21 March 2014

Review: Puding Favorit Naeema

Semua ibu didunia pastilah ingin memberikan makanan yang terbaik untuk anak-anaknya. Begitupun dengan saya sebagai seorang ibu dari anak perempuan berusia 4 tahun, dimana diusia tersebut hasratnya akan makan-makanan manis sangatlah besar. Dengan waktu dirumah yang terbatas, saya harus pintar-pintar menyediakan cemilan sehat, hemat waktu dan tentu saja sesuai dengan kemampuan saya.

Tak sengaja bertemu puding Haan ini di TIP TOP sewaktu berbelanja bulanan dulu. Merk dagangnya yang tidak familiar membuat saya ingin mencoba membelinya. Waktu itu doanya, semoga puding ini benar-benar bisa saya buat dirumah, maksudnya tidak terkendala dengan waktu. Strawberry adalah rasa yang saat itu saya coba. Anda' sangat suka rasa strawberry karena itulah saya pilih rasa itu.

Dengan langkah-langkah yang mudah untuk diikuti, kemudian saya mengubah puding instant itu menjadi hidangan masak. Dan luar biasa, Naeema suka sekali puding ini. Dia bisa menghabiskan 1 loyang sendiri kalau tidak dikendalikan. Bagi saya yang tidak terlalu suka manis, Puding Haan menjadi cemilan manis yang favorit dan cukup aman. Dan tidak hanya Naeema yang suka, suami dan keluarga besarku juga ikut suka.

Berhubung Naeema cukup loyal akan satu rasa yaitu strawberry maka saya tidak pernah beli rasa lainnya. Karena pasti dia akan protes atau bahkan tidak dimakan. Entah kenapa kalau sudah dibuat dan tidak dimakan Naeema rasanya sia-sia masakan saya. Tetapi kemarin saya coba varian lain dari puding Haan, mocha menjadi pilihan saya yang berikutnya. Dan benar saja...Naeema protes, kenapa saya tidak beli yang strawberry, berakhir dengan tidak dimakannya puding itu pada saat hari pertama dihidangkan. Eh tetapi, begitu saya jelaskan padanya kalau itu rasanya seperti kopi yang Unda suka minum, dia pun mencobanya dan suka. Alhamdulillah.

Itu lah sekilas tentang cemilan yang biasa saya sajikan untuk keluarga. Selalu habis, membuat saya menjadi tambah rajin buatnya. Dan rasanya kalau masak lalu kemudian habis rasanya addict, pengen buat lagi...lagi...lagi.....dan lagi.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

STORY : BACKPACKER

Kami menyebut kelompok kami adalah kelompok Backpacker. Pertemanan dekat kami berawal dari perjalanan kami ke Pulau Tidung di tahun 2012 yang lalu. Ide jalan-jalan itu karena kita ikut dalam gerakan memungut sampah di Pulau Tidung yang di prakarsai oleh salah satu komunitas yaitu Kaki Gatel. Dimana dalam gerakan itu mengajak semua Garokers (sebutan untuk para follower nya di fans page FB) yang saat itu mengadakan acara berlibur dan mencintai alam sekaligus. Dari kegiatan itulah akhirnya kami akrab dan akhirnya mengakrabkan diri karena punya persepsi bahwa liburan tidak harus mahal.

Terdiri dari 5 orang anak muda, oooppss gak papa ya sekali-kali agak narsis dan tidak melihat latar belakang kami masing-masing tapi kami berkumpul untuk sejenak melepaskan penat kami di kantor. Kami berasal dari 1 kantor, tapi bukan dari 1 divisi, suka jalan-jalan murah dan happy-happy tapi tetap dalam kategori positif dengan gerakan membangun satu sama lain #tsah.

Dari kegiatan jalan-jalan itu kemudian jadi teman makan siang, teman karokean, plus teman kongkow-kongkow. Semua demi untuk melepas stress dan saling menghibur satu sama lain. Inilah kami:

Backpacker
Karakteristik kita beda-beda satu sama lain, tapi karena kita punya kesukaan yang sama jadinya sering berkumpul. Backpacker juga yang membuat saya bisa bertahan tidak stress ditengah himpitan pekerjaan yang banyak dan tidak pernah habis. Hampir 1 tahun 5 bulan kita melakukan hobi jalan-jalan kita barengan. Dari trip dalam negeri sampai dengan luar negeri. Dari trip itu semakin keliatan deh sifatnya masing-masing, sejauh ini kami masih bisa menerima kekurangan satu sama lain. Tidak sabar rasanya menunggu ide-ide perjalanan nekad kita selanjutnya.

Senangnya bertemu kalian semua. Terima kasih sudah mengisi hari-hari ku.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...