29 May 2014

Anda, Dokter Gigi & Bawang Putih



Postingan kali ini adalah lanjutan dari kunjungan kami ke Dokter Gigi pada hari Sabtu lalu. Setelah sebelumnya saya ceritakan bagaimana respon Naeema setelah konsultasi ke Drg, kini giliran cerita Anda dan sakit gigi nya. Apakah lebih baik atau tidak ada perubahan? Ini dia ceritanya.

Saya daftarkan Anda di Dokter Gigi perempuan dengan pertimbangan saat itu jam prakteknya tidak terlalu sore, supaya sakit gigi nya bias cepat tertangani. Kalau sudah begini pasti deh semua bilang lebih baik sakit hati kan daripada sakit gigi. Antrian sudah dapat nomor besar dan benar saja ngaret tidak terhindarkan. Kondisi Anda saat konsul dalam kondisi menahan sakit yang sudah menyerang sampai ke kepala. Alhamdulillah…kami dipanggil masuk. Dan apa yang kami dapat….?

Tidak ada kontak mata antara dokter dan pasien (Anda). Begitu masuk Anda langsung diminta ke kursi periksa dan kemudian dimulai untuk dibersihkan. Intonasi suara Dokter tersebut juga terkesan melayani dalam keadaan terburu-buru. Pemeriksaan selesai, begitu diajak bicara dan ditanya-tanya responnya kurang bersahabat dan sungguh membuat saya yang ada disitu ikut kesal. Bagaimana bisa menjawab pertanyaan pasien tanpa melihat matanya bahkan menjawab dengan intonasi yang juteknya luar biasa. No Empathy At All…..Kalau habis itu sembuh atau paling tidak membantu mengurangi sakitnya sih tidak masalah ya, tapi ini makin parah. Bahkan sakitnya luar biasa (dilihat dari kondisi Anda saat itu). Obat yang didapat juga Cataflam lagi, padahal kami sudah katakana kalau obat itu sudah tidak lagi membantu. 

Percakapan Anda (A) dengan Dokter Gigi (D) itu:
A: Apa harus diminum obatnya?.
D: Ya, sekarang sakit ga?
A: Kalau dirapatkan mulutnya sih dok.
D: Itu bukan sakit, itu memang gusinya bengkak.
A: Yang bolong ada berapa sih dok?
D: Yaa….yang saya kerjain cuma satu, bolongnya berapa, saya kurang tau

WHATT……………..Rasanya kepengen dicomot mulutnya deh saat itu. Diminta konsul lagi Sabtu berikutnya. Ya…kami akan datang tapi maaf ya Dok, saya pindah dokter aja.

Kemudian sebagai langkah bantuan selama satu minggu ini, akhirnya saya teringat tips-tips herbal dari Bos saya dulu kalau sakit gigi bisa dengan Bawang Putih, dari hasil google saya tau bagaimana caranya menggunakan Bawang Putih sebagai obat sakit gigi:
-         - Bawang Putih dicincang kasar
-         - Ditaruh dibagian gigi yang sakit
-         - Diamkan selama 10 – 15 menit
-         - Setelahnya kumur-kumur dengan air hangat.

Treatment ini dilakukan setiap kali terasa sakit. Dan meeting ke KL kemarin pun saya bekali dengan Bawang Putih. Gak papa deh yah agak-agak mengganggu penciuman orang sekitar, daripada menderita sendirian. Sakitnya Alhamdulillah tidak sering datang dan cukup menyelamatkan Anda selama meeting di KL kemarin sampai dengan hari ini.

Manfaat Bawang Putih sebagai obat sakit gigi bisa dilihat pada artikel ini
 
Dan si Bawang Putih terbukti lebih ampun daripada obat yang sebelumnya diminum. Herbal tetap yang paling juara daripada obat-obatan itu ternyata. 

Dan pokoknya enggak mau kembali ke dokter itu lagi, mungkin memang Anda lebih cocok ditangani oleh Dokter Gigi Laki-laki ya?. Entahlah....                                   

