30 October 2014

Make Up Artist Wanna Be

25 September yang lalu saya dan keluarga MY melangsungkan pernikahan adik ipar saya (Iko & Yossi) yang kebetulan pengantin wanitanya adalah orang Malang. Bagaimana persiapan dan jalannya acara itu sendiri akan saya ceritakan pada postingan terpisah sekaligus dengan acara munduh mantu di Jakarta yang diilangsungkan  pada tanggal 26 Oktober yang lalu.

Kali ini saya ingin menceritakan bagaimana saya nekad menjadi seorang make up artist  minimal untuk diri saya sendiri  pada acara pernikahan dan Malang kemarin. Dengan  pulasan sederhana dan alat-alat make up yang seadanya, saya mulai memoles wajah saya. Awalnya sih uji kompetensi saya sendiri. Ditambah lagi karena memang males jika harus pake bulu mata palsu dan menor. Eh tapi hasilnya cukup memuaskan dan sesuai dengan harapan, untuk ukuran pemula seperti  saya.

Beginilah hasil pulasan make up saya dengan kemampuan seadanya:

Makeup: Desy, Hijab: Salon



Alat Make Up:
- Bedak Padat + Foundation: unbranded, punya mama Dokter kulit mama
- Bedak powder: Sephora
- Eye Shadow: MAC
- Blush On: body shop
- Lipstick: Beautystyle mix L'oreal
- Eye Liner: Beautystyle
- Maskara: Maybelline

Kece kan? Hahahaha
Dan De Meila pun jadi tertarik untuk di make up oleh saya, padahal tadinya dia enggan di make up.

Nah aksi nekad ini pun di ulang kembali pada saat munduh mantu di Jakarta kemarin, kali ini selain De Meila, De Diah pun ikut mau di make up oleh saya. Huaaa beneran uji nyali ini sih namanya. Bahkan kali ini saya turut nekad untuk pakai hijab sendiri, termasuk dengan De Diah. Pemakaian jilbab pesta pun belum sempurna juga, karena kalau pergi ke undangan pun, saya biasa dengam style yang simple. Dan nuansa make up untuk acara di Jakarta ini lebih nude (kecoklatan) karena saya nyobain bedak compaqnya Sephora yang baru dibeli sama Aunty Zyzy. 

Makeup & Hijab: Desy



Mungkin ini bisa jadi tambahan skill untuk bekal saya nanti ya, jika memang harus ke dunia freelance lagi. Perlu diseriusin sepertinya. Jadi bagaimana menurut emak-emak?

21 October 2014

SMARTFREN ANDROMAX G2 QWERTY MURAH TAPI TIDAK MURAHAN

Smartphone saat ini merupakan salah satu kebutuhan tersier yang sudah naik kelas menjadi primer. Saya merupakan salah satu orang yang merubah status tersebut. Dengan kondisi jalanan yang luar biasa macetnya antara depok-kuningan atau ngaretnya jadwal commuterline, dan tidak ada teman seperjalanan membuat saya memerlukan suatu kegiatan di sela-sela perjalanan saya itu. Hal ini semata-mata agar perhatian saya teralihkan dari kondisi jalanan yang bisa saja menmbuat stress saya meningkat 2 kali lipat.

Smartphone adalah salah satu alat yang bisa membunuh kebosanan di tengah kemacetan. Inilah yang membuat saya mulai melakukan pencarian smartphone apa yang bisa mengakomodir kebutuhan saya. Kebutuhan saya sudah pasti: sinyal kencang, irit (nalurinya ibu-ibu), bisa nonton korea hehehe, bisa eksis di media sosial. Nah saya rasa banyak banget nih smartphone yang bisa kita pilih kan ya? Eh tapi yang harganya masuk budget, kira-kira apa ya? 

Pengalaman suami yang sudah 2 tahun pakai smartfren dan irit membuat saya akhirnya menjatuhkan pilihan pada provider tersebut. Eh tapi, sayang banget nih nomor GSM saya kalau tidak digunakan lagi. Itu berarti saya harus pilih yang Dual Sim Card, supaya bisa jadi nomor cadangan juga kan. Apa dong ya, Yang murah meriah aja.....asal tetap gaya euy. Gaya tetap menjadi nomor satu, jadi tidak malu-maluin kalau dibawa kemana-mana.

Dengan berbagai pertimbangan itu akhirnya pilihan saya jatuh pada Andromax G2 Touch Qwerty murah tapi engga murahan loh ya….. 



Dengan harga tidak lebih dari 1 juta, bisa dapat smartphone android itu sepertinya sesuatu banget. Dapat bonus 600 MG lagi dari paket pembelian handphone itu.

