31 January 2008

Aku dan Nenek Tua

Kemaren saat pulang kantor, seperti biasa naik metromini 75 ke arah Ps. Minggu. Sore itu hujan gerimis (ciellah....so dramatisasi banget yah), aku duduk di dekat dengan jendela, walaupun gerimis ku buka kaca sedikit soalnya pengap banget udara didalem metro tersebut. Dari jendela dapat kulihat seorang nenek tua dianter naik ke bus yang kutumpangi dibantu oleh seorang tukang ojek.

Sebenarnya keberadaan nenek tua itu tak ku gubris, soalnya aku duduk dibangku tengah dan si nenek duduk dibangku belakang. Sampai di daerah mangga besar ada seorang wanita,menanyakan daerah kalibata dimana, karena ingin memberikan informasi yang benar akhirnya nyambung ajah sama pembicaraannya.

"wah mba kalo kalibata mah gak lewat mba, ini mau ke ps. minggu", ujarku.
"itu si nenek, mau ke kalibata..kasian gak tau jalan", ucap si wanita.
"seharusnya tadi dr duren 3 naiknya 57, bukan 75, tapi gak papa sih, nanti turun ajah di ps. minggu trus naik M16", ujarku.

Si wanita tersebut menyampaikan informasi yang ku berikan kepada si nenek. Ternyata wanita tersebut turunnya sebelum ps. minggu. Jadi so wanita tersebut menitipkan si nenek kepada kenek bus supaya dianter naik M16.

Seperti biasa bus 75 selalu nurunin kita gak sampe ps.minggu, ku putuskan untuk bantu si nenek naik M 16 daripada salah lagi, kan.....??. Ku papah si nenek menuruni bus, dapat kurasakan kebayanya yang berbahan brokat tersebut basah oleh air hujan, begitu pun aku tapi si nenek lebih parah. Karena sore itu gak bawa payung apa daya kupapah si nenek tanpa payungan. Ku cari tau sedikit kenapa wanita setua beliau pergi seorang diri tanpa diantar oleh orang lain.

"emang nenek dari mana?", ujarku.
"dari nyari rumah pak Zaelani di bea cukai, katanya dah pindah ke buncit, saya cari di buncit gak ketemu juga", ujar si nenek.
"nenek, rumahnya dimana?", ujarku.
"dibojong gede sama anak saya satu-satunya", ujar si nenek.
"kenapa gak ada yang nganter", ujarku.
"iyah, ujar si nenek.

Tak ada jawaban pasti yang dijawab si nenek kenapa dia sore itu pergi sendiri. Si nenek mau ke arah kalibata, karena beliau memutuskan untuk bermalam dirumah saudaranay didaerah kalibata. Setelah ku pilih-pilih angkot M16, akhirnya ku menuju ke mikrolet yang supirnya agak tua sedikir, agar mau berbaik hati mengantar si nenek ke tujuan yang benar. Dalam hati sih berdoa juga semoga nenek sampe rumah dengan selamat,amin. Setelah meminta tolong kepada pak supir akhirnya aku melanjutkan perjalanan pulang.

Hmmm ngeliat si nenek tua tadi, membuat ke mengingat nyai (panggilan: nenek buyut ku). Nyai (atawa nenek buyutkuw) baru meninggal 3 bulan yang lalu. Walaupun gak begitu intens ngerawat beliau waktu beliau sakit, tapi aku kangen juga ternyata sama beliau. Nyai itu adalah nenek yang selalu liat aku dengan seksama n selalu bilang "nita cakep". Selalu khawatir banget sama keadaan kita, apalagi kalo abis darimana-mana selalu bilang "berani..?". Ya ampyun, deket gitu loh. Kangen juga menyentuh kulitnya yang tak lagi kencang. Betapa aku ternyata merindukannya.

I MISS U Ai'...........

No comments:

Post a Comment

Hai Hai....
Terima Kasih sudah mampir, jangan lupa jejak komen nya.


See You

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...