26 May 2014

Naeema Goes To Dentist

Inilah cerita weekend keluarga kami. Sabtu, 24 Mei 2014 yang lalu kami mengunjungi Dokter Gigi. Tujuan awalnya adalah menemani Anda berobat. Sudah 1 minggu ini Anda menderita karena sakit gigi, berawal dari giginya bolong dan kemudian gusi bengkak. Bahkan Cataflam, obat anti nyeri yang bisa diminumnya pun sudah tidak lagi bisa mengurangi rasa sakitnya itu. Sakit gigi sungguh membuat hidup menderita, kalau seperti ini bisa dibilang lebih baik sakit hati ga sih? OK, baiklah saya mulai bicara ngawur.

Secara mendadakan saya daftarkan Naeema di dokter gigi yang saat itu bertugas, dan kebetulan berbeda dengan dokternya Anda. Setelah saya cari informasi ke suster tentang dokter yang bertugas bisa melayani anak-anak, akhirnya saya daftarkan Naeema ke Drg. Dwi Suprihartono (Orthodonti). Alhamdulillah pilihan saya tepat, Drg. Dwi cukup membuat Naeema nyaman, dan menjelaskan hal-hal yang perlu saya ketahui tanpa saya ditanya. Dibanding dengan Dokter Gigi yang merawat Anda, sungguh-sungguh tidak bisa diajak untuk berkomunikasi. Ditanya-tanya untuk konsultasi aja juteknya minta ampun. Yah positif thingkingnya, mungkin saja dokter itu sedang kelelahan karena pasiennya cukup banyak.

Kembali ke pengalaman pertamanya Naeema ke dokter gigi. Alhamdulillah Naeema tidak menangis atau takut untuk duduk di kursi prakteknya Pak Drg, pegangan kencang dikursi dengan mulut menganga sungguh lucu sekali. Pembawaan Drg. Dwi yang open dan hangat, membuat Naeema menuruti apa yang diperintahkan dan dengan sukarela membiarkan giginya dibersihkan karang giginya. Karang gigi itu sendiri berasal dari makanan sisa yang tidak luruh oleh air putih yang diminum dan cenderung tidak terkenal air liur disertai dengan menggosok gigi yang kurang bersih atau tidak tersikat. Gigi depan Naeema yang sedikit keropos akhirnya ditambal dan jadi rapih lagi.

Naeema With The Dentist
Naeema tipikal anak yang mendengarkan input-input positif yang dia terima, apalagi kalau bertemu ahlinya. Setelah pulang dari dokter gigi, kalau habis makan apapun dia mau minum air putih, biasanya susahnya minta ampun. Bangga banget dengan giginya yang sudah tertambal dengan rapih, bahkan minta ke dokter lagi dan bertanya:
gigi ku sudah bersih belum sekarang?
Hehehehehe…..lucunya. Senang deh kalau Naeema tidak trauma, jadi bisa mudah dibawa control lagi kan.
Trus gimana nasibnya Anda setelah diperiksa oleh Drg yang jutek itu?. To Be Continue ya.

18 May 2014

REVIEW: Make Up of Mine

Akhir-akhir ini lagi seneng banget sama make up, atau hal-hal yang berbau kecentilan. Lagi inget sama masa-masa kecil dulu yang suka berandai-andai pake make up mama. Setelah menginjak usia kepala 3 ini, baru ajah percaya diri menyapukan bedak dan teman-temannya di muka saya. 

Awal saya kerja, sekitar 7 tahun yang lalu alat make up andalah saya paling cuma maskara, dengan maskara membuat mata saya terlihat lebih "berbicara" dan ceria. Apalagi saya menemukan masakara yang memang sudah enak banget diaplikasikan dimata saya. Maskara Maybelinne tipe Volume dan waterproof akhirnya menjadi pilihan saya, dan belum menemukan merek lain yang bisa mewakili kebutuhan saya saat ini.  Kemudian naik tingkat dengan menambah blush on, tetapi itu juga jarang-jarang karena mungkin belum ketemu merek yang cocok dengan warna kulit saya yang sawo matang.

