu bendera. Cukup dengan "klik,tarik,tuang" langsung bisa dengan mudah menikmati susu bendera Frisian Flag. Saya tidak perlu lagi alat bantu, bye bye pisau bye bye cobek kini kalian bebas tugas dari membuka kaleng susu. Kini membuka kaleng susu bukan lagi moment yang menegangkan bagi saya.



Masih soal pucuk di cinta ulam pun tiba, Selasa, 6 Oktober 2015 yang lalu saya berkunjung ke Frisian Flag Cafe di FX Sudirman. Frisian Flag Cafe ini merupakan pop-up cafe yang ditujukan untuk keluarga. Sebagai tempat hang-out keluarga diharapkan Frisian Flag Cafe bisa menjadi sarana tempat kumpul keluarga dan menikmati semua makanan dan minuman berbasis susu. Bener-bener inspiratif sih mampir kesini. Saya jadi tau bahwa susu kental manis bendera ini bisa dijadikan sebagai bahan pokok dalam membuat minuman. Selama ini saya hanya pakai susu bendera sebagai bahan pendamping saja, seperti hiasan diatas jus atau dioles diatas roti tawar. Mama saya sendiri sering memakai susu kental manis bendera ini sebagai bahan dalam membuat kue. Kue singkong keju, itu andalan mama yang selalu jadi idola.

Frisian Flag Cafe di FX Sudirman
Ketika Naeema melihat foto saya sambil menikmati Frisian Flag Chocomint Mojito mengundang reaksi Naeema untuk meminta kepada saya untuk membuatkan minuman serupa. Naeema bilang "pakai es ya Unda". Tenang nak, Unda tidak takut lagi membuka kaleng susu, insyaallah unda buat yang es susu untuk Naeema.


Kini buka kaleng susu tidak perlu repot, cukup "klik, tarik tuang" susu kental manis bendera sudah bisa disajikan untuk keluarga tercinta. Ada 3 macam rasa yang bisa dinikmati: coklat, full cream gold, dan susu kental manis original.

Untuk tahu menu-menu inspiratif dari Frisian Flag Cafe atau lebih jauh lagi tentang Frisian Flag bisa dilihat di sosial media mereka dibawah ini:

FB: http://www.facebook.com/frisianflagindo
Twitter: @susu_bendera
IG: frisian.flag

10 October 2015

WOW Customer Service versi Ojek

sumber gambar: onbatam.com
 Sudah hampir satu tahun saya menjadi pelanggan setia ojek. Apalagi sejak Gojek mulai memasuki pasar bebas dan jalanan casablanca tidak lagi bisa ditolerir kemacetannya. Dari stasiun tebet menuju kantor saya di daerah jalan Rasuna Said selalu saya tempuh dengan ojek. Kali ini saya ingin membahas tentang supir ojek langganan saya.
Katakanlah namanya Romeo, bukan nama sebenarnya. Mas Romeo ini mangkalnya di stasiun tebet. Badannya berisi dengan kulit cukup gelap menjadi tidak lagi menyeramkam dikala bibirnya dihiasi senyum. Ya, Mas Romeo selalu tersenyum jikala ada pelanggan yang menghampirinya.

Kali ini saya ingin membahas soal bagaimana cara Mas Romeo memberikan service excellent kepada customernya?. Saya akan uraikan berdasarkan pengalaman yang saya alami yang menurut saya sedikit banyak ber-impact terhadap penghasilan.

Ketika pelanggan sudah duduk manis diatas motornya selalu saja ada bahasan yang bisa membuka pembicaraan. Entah itu soal keretanya, kemacetan, pokoknya ada saja pembahasan ringan yang akan dibahas. Mas Romeo memanggil langganannya dengan kaka. Pada awalnya dulua, saya anggap ini sok akrab banget ya, namun pada akhirnya saya nyamannjuga koq. 

Mas Romeo cukup paham kebutuhan pelanggannya. Kalau kita berangkat kerja dan naik ojek kan pasti baju akan bau asap kendaraan dan itu pasti akan membuat kita tidak nyaman begitu tiba di kantor. Karena itu Mas Romeo selalu memilih jalan yang tidak macet dan lebih sepi kendaraannya sehingga baju kita tidak terlalu terpapar olehu asap knalpot yang biasanya semakin menempel di baju jika kita terkurung dalam kemacetan. Karena Mas Romeo juga akhirnya saya jadi tau banyak tentang jalan tikus yang jarang bukan jalan umum dan membuat kita tidak mengikuti jalanan macet casablanca. Dia tidak taku harus menghabiskan kilometer yang cukup jauh asalkan tidak kena macet (tidak ngikuti macet) sehingga dia pun jd lebih cepat kembali ke pangkalannya hal ini juga membuat pelanggan nyaman dengan tidak terpapar asap.

Tukang ojek pangkalan apalagi di Stasiun Tebet selalu terkenal dengan harga sewa yang dipatok cukup tinggi dan tidak masuk akal. Hal ini juga yang membuat saya tidak mau naik ojek. Tapi berbeda dengan Mas Romeo, dia cukup realistis dalam mematok harga sewa ojeknya. Sehingga tidak perlu ditawar lagi, antara Stasiun Tebet-Putaran Kuningan Atas biasanya dikenakan harha Rp. 15.000. 

Tidak segan-segan Mas Romeo akan memfollow up pelanggannya via sms dan menanyakan keberadaan saya, sudah sampai mana sehingga dia bisa standby untuk langsung meluncur ketika sudah turun dari kereta. 

Ketika fenomena Gojek sedang booming  dan orang-orang lebih memilih naik ojek online dibanding ojek pangkalan, tampaknya hal tersebut tidak berpengaruh cukup significant terhadap penghasilan Mas Romeo. Karena selama ini Mas Romeo sudah membangun koneksi yang cukup baik kepada pelanggan-pelanggan untuk tetap menggunakan jasa ojeknya. Karena pelanggannya cukup banyak bahkan tak jarang saya sering tidak menemukannya di pangkalan. Hal ini disebabkan karena siklus pelanggan yang menggunakan jasanya cepat. Sehingga keberadaan ojek online tidak membuat Mas Romeo pusing.

Yang menjadi kesimpulan disini, ketika kita mau memahami dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan dari pelanggan, membangun hubungan dan melakukan pendekatan kepada pelanggan serta memberikan service excellent maka otomatis akan berpengaruh pada produktivitas kita dan tentu saja value yang dihasilkan.

Jadi apapun profesi kita, kemampuan customer service excellent itu harus kita miliki. Karena dapat berpengaruh terhadap pendapatan kita. Bahkan sekelas Ojek saja butuh hal itu dan terbukti dari yang dijalani Mas Romeo itu kan.

Kalau Mas Romeo bisa...kamu juga bisa loh
??
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...