19 April 2015

Sharing Session with Tim Admint

Pernahkan kalian rasakan didunia kerja, bahwa menjadi admint selalu di nomor 2 kan dibandingkan tim sales & marketing? Ada saja gap yang tercipta baik itu sengaja atau tidak sehingga membuat tim admint menjadi nothing. Maafkan jika saya keliru, tetapi di beberapa Perusahaan yang saya dengar ceritanya dan pengalaman pribadi saya sendiri, saya menemukan gap tersebut. Apalagi ditambah dengan teamwork sesama admint yang kurang kuat membuat lini pekerja di bagian ini semakin antara ada dan tiada. Padahal menurut saya dalam suatu perusahaan, baik itu sales, marketing dan admint harus saling bergandengan tangan untuk bersama-sama menjunjung tinggi visi & misi perusahaan.

Tim Admint
Selasa (14 April 2015) kemarin, Ibu Manager saya meluangkan waktunya untuk melakukan Sharing Session kepada tim admint. Tema yang dipilih kali ini adalah Time Management & Communication Skills. Hellow.....ini teori klasik banget sih, segitu parahnya kah kita? Tentu tidak....ini justru menjadi semacam refreshing time untuk kami tim admint. Mengingat kembali hal-hal yang mungkin kita ketahui tapi kita lupa karena terlalu larut dalam kegiatan sehari-hari. Materi yang disampaikan tidak jauh beda dengan yang teori yang ada. Yang menjadi spesial adalah teori yang diberikan dengan cara dikombinasikan dengan pengalaman langsung dari Ibu Manager. Materi dan Pengalaman sungguh nyambung satu sama lain. Tinggal kita yang mengkombinasikannya sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Saya suka belajar dari pengalaman orang lain. Jadi sesi hari itu sebenarnya sungguh berharga. Bagaimana kita belajar tentang Time Management yang ternyata sulit sekali dilakukan secara disiplin agar kita bisa mendapatkan Work life Balance

Pelajaran yang paling diingat adalah bagaimana kita menentukan prioritas mana yang harus dilakukan sekarang, nanti, atau mungkin bisa didelegasikan ke orang lain. Dan ternyata dalam bekerja itu, kita boleh loh bilang "Tidak", apakah pekerjaan itu bisa kita lakukan sekarang nanti dan mungkin kita bisa melihat lebih dalam ternyata pekerjaan tersebut bisa dilakukan oleh orang lain (delegasi) sehingga tidak perlu kita lakukan sekarang. Dan kalau dari sesi Communication Skills saya belajar mengenali bagaimana tipe komunikasi kita. Dan tentu saja mengenali tipe komunikasi lawan bicara kita. Bagaimana cara bilang "tidak" secara elegan dan tidak terkesan menolak pekerjaan tersebut. Teori hanya teori jika tidak diimbangi dengan studi kasus. Dan uniknya hari ini juga diberikan studi kasus dari yang sudah mengalami, sehingga lebih relevan dengan pekerjaan sehari-hari.

Tidak hanya materi dan pengalaman yang tidak ternilai. Tapi hari ini saya merasakan bahwa di Perusahaan ini Tim Admint dibangun sedemikian rupa team work nya sehingga menjadi suatu tim support yang luar biasa.  Ibu Manager yang dalam hal ini sudah cukup lama bekerja disini, membangun culture cukup kuat agar Tim Admint menjadi tim yang kompak dan menjadi tim yang sama pentingnya dengan sales & marketing.

Dari Sharing Session kemarin membuat kami juga lebih mengenal Tim Admint yang bukan dari HR saja, lebih banyak bicara selain pekerjaan juga sharing nya. Membuka kartu bagaimana menghadapi atasan mereka sehingga menjadi semacama "bocoran ilmu" menghadapi beliau suatu hari nanti. Jadi bukan gosip yang kami bicarakan hari itu semata-mata murni berbagi siapa tahu pengalaman yang kita punya berharga bagi orang lain.