3 tahun yang lalu saya kerja di Perusahaan Jerman, bertemu dengan teman yang suka banget pake eye liner. Alhasil coba-coba lah saya bereskplorasi dengan eye liner. Oh iya lipstik pun jarang-jarang pake. Berkat pertemenan saya dengan Mama nya si Kembar itu (teman kantor saya) akhirnya saya kenal dengan salah satu merek Beauty Style. Dari situ saya mulai suka dengan Lipstik Matte "Earth Rose" yang menjadi andalah saya sehari-hari. Merah hati dan agak gelap tidak membuat kulit saya yang sawo matang ini tambah gelap, bahkan terlihat agak terangan deh. Eksplorasi saya pada merek ini meluas dengan mencoba-coba eye linernya dan juga menjadi kesukaan saya. Suatu hari saya mampir ke ambasador Mall dan Beauty Style sedang ada bazaar, akhirnya di make over disitu dan lipstik saya bertambah dengan tipe "Candy". Candy membuat lebih natural tapi tetap berwarna...aku suka.

Petualangan saya akan make up berjalan secara otodidak. Mulai suka ekplore eye shadow, walaupun masih kurang percaya diri dengan make up yang satu itu. Untuk eye shadow saya hanya punya satu-satunya merek MAC saja, tipe apa saja saya kurang tau deh, yang penting warnanya dop semua dan ada warna hitamnya disitu.

Dan akhir-akhir ini lagi sering banget mandangin make up tutorial baik itu dari web dan youtube. Rasanya seru juga kalau saya bisa make up sedikit-sedikit. Paling tidak, saat ada acara-acara yang membutuhkan keahlian itu keluarga saya tidak perlu ke salon, apalagi kalau saya bisa sekalian hijab stylish. Kebayang deh pasti banyak banget keuntungan yang bisa saya dapatkan. Multi tasking iya, sekaligus juga buat tambahan ngasong kan. OOh I really love freelance tasking. 

Jadi intinya kayanya saya mau menseriusin coba-coba ini. Alhasil ditengah kegalauan hati saya saat ini, saya pun mencoba untuk sekedar praktik sedikit saja. Berikut ini hasil uji coba saya, masih sekitar smokey eyes ala ala saya.


Make Up Tools:
- Eye Shadow : Wardah
- Eye Brow : Eye Shadow Wardah
- Maskara : Maybelline
- Lipstick : NYX "Amsterdam"
- Shading : Beauty Style Liptick Candy Matte

Anyway, suka banget sama lipstick NYX ini, super duper ringan dan nempel banget di bibir. Terlihat natural walaupun warna gonjreng begitu, tidak buat bibir kering, walaupun kelihatannya matte banget. Idola deh pokoknya lipstik ini.

17 May 2014

MAN SHABARA ZHAFIRA

Source: Google
Konflik atau masalah pastilah dialami semua manusia di bumi Allah swt ini, begitupun dengan saya. Masalah yang terberat bagi saya saat ini adalah memerangi pemikiran diri sendiri apalagi ke arah su'udzon. Menyebabkan banyak salah sangka, menjerumuskan dan mungkin bisa menyebabkan saya mengambil keputusan yang salah (na'udzubillah). 

Tapi saya yakin sekali, bahwa Allah tidak akan pernah memberikan masalah diluar dari kesanggupan umatnya. Dan begitupun saya, semoga saya bisa memerangi perasaan ini sehingga tidak harus kalah dengan keputusan yang merugikan bagi saya dan semuanya. 

”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS Al Baqarah [2] : 286).

Saat ini saya hanya bisa berzikir, perbanyak ibadah untuk memerangi su'udzondan kemarahan yang hanya menjerumuskan. Berusaha untuk bisa membangun kepercayaan lagi dan La Tahzan, Allah pasti bersama kita.

Yang saya yakini adalah saya ingin menjadi pemenang dari pergumulan hati yang saat ini saya alami. Saya tidak ingin membiarkan setan-setan itu menang dan bersorak gembira.