Tampak Depan & Belakang
Lihat penampakan smartphone baru saya diatas, kece kan??. 

Andromax G2 Touch Qwerty ini adalah perpaduan antara touch screen dan qwerty. Spesifikasinya adalah:
  •  Lebar Laya 3,5” touch screen membuatnya menjadi lebih nyaman dan juga responsive
  • Adreno 302 Graphic Processor memberikan kinerja dan tampilan lebih baik serta halus saat Anda browsing, chatting, bermain games, maupun menonton video. Cocok sama tujuan saya bisa nonton korea selama perjalanan.
  • Qwert keypad nya membuat saya yang belum terbiasa dengan touch screen keyboard tidak typo.
  • Snapdragon Audio+ menghasilkan suara yang bagus. Cocok lagi buat dengerin music selama perjalanan atau Koreaan (tetep yaa…..hehehe)
  • Dual Camera (Kamera belakang 5 MP dan Kamera depan 1,3 MP). Asik kan kamera belakang OK, cuma kamera depannya tergantung banget sama cahaya ruangan. Untuk hasil foto kamera depan yang lebih baik sebaiknya didukung dengan suasana ruangan yang cukup terang. Jadi kalau mau foto-foto dan ingin maksimal tidak disarankan menggunakan kamera depan.
  •  Dual Sim Card (EVDO & GSM). Dua nomor tersebut bisa aktif bersamaan dalam satu handphone. Jadi nomor GSM saya masih bisa digunakan.
  • OS nya sudah Jelly Bean 4,3.
  • Teknologi EVDO Rev. A dengan kecepatan download internet sampai dengan 3.1Mbps, nikmati streaming video tanpa buffering.
  • Sudah ada Wifi.
Selain spesifikasi diatas, ada konten tambahan yang tidak perlu susah-susah download di Google Apps, tapi konten tersebut sudah tersedia di Andromax G2 Touch Qwerty.

Source: www.smartfren.com

Menurut saya smartphone ini pas banget bagi yang memiliki budget tidak cukup besar untuk membeli smartphone, tetapi tetap mau eksis seperti saya ini.


Ditambah paket internet smartfren yang juga cukup murah. Untuk info lebih lengkap mengenai paket dari smartfren ini bisa lihat disini

12 October 2014

Alternatif Transportasi Lain Ke Soetta





Kini warga depok tidak perlu lagi repot jika hendak ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta karena sekarang sudah ada layanan angkutan pemadu moda yang dikelola oleh Hiba dan bekerjasama dengan Pemerintah Kota Depok sert tentu saja Angkasa Pura. Tujuannya sudah pasti untuk memudahkan transportasi masyarakat yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta menuju ke Bandara Soetta. Setahu saya, bus ini sudah beroperasi sejak sebelum lebaran Idul Fitri. Jadi bisa dikatakan moment peresmian operasi layanan bis ini cukup tepat karena berbarengan dengan arus mudik. Seperti tagline nya Air Asia bahwa “EVERYONE CAN FLY” sehingga kini pesawat bukan lagi menjadi transportasi mahal dan banyaknya masyarakat pendatang yang kini bertempat tinggal di pinggiran Jakarta maka peluncuran moda transportasi ini pasti disambut baik oleh warga Depok pada khususnya.

Moda transportasi ini memiliki jam keberangkatan satu jam sekali. Dengan jam operasional dimulai pada jam 2 pagi sampai dengan 12 malam. Memiliki 3 Bis (CMIIW) dan berangkat setiap satu jam sekali. Keberangkatan ada 2 titik yaitu Terminal Depok dan Hotel Bumi Wiyata. Sistem pembelian tiket di 2 titik tersebut sudah real time, jadi jangan khawatir tidak kebagian duduk ya. 

Dan satu hal lagi, bus ini juga dilengkapi dengan wifi dan TV loh, sayang saat itu TV nya tidak dinyalakan, sehingga saya tidak bisa memastikan yang ditayangkan siaran apa. Kursi penumpang yang nyaman, supir dan kondektur yang ramah membuat saya sebagai penumpang saat itu cukup nyaman.

Bahkan petugas tiket pun membantu memberikan estimasi keberangkatan agar kita tidak ketinggalan pesawat nantinya. Bis ini akan mengantar kita ketujuan, mau ke terminal 1, 2 atau 3. Sementara itu untuk pembelian tiket bis ini dari Bandara Soetta bisa dilakukan di loket Primajasa.

Intinya dengan beroperasinya Bus ini saya sangat sambut baik. Semoga pelayanan yang baik ini termasuk dengan kebersihan bus nya tetap dijaga dengan rapih ya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...