Terima Kasih Ibu Manager sudah bersedia memberikan kami satu hari refreshing sehari untuk sekedar berbagi ilmu yang bukan sekedar ilmu biasa. Dan semoga sesi ini bisa dilakukan maksimal 3 bulan sekali supaya fresh. 

Selamat Bekerja dan melayani kembali. Semoga menjadi Tim yang luar biasa.




Review: An Ojek For Every Need (GoJek)

Ojek atau ojeg adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda, namun lebih lazim berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan sopirnya dahulu setelah itu sang sopir akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya. (Sumber: Wikipedia).
Belakangan ini marak terlihat para supir ojek berseragam Hijau dengan tulisan GoJek lengkap dengan helm nya, terlihat sangat eye-cathcing.  Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah; Apakah  GoJek merupayakn komunitas ojek, perusahaan pengelola ojek macam taksi atau hanya seragam pangkalan saja? Masyarakat umum beranggapan GoJek adalah tukang ojek mangkal disekitaran Jakarta, atau suatu perusahaan yang mengelola ojek secara profesional. Padahal sebenarnya GoJek adalah suatu perusahaan yang membuat aplikasi smartphone, dimana aplikasi tersebut berguna untuk menjadi perantara antara pengguna ojek dan tukang ojek itu sendiri. Uniknya Gojek ini melakukan perekrutan untuk para supir ojek yang bersedia menjadi Gojek. Supir ojek direkrut, diinterview, dilakukan validasi tempat tinggal dan data pribadi lainnya,  difoto untuk dijadikan profile di aplikasi dan diberikan fasilitas smartphone sebagai fasilitas tambahan.

Pada Januari 2015 member Gojek telah mencapai 1600an pengemudi ojek yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya.  Dan di Maret 2015 berdasarkan keterangan Nadim Makarim (Founder GoJek)  di acara Hitam Putih Trans7, member GoJek meningkat menjadi 3300an pengemudi.  Wow....luar biasa. Nadim Makariem  (Founder GoJek) menyatakan bahwa dengan menjadi bagian dari GoJek bisa meningkatkan penghasilan para supir ojek. Hal ini dibenarkan oleh beberapa orang supir Ojek yang pernah saya  konfirmasi tentang hal  ini.  Karena tidak hanya  mengantar orang/ customer, dengan aplikasi GoJek ini supir Ojek benar-benar dimaksimallan fungsinya. Tentu saja dengan kendali dari GOJek transaksi menjadi lebih aman.

Menu Utama Aplikasi GoJek

Mari kita bahas tentang layanan  yang ada di aplikasi GoJek:

1. Instant courier. Gojek bisa dimanfaatkan sebagai pengantar barang secara "real time". Biaya yang dibayar tentu saja sesuai dengan jarak tempuh yang secara otomatis sudah tertera di aplikasi. Baik dokumen maupun barang bisa diantar. Dengan catatan untuk barang yang akan dikirimkan tidak boleh melebihi dari pada jarak stang motor dan tinggi pengemudi.

2. Transportation. Sudah pasti ini fungsi utamanya, mengantar kemana pun tujuan kita. Dengan tarif yang masih masuk akal.

3. Go-Food. Dengan layanan ini kita bisa order makanan di restoran favorit kita tanpa harus pergi kesana. Tinggal order kasih tau saja di aplikasi restoran yang kita maksud dan menu apa saja yang kita mau order. Bahkan didalam layanan ini sudah ada jenis-jenis makanan yang direkomendasikan loh.

Layanan Go Food
4. Shopping. Ini yang paling kece menurut saya. Kita bisa minta tolong ke Gojek untuk melakukan belanja di swalayan dengan detail barang-barang yang kita mau.