MAN SHABARA ZHAFIRA

Maka saya butuh bersabar dan berdoa agar esok akan lebih baik untuk kami sekeluarga. Agar pikiran buruk ini dibuang jauh-jauh dari pikiran dan jiwa saya. 

Amin YRA.

15 May 2014

Welcoming May, Welcoming New Office

Akhirnya setelah pengajuan resign yang seharusnya 1 bulan efektif dan kemudian diperpanjang (khusus saya) menjadi 2 bulan, akhirnya saya resmi MOVE ON dari perusahan medical devices dari Jerman itu. Banyak orang tidak percaya dengan keputusan saya ini termasuk mama saya, selain memang kabar resign ini dirahasiakan bagi orang-orang diluar divisi HRD, ditambah lagi sampai dengan detik-detik terakhir efektif mengundurkan diri, saya masih sibuk follow up pendingan-pendingan recruitment. Dan ditambah memang saya tidak mengirimkan farewell email kepada seluruh karyawan. Saya hanya memberi kabar dan pamitan kepada orang-orang dikantor pusat dan beberapa Leader area yang sampai saya informasikan tidak juga percaya, ya sudahlah ya.....

5 Mei 2014, saya resmi berkantor di salah satu perusahaan e-commerce yang khusus bergerak di  bidang flash sales. Proses recruitment disini relatif lebih mudah dibanding perusahaan pada umumnya. Tetapi memang dengan typikal perusahaan sejenis ini, semua rata-rata hanya sampai dengan interview base on competency. So...Insting akan lebih banyak dipergunakan disini. Situasi disini mayoritas adalah Gen Y yang notabene masih anak-anak muda semua. Rata-rata mereka dibawah 30 tahun. So berasa awet muda lah saya ^_^. Untuk penerimaan karyawan, disini relatif lebih mudah....yang penting ada chemistry aja sama usernya. Nah lo....mudah atau sulit ya kalo begitu?. Mereka tidak masalah dengan menerima fresh graduated, yang penting up date dan engga kudet.

KENAPA PINDAH?.

So many people always asking me for that question. Ini tidak pernah dibayangkan bahwa proses saya mendapatkan pekerjaan di tempat yang selalu saya ingin pelajari bisnisnya datang begitu cepat. Can we call it DESTINY? Sebenarnya saat ini saya lagi excited banget sama challenge baru di Perusahaan Jerman itu. Tetapi akhirnya dengan Bismillah.....saya ambil tawaran itu. Kalau MY bilang sih 

Ini kan udah diimpikan kamu, ada kesempatan ya Nothing To Lose aja. Apalagi kamu kerja itu statusnya hanya membantu, bukan pencari nafkah yang utama. Yang penting adalah antara ngurus anak dan kerja itu porsinya harus lebih besar ngurus anak dan rumah tangga.

JEGER..........!!! Well saya ngaku deh, kerjaan di Perusahaan Jerman yang besar itu memang seakan menelan saya dalam kesibukan yang luar binasa. Sampai pada akhirnya saya kesulitan membagi waktu antara profesionalisme kerja dan Ibu Rumah Tangga. Alhasil sepertinya MY sudah tidak ridho istrinya kerja. Makanya dia dukung banget saya pindah kantor, apalagi karyawan lebih sedikit tapi penghasilan alhamdulillah ditawarin lebih baik.

Pertimbangan saya pindah pun, supaya bisa menjadi lebih adil mana urusan kantor dan mana urusan keluarga. Dan lebih banyak hal-hal yang bisa saya lakukan. Misalnya, memulai bisnis online shop saya sendiri yang selama ini masih maju mundur prosesnya, mulai bisa konsen belajar nge-craft, jahit dan mungkin bisa sedikit-sedikit runaway after lunch untuk hadir di acara-acara blogger yang kadang dilaksanakannya di weekday *modus. 

Source Picture


Mudah-mudahan dengan pindah perahu yang lebih mendekati passion saya, bisa menambah ilmu saya dalam hal enterpreuner. Dan kalau memang belum, seperti yang Om Steve bilang:  just keep looking for another.

SEMANGAT KAKA......!!!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...