22 August 2014

Percakapan Weekend (Unda vs Naeema)



Percakapan ini berawal dari kegiatan kami di kamar mandi. Pertama-tama Naeema bilang:
Aku senang sekali kalo Unda libur. Aku engga senang kalo Unda engga libur.
Reaksi saya saat itu hanya tersenyum saja. Dianggap euforianya  Naeema karena sudah bisa sama-sama di weekend itu. Eh tapi pernyataan tersebut berulang, seperti percakapan dibawah ini:

Naeema: Aku senang kalau Unda libur, tapi aku engga senang kalau Unda kerja.
Unda: Trus nanti Unda ngapain dong kalo dirumah?
Naeema: Unda dirumah aja, bebenah (baca: beres-beres rumah) sama aku
Unda: *nyengir aja

Seandainya kamu tau nak, tidak bisa hadir diacara 17an disekolah dan tidak bisa menemani kamu lomba saja itu membuat hati Unda rasanya hancur. Airmata Unda tergenang, jika meninggalkan kamu disekolah dan kamu menatap kepergian Unda dengan begitu mandirinya.

Naeema, semoga Allah menguatkan niat Unda untuk berhenti menjadi full time worker dan berani ambil resiko untuk menjadi full time mother. Doakan Unda ya nak....doakan.

Curahan hati seorang Ibu Bekerja.

13 August 2014

LatePost: Naeema Goes To School

Fiuh, blog ini sudah berdebu karena hampir 3 bulan tidak saya kunjungi. Well, paska saya pindah kantor ternyata masih juga belum bisa konsisten nge-blog. Payah…Payah…Payah…sungguh diluar ekspektasi saya. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya dokumentasikan tapi yah apa daya, niat pun tidak ada.  Cerita akan dimulai dari pengalaman Naeema ke sekolah.

14 Juli 2014, Naeema mulai bersekolah di TK Amaliyah di Jl. Raden Saleh Depok. Hari itu kebetulan Saya & MY sengaja ambil cuti. Kami pun excited melihat ekspresinya di sekolah pada hari pertama. Moment –moment seperti ini membuat saya terharu, tidak percaya dan juga bersyukur. Alhamdulillah anak yang dulu saya kandung selama 42 minggu kini sudah mulai masuk sekolah.

Ayah & Ibu yang mengantar Ananda nya ke sekolah
Dan Alhamdulillah ternyata Naeema satu sekolah dengan Jasmeen & Dastan (orangtua mereka adalah teman-teman saya sejak sekolah, kami sangat dekat). Hal ini tidak direncanakan, tiba-tiba saja dengan cerita nya masing-masing mereka memilih TK yang sama dengan yang saya pilih. Mudah-mudahan itu bisa mengakrabkan anak-anak kami seperti layaknya kami para orangtua nya.

Karena hari itu bulan puasa, maka anak-anak tidak perlu membawa bekal. Waktu belajar pun belum efektif, hanya dari jam 8 – 10 saja. Namanya juga masa perkenalan sekolah, jadi jangan berharap banyak mereka melakukan banyak aktivitas, paling hanya membuat 1 prakarya saja
.
Hari-hari berikutnya sudah pasti saya & MY tidak bisa menemani Naeema kesekolah, kalau berangkat diantar ayah (panggilan Naeema untuk adik Mama saya) yang sejalan dengan anter Aunty Dedes ke stasiun, Naeema di drop trus nanti dijemput lagi pas jam pulang sekolah. Alhamdulillah saya punya “SPY” disekolah yang rajin banget kirim foto-foto Naeema dan kegiatannya, siapa lagi kalo bukan Bunda nya Dastan. Terima Kasih Bunda Dastan, saya jadi tahu Naeema senang disekolah. Kalau sudah terima foto-foro itu rasanya terharu, sedih, dan ujung-ujungnya kepengen resign. Hmmm dilemma ibu bekerja begini ga sih, atau memang saya lagi cengeng aja?.

Pic: Bunda Dastan

Sekolah hanya berlangsung seminggu saja, habis itu libur lagi 2 minggu sampai dengan tanggal 11 Agustus sekolah baru aktif kembali. Padahal lagi semangat-semangatnya disekolah loh. Untung ada kegiatan dirumah, bantuan Mami bikin kue dan silaturahmi Lebaran jadi tidak membuat Naeema selalu bertanya tentang sekolah.

Intinya seminggu perkenalan sekolah kemarin, Naeema masih mengikuti arus kegiatan dari Bunda Guru saja, kalau ditanya ngapain masih belum bisa cerita secara full. Tapi biasanya dia cerita dengan sendirinya dengan sepotong-potong. Masih harus terus dibilangin untuk Tanya nama teman-teman, ikutin perintah Bunda Guru dan jangan selalu bilang “gak bisa”.

Oh iya sebelum saya mengakhiri postingan ini ijinkan saya & keluarga memohon maaf jika selama ini ada salah kami yang disadari dan tidak disadari ya ^_^.





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...