Untuk layanan 3 & 4 jumlah pembelanjaan tidak lebih dari 1 juta Saya sendiri baru menggunakan GoJek untuk layanan 1 & 2 saja, dan sejauh ini puas dengan pelayanannya. Dengan aplikasi ini kita bisa mengontrol Supir nya sudah sampai mana, bahkan dengan estimisi berapa menit Supir Ojek tersebut bisa sampai ke tempat tujuan. Dan notifikasi kepuasan kita terhadap pelayanan Supir Ojek tersebut sehingga semua tetap terkontrol.

Aplikasi Gojek membuat para ojek menjadi lebih terintegrasi dan lebih bisa dipercaya. Untuk saya sendiri sebagai pelanggan juga merasa lebih nyaman. Bukan saya saja yang langganan Gojek, kantor saya juga langganan karena bisa mnyediakan struk atau invoice sehingga jika perlu untuk di klaim kekantor bisa lebih terpercaya. 

Perlu diperhatikan adalah Anda menggunakan Gojek jika anda melakukan order via aplikasi, sedangkan jika Anda stop Supir Ojek yang menggunakan jaket Gojek dipinggir jalan berarti anda tidak menggunakan Gojek. Jadi diingat yah, jangan sampai salah.

Saya sendiri appreciate  dengan adanya aplikasi ini. Membuat Bapak-Bapak Supir Ojek menjadi lebih "kekinian" bahasa jaman sekarangnya, lebih sadar akan teknologi dan berkembang dengan jaman. Sehingga kedepannya InsyaAllah bisa membuat mereka lebih kreatif dalam mencari nafkah dan tentu saja lebih mengedepankan pelayanan yang maksimal.

Oh iya, Gojek juga punya program untuk pelanggan seperti kita loh. Jika kamu sudah download aplikasinya, masukkan kode refferal dari teman kamu sebelum kami melakukan order pertama kali, maka kamu akan dapat credit Rp. 50.000 dan bagi kamu yang kode nya dipakai juga bisa dapat credit Rp. 50.000, seru kan. Rajin-rajin cek credit wallet deh, siapa tau credit kamu bertambah karena refferal code kamu sudah digunakan oleh orang lain. Lumayan kan.

Credit yang diperoleh karena membagikan Refferal Code

14 April 2015

Keluarga Cemara Let's Get Lost To Bandung


Keluarga Cemara
Liburan pastilah selalu menyenangkan. Apalagi kalau liburan itu dilakukan ramai-ramai, selain seru pasti juga ada repotnya deh hehehe. Di long weekend kemarin (3 - 5 April) 2015, kami Keluarga Cemara memutuskan untuk melakukan perjalanan alias liburan ke Bandung. Ini adalah perjalanan luar kota kami yang pertama. Oh iya, pasti pada bertanya-tanya, siapa itu Keluarga Cemara?. Keluarga Cemara adalah sebutan untuk 3 keluarga kecil yang para istrinya berteman sejak masa sekolah dulu. Kami tinggal dulu tinggal berdekatan. Tapi kini salah satu dari kami sudah pindah ke daerah yang letaknya juga tidak jauh dari perumahan kami. Group di WA ini kami buat demi untuk silaturahmi. Namanya juga kehidupan di kota besar, kemacetan di jalan bisa saja membuat kita lupa kegiatan silaturahmi kan?. Bayangkan saja, rumah kami satu area, bahkan hanya beda gang saja tapi sama sekali kami tidak pernah bertemu. Menyedihkan sekali bukan? Itu lah kenapa dibuat group di WA yang kami namakan Keluarga Cemara. Didalamnya tidak hanya ada para istri tapi juga para suami. Dan kegiatan jalan-jalan baik dalam dan luar kota ini kami lakukan untuk refreshing, silaturahmi anak-anak kami, agar pertemanan ini tetap terjaga sampai dengan anak kami besar nanti dan tentu saja silaturahmi bapak & ibu nya.

Bandung terpilih menjadi tujuan liburan kami kali ini. Persiapan kami lakukan 2 minggu sebelumnya, mulai dari tujuan wisata, penginapan bahkan tujuan kuliner. Setelah cari sana-sini untuk penginapan akhirnya kami memilih Grha Ceumbeuleuit sebagai penginapan kami. Alasannya sih yang sesuai sama budget hehehe, soalnya kami mau menginap 2 malam di Bandung. Sehingga siaa uangnya masih bisa digunakan untuk kuliner. Itinerary yang sudah dibuat tidak serta merta dijalankan. Hanya sebagai acuan saja. Namanya juga liburan, pokoknya bebas deh. 

Day 1
Dari estimasi keberangkatan jam 5:30 pagi diundur menjadi 6:30, karena akhirnya memutuskan untuk sarapan di rumah saja. Tapi hal ini memang sudah diperkirakan sih, jadi tidak sepenuhnya gagal. Berkumpul di Rumah Naeema, kami pun harus mengatur barang bawaan kami yang MasyaAllah banyak yah hehehe. Bismillah....let's get lost.

Tol Cikampek pagi itu sudah padat. Menurut berita yang dibaca, sudah sejak semalam padat. Inilah Long Weekend selalu menarik perhatian untuk berlibur. Berhenti di Rest Area, saya lupa di Km berapa, tapi cukup lama. Maklum bepergian dengan anak-anak ya harus siap begini, apalagi waktunya pembuangan. Suasana Rest Area pagi itu pun juga padat loh, subhanallah. 

Yuk kita lanjutkan perjalanan. Tujuan awal kita adalah ke Ciater. Sudah terbayang-bayang ber rendam di air hangat. Eh tapi rencana tinggallah rencana. Kemacetan membuat estimasi ketibaan kami di Sari Ater jauh meleset. Bahkan estimasi solat Jumat di Sari Ater pun gagal total. Karena jalanan macet dan khawatir anak- anak bosan, kami memutar lewat Purwakarta. Dan solat Jumat di salah satu masjid di daerah serang panjang. Tapi sungguh menyenangkan melewati jalur itu.

Kegiatan Dastan, Jasmeen & Naeema (ki-ka) Ketika Menunggu Ayah Solat Jumat
 Selain tidak ada macet tetapi melihat kebun, hutan, danau suasananya tenang. Persis seperti petualangan. Dan memori saya pun meloncat kebelakang sekitar 20 tahun yang lalu. Jalur ini yang biasa dilewati kami sekeluarga ketika akan liburan ke Ciater. I really miss that moment. Makan siang juga kami lakukan di Rumah makan dekat situ. Ada satu bangunan kayu yang terbuka dengan pemandangan gunung yang menjual sate sapi sebagai menu utamanya. Sop nya itu seger banget, membuat kami semangat menyantapnya. Tapi sayangnya saya lupa nama Rumah makannya, pokoknya itu yang terbesar dengan halaman parkir yang cukup luas di sana. Hujan pun memutuskan untuk turun menemani perjalanan kami. Dan kami memutuskan untuk membatalkan tujuan pertama ke sari ater. 

Aplikasi Waze menemani perjalanan kami selalu. Ini yang bikin kami tidak terjebak macet dan makin seru berpetualang. Bayangkan saja Waze ini membuat kita tahu jalanan yang macet dan bahkan bisa tahu jalur alternatif yang mungkin tidak kebanyakan orang tahu. Naik turunnya jalanan yang kami lalui, dengan hamparan kebun teh di kanan kiri, dan selimut kabut yang turun sungguh-sungguh menjadi menyenangkan. Hooooo waaaaa oooo suara yang sering kami keluarkan ketika itu. Ngeri, takjub dan senang.

Kami pun memutuskan singgah di Kawah Tangkuban Perahu. Walaupun gerimis namun kami tetap sempat foto-foto dengan latar belakang kawah rati tangkuban perahu. Masya Allah.....sungguh indah ciptaannya. Setelah keliling naik Kuda, kamu pun meninggalkan tempat itu. Waktu mendekati sore dan kami pun bergegas ke tujuan wisata berikutnya yaitu Floating Market. Sampai disana kami masih sempat main di taman kelinci dan kereta wisata. Gerimis tidak menghalangi keluarga cemara untuk bersenang-senang di Floating Market. Mencoba kuliner disana sekaligus makan malam kamu hari itu.    Sampai hampir tutup kami disana.

Welfie sementara Anak-Anak naik kereta

Kemudian kami menuju daerah Cimbeuleuit, ke Graha Cimbeuleuit Guest House. Untuk ukuran Guest House penginapan ini cukup lengkap, yang penting ada kolam renang dan bersih, walaupun ukuran kamarnya minimalis alias kecil. Setiap kamar tidak bisa ditambah ektra bed. Harga makanan di restorannya juga murah. Dan kami pun bersiap untuk melanjutkan petualangan berikutnya esok hari.

Day 2
Pagi-pagi kami sudah keliling demi untuk menikmati sarapan khasnya Kota Bandung. Kita pun pergi ke ke kedai serba buburnya H. Mang Oyo. Sehabis sarapan kami berniat naik Bandros, namun sayang itu tidak kesampaian, karena ternyata saat ini Bandros hanya di fokuskan untuk group booking dulu. Sempat juga dilempar-lempar antara alun-alun dan gasibu dan Bandros pun tidak kami temukan. Akhirnya kami pun singgah di Gasibu. Mengajak anak-anak lari hampir 800m itu sungguh sesuatu, udara enak, suasana mendukung dan aku suka. Setelah itu kembali ke hotel dan anak-anak pun langsung bersiap berenang. Tidak perduli cuaca dingin, anak-anak selalu suka air.

Tidak perduli dingin, anak-anak suka bermain air

Anak-anak berenang bersama bapak-bapak, sementara ibu-ibu nya kecuali saya massage dulu. Menjelang makan siang kami baru keluar hotel dan makan siang ala Sunda di daerah Punclut tepatnya di RM Teh Ita. Makan siang, hujan, berkabut sambil menikmati pemandangan Kota Bandung yang berselimutkan salju.

Berhubung hujan yang cukup deras dan membuat rencana kami mengunjungi Saung Mang Ujo pun batal. Hal itu disebabkan karena kami enggan turun naik mobil ditengah hujan yang deras apalagi kami tidak punya payung satu pun di mobil kami. Hingga akhirnya kami memilih untuk larut di dalam Rumah Mode. Shoppiiiiiiinnggg.....yeaay. Selepas isya kami pun melepaskan diri dari jeratan baju-baju yang menggoda disana dan kembali ke hotel.

Tak puas rasanya kalau belum singgah di Koloni Cafe yang tempatnya sungguh menggoda. Tempat para crafter menjajakan hasil karyanya sambil menikmati kuliner disana. I love this place. Spot fotonya banyak dimana-mana, sayangnya Naeema malam itu sudah terlalu lelah sehingga tidak semangat untuk berfoto.

Day 3
Holiday almost ended. Kami pun check out dari Grha Cimbeuleuit. Mobil sudah sangat sesak dengan belanjaan semalam. Pagi ini kami pun kembali memutuskan ke Jl. Riau berharap hanya melihat-lihat, namun lagi-lagi membawa belanjaan. Singgah di The Secret Factory Outlet juga menyenangkan. Selain daripada banyak baju-baju dengan gaya saya, tetapi juga design tempatnya yang sangat cozy dan nyaman. Apalagi kami datang disaat FO baru buka jadi masih sepi. Sudah cukup.....jangan ditambah lagi, nanti saya duduk dimana dong? Hehehe. Makan siang di Nasi Bancakan, baru kemudian kami pun menuju Jakarta. Menurtu saya Nasi Bancakan tidak terlalu cetar membahana lah, cenderung biasa saja rasanya.

Puas deh liburan kali ini bersama Keluarga Cemara. Mari kita laksanakan liburan berikutnya ya.....semangat!!! Semoga Keluarga Cemara selalu dilimpahkan rejeki dan kesehatan, amin.

Jangan lupa nabung dan sedekahnya ya